Studi tunjukkan dominasi aplikasi bawaan Apple dan Google cukup tinggi
Aplikasi-aplikasi bawaan pada smartphone yang menjalankan iOS ataupun Android diduga akan menyulitkan aplikasi lain untuk bersaing.
Aplikasi bawaan Apple dan Google ditemukan telah mendominasi pasar persaingan aplikasi di masing-masing perangkat (iOS dan Android). Penemuan itu datang dari studi yang dilakukan Comscore, dimana lembaga tersebut melakukan pemeringkatan popularitas aplikasi bawaan atau aplikasi pra install di iOS dan Android. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar aplikasi yang digunakan pengguna di Amerika Serikat (AS) pada smartphone mereka, merupakan aplikasi bawaan yang telah diinstal sebelumnya oleh Apple atau Google.
Layanan yang disajikan dari aplikasi bawaan tersebut mendominasi penggunaan dalam hal kategori dasar seperti cuaca, foto, dan jam. Menurut laporan tersebut, menunjukkan jika keberadaan layanan dengan kategori dasar di aplikasi bawaan akan menyulitkan aplikasi lain untuk bersaing.
Dilansir dari The Verge (8/7), Apple dan Google semakin diawasi terkait bagaimana mereka menyodorkan layanan dari aplikasi mereka sendiri, daripada pesaing seperti Spotify. Sementara studi Comscore baru keluar, anggota parlemen AS saat ini sedang meninjau serangkaian undang-undang baru yang dirancang untuk meredam kekuatan Big Tech. Undang-undang itu berpotensi menghalangi Apple dan Google yang dianggap hanya mengunggulkan layanan dari aplikasi mereka.
Undang-undang itu hadir sebagai bentuk penolakan dari cara Apple dan Google menggabungkan layanan dari aplikasi mereka dengan sistem operasi yang dianggap tidak adil untuk persaingan pasar. Sementara itu, kritik atas penggabungan seperti itu dilayangkan lebih keras terhadap Apple. Ini dikarenakan Apple memiliki mekanisme yang lebih ketat untuk mengontrol aplikasi yang sudah diinstal sebelumnya di iOS, yang membuat pengembang lain tidak bisa menghindari mekanisme tersebut.
- Strava Hadirkan Fitur Terapi Fisik, Dorong Pengguna Lebih Seimbang antara Latihan dan Pemulihan
- SEEK Pass Hadirkan Verifikasi IELTS dan PTE, Peluang Lolos Kerja Naik 20 Persen
- Jobstreet Tambah Fitur Basic Talent Search, Perusahaan Bisa Cari Kandidat Secara Proaktif
- Ramadan 1447 H, ngaji.ai Bertransformasi Jadi Pendamping Ibadah Harian Berbasis AI
Pada saat kritik atas cara kerja penggabungan tersebut terus berdatangan, di sisi lain terdapat kesulitan untuk mengetahui seberapa dominan popularitas aplikasi bawaan terhadap aplikasi yang dibuat oleh pengembang pihak ketiga. Kesulitan ini karena Apple dan Google tidak menyertakan informasi terkait jumlah pengguna dari aplikasi bawaan. Sejauh ini riset popularitas aplikasi hanya dilakukan untuk melacak jumlah unduhan di toko aplikasi iOS dan Android. Tapi studi yang dilakukan Comscore ini adalah upaya yang dapat memetakan bagaimana aplikasi bawaan bersaing dengan pengembang lain.
Untuk hasil studinya, Comscore menggunakan data yang dikumpulkan secara teratur dari aplikasi dan situs web bersama dengan survei terhadap sekitar 4.000 orang di AS. Survei itu menanyakan tentang aplikasi bawaan yang mereka gunakan selama bulan November. Hasilnya menunjukkan bahwa 75 persen dari 20 aplikasi teratas yang sering digunakan di iOS dibuat oleh Apple. Sementara untuk Android, tercatat 60 persen dari 20 aplikasi teratas yang sering digunakan merupakan buatan Google. Kemudian dari hasil keseluruhan, terdapat empat aplikasi teratas yang sering digunakan di kedua platform tersebut merupakan buatan dari perusahaan induknya masing-masing.
Studi dari Comscore ini didanai oleh Facebook yang bertujuan untuk menunjukkan dampak aplikasi bawaan pada ekosistem aplikasi yang kompetitif. Joe Osborne, Corporate Communication Facebook, mengatakan jika jejaring eksekutif platform sosial media telah lama mengkritik pembatasan yang dilakukan Apple pada pengembang pihak ketiga karena dapat menghalangi kemampuan mereka untuk bersaing secara efektif dengan iMessage.
Dalam kesempatan yang lain, Apple menolak temuan dari hasil studi tersebut. Perusahaan mengatakan jika survei yang dibiayai Facebook dari Desember 2020 ini dirancang secara sempit untuk memberikan kesan buruk bahwa hanya ada sedikit persaingan di App Store. Perusahaan juga mengatakan jika aplikasi dari pengembang pihak ketiga sebenarnya dapat melakukan persaingan dengan aplikasi Apple untuk memperoleh kesuksesan besar. Sementara itu, Google belum memberikan tanggapan terkait hasil studi ini.








