Bos WhatsApp komentari teknologi pendeteksi gambar milik Apple
Sehari setelah Apple mengumumkan teknologi pendeteksian gambar pelecehan anak di iCloud, bos WhatsApp langsung komentari fitur tersebut.
Apple secara resmi mengonfirmasi rencana untuk membuat teknologi baru yang memungkinkan mereka mendeteksi gambar pelecehan anak di foto iCloud pengguna. Ini berarti, Apple dapat masuk dan mengecek gambar setiap pengguna iCloud tanpa ada batasan.
Memang, ini merupakan fitur yang menarik, terutama untuk mengurangi peredaran foto pelecehan anak di internet. Tapi ternyata, ada cukup banyak pihak yang menentang hal tersebut.
Salah satunya adalah kepala WhatsApp Facebook, Will Cathcart. Dia mengatakan dirinya turut "prihatin" dengan rencana tersebut. Hal ini diungkapkan melalui akun Twitter pribadinya baru-baru ini.
Dia mengatakan teknologi tersebut sebagai "sistem pengawasan yang dibuat dan dioperasikan Apple yang dapat dengan mudah digunakan untuk memindai konten pribadi untuk alasan apapun yang mereka atau pemerintah ingin kendalikan".
- Ferrari Gandeng IBM untuk Tingkatkan Pengalaman Fans F1 dengan AI
- Strava Hadirkan Fitur Terapi Fisik, Dorong Pengguna Lebih Seimbang antara Latihan dan Pemulihan
- SEEK Pass Hadirkan Verifikasi IELTS dan PTE, Peluang Lolos Kerja Naik 20 Persen
- Jobstreet Tambah Fitur Basic Talent Search, Perusahaan Bisa Cari Kandidat Secara Proaktif
Engadget (9/8) melaporkan bahwa Will juga mengajukan pertanyaan tentang bagaimana sistem seperti itu dapat dieksploitasi pihak lain, seperti oleh pemerintah Tiongkok atau negara lain. Atau ada juga kemungkinan hal ini dapat disalahgunakan oleh perusahaan spyware.
Namun, seorang juru bicara dari Apple membantah pernyataan dari Will. Dia berkata, pengguna masih dapat melakukan kontrol teknologi tersebut secara manual untuk melindungi privasi data yang ada di iCloud.
Perusahaan asal Cupertino tersebut juga mengatakan sistem ini hanya dilatih pada database gambar "khusus" yang disediakan oleh Pusat Nasional untuk Anak Hilang dan Tereksploitasi (NCMEC) dan organisasi lain.








