×
Kanal
    • partner tek.id realme
    • partner tek.id samsung
    • partner tek.id acer
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd

Alibaba Siapkan Fase Baru Pertumbuhan AI, Perkuat Model hingga Infrastruktur Global

Oleh: Tek ID - Jumat, 10 Juli 2026 08:50

Alibaba mempercepat strategi AI global melalui pembaruan model Qwen, ekspansi infrastruktur cloud, dan investasi untuk mendukung adopsi AI.

Alibaba Siapkan Fase Baru Pertumbuhan AI Fasilitas kantor Alibaba. dok. Alibaba

Alibaba memasuki paruh kedua 2026 dengan mempercepat strategi pengembangan kecerdasan buatan (AI) melalui penyelarasan organisasi, peningkatan model AI, serta perluasan infrastruktur cloud global. 

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Alibaba memperkuat posisinya di tengah meningkatnya adopsi AI oleh berbagai sektor industri di dunia.

Alibaba menilai tren pemanfaatan AI kini telah bergeser dari tahap uji coba menuju implementasi dalam skala yang lebih luas. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Alibaba memperkuat kapabilitas AI secara menyeluruh, mulai dari pengembangan chip, infrastruktur cloud, model fondasi, hingga aplikasi berbasis AI.

Saat ini, Alibaba Cloud mengoperasikan 105 availability zone di 32 wilayah di seluruh dunia untuk mendukung layanan cloud dan AI yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan pelanggan. 

Ekspansi tersebut menjadi bagian dari komitmen investasi infrastruktur AI senilai US$53 miliar.

Sebagai bagian dari transformasi organisasinya, Alibaba membentuk Alibaba Token Hub (ATH) Business Group pada Maret 2026 di bawah kepemimpinan Chief Executive Officer Eddie Wu. 

Unit baru ini menyatukan Tongyi Laboratory, bisnis Model-as-a-Service (MaaS), Qwen Business Unit, Wukong Business Unit, serta AI Innovation Business Unit ke dalam satu organisasi.

Pembentukan ATH menjadi langkah strategis Alibaba untuk mempercepat pengembangan, distribusi, dan penerapan teknologi AI di seluruh ekosistem perusahaan melalui satu koordinasi yang lebih terintegrasi.

Alibaba juga memperluas jajaran model AI melalui peluncuran Qwen3.7-Max pada Mei 2026. Large Language Model (LLM) terbaru ini dirancang untuk mendukung kemampuan agentic coding, penalaran kompleks, serta penyelesaian tugas jangka panjang. 

Berdasarkan penilaian Artificial Analysis, model tersebut mampu bersaing dengan berbagai model AI terdepan di dunia.

Pada Juni 2026, Alibaba meluncurkan HappyHorse 1.1, model AI generatif video yang menghadirkan peningkatan kualitas gerakan, konsistensi visual, dan realisme. 

Model ini ditujukan untuk berbagai kebutuhan industri kreatif, mulai dari produksi video pendek, periklanan, pemasaran merek, hingga pengembangan game.

Alibaba juga memperkenalkan HappyOyster 1.0, interactive world model yang menawarkan kemampuan interaksi lingkungan, kontrol yang lebih luas, dan alur cerita yang dapat dimainkan kembali. 

Teknologi tersebut ditujukan untuk mempercepat produksi film interaktif, gim, dan berbagai pengalaman visual berbasis AI.

Selain mengembangkan model AI, Alibaba juga memperkuat ekosistem produknya. Pada awal tahun ini Alibaba memperbarui Qwen App, aplikasi asisten AI yang mengintegrasikan layanan Taobao, Alipay, Fliggy, dan Amap dalam satu antarmuka percakapan sehingga pengguna dapat berbelanja, melakukan pembayaran, mengatur perjalanan, hingga bernavigasi secara lebih praktis.

Di ajang Mobile World Congress (MWC) Barcelona 2026, Alibaba turut memperkenalkan Qwen Glasses, perangkat wearable berbasis AI yang mendukung penerjemahan secara real-time, transkripsi, identifikasi visual, perekaman HD, hingga pembayaran digital. 

Di Tiongkok, perangkat tersebut bahkan memungkinkan pengguna memesan makanan dan memanggil transportasi hanya melalui perintah suara.

Pada periode yang sama, Alibaba juga meluncurkan Wukong Platform, platform agentic AI tingkat perusahaan yang dirancang untuk mengotomatisasi alur kerja kompleks sehingga organisasi dapat menjalankan operasional secara lebih mandiri.

Untuk mendukung meningkatnya permintaan layanan AI, Alibaba memperluas jaringan pusat data di Jepang, Malaysia, Prancis, dan Meksiko. 

Infrastruktur tersebut menyediakan layanan cloud kelas perusahaan yang dirancang aman, tangguh, mudah dikembangkan, serta memenuhi berbagai regulasi lokal terkait keamanan siber, privasi, dan kedaulatan data.

Alibaba juga memperluas penerapan AI di sektor kesehatan melalui DAMO Academy yang meluncurkan dua perangkat skrining berbasis AI, yakni MAOSS untuk deteksi dini penyakit hati berlemak dan COCA untuk skrining kanker usus besar. Kedua solusi tersebut diklaim memiliki tingkat akurasi diagnosis yang tinggi.

Di sektor pertanian, Alibaba Cloud bekerja sama dengan Muyuan Group, perusahaan peternakan asal Tiongkok, untuk mengembangkan model AI peternakan berbasis Qwen LLM. 

Teknologi tersebut dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi nutrisi pakan, pengembangan bibit ternak, serta manajemen peternakan.

×
back to top