Alibaba Bangun Infrastruktur AI untuk Olimpiade Remaja Dakar 2026, Bakal Jadi Cloud Nasional Senegal
Alibaba dukung Olimpiade Remaja Dakar 2026 dengan cloud dan AI. Infrastruktur digitalnya akan menjadi platform cloud nasional Senegal setelah ajang.
Teknologi Alibaba Cloud di Youth Olympic Dakar 2026. dok. Alibaba
Alibaba Group menghadirkan teknologi komputasi awan (cloud computing) dan kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung penyelenggaraan Olimpiade Remaja Dakar 2026 di Senegal.
Menariknya, infrastruktur digital yang dibangun untuk ajang olahraga tersebut nantinya akan diserahkan kepada pemerintah Senegal untuk dimanfaatkan sebagai platform cloud nasional.
Langkah ini menjadi bagian dari dukungan Alibaba terhadap Youth Olympic Games Dakar 2026, yang berlangsung pada 31 Oktober hingga 13 November 2026.
Ajang tersebut mencatat sejarah sebagai penyelenggaraan Olimpiade pertama di benua Afrika.
- Alibaba Bawa QwenWork ke Pasar Global, AI Agent Bisa Jalankan Browser hingga Buat Aplikasi Web
- Alibaba Siapkan Fase Baru Pertumbuhan AI, Perkuat Model hingga Infrastruktur Global
- Alibaba Luncurkan Wan2.7, AI yang Ubah Kreator Jadi Sutradara dari Gambar hingga Video
- Alibaba Rilis Qwen3.6-Plus, AI Agentik dengan Coding Otomatis Siap Dorong Transformasi Bisnis
Bersama International Olympic Committee (IOC) dan Komite Penyelenggara Dakar 2026, Alibaba menyiapkan teknologi untuk mendukung operasional pertandingan, layanan pengunjung, hingga pengalaman digital yang lebih interaktif bagi penonton.
Presiden IOC Kirsty Coventry mengatakan pemanfaatan teknologi menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung penyelenggaraan Olimpiade bersejarah tersebut.
"Dakar 2026 menjadi ajang Olimpiade pertama yang diselenggarakan di benua Afrika. Kami sangat senang Alibaba, sebagai Mitra Olimpiade Global kami, turut mendukung terwujudnya momen bersejarah ini," ujar Coventry.
Untuk memenuhi kebutuhan operasional, Alibaba Cloud menyediakan infrastruktur private cloud berbasis Apsara Stack.
Sistem ini dirancang untuk menjalankan berbagai layanan digital selama Olimpiade, termasuk penjualan tiket dan pengurusan visa elektronik atau e-visa.
Melalui platform tersebut, penyelenggara menyiapkan sistem penjualan tiket secara daring sekaligus pengaturan akses masuk ke lokasi pertandingan.
Alibaba menyebut sistem tiketnya dirancang untuk menangani lebih dari satu juta tiket di tujuh lokasi pertandingan dan area festival resmi Dakar 2026.
Infrastruktur cloud tersebut juga disiapkan agar kapasitasnya dapat disesuaikan ketika terjadi lonjakan permintaan tiket maupun peningkatan jumlah pengunjung.
Namun, manfaat teknologi ini tidak direncanakan berhenti ketika Olimpiade selesai.
Setelah Dakar 2026 berakhir, infrastruktur private cloud akan diserahkan kepada Senegal untuk digunakan sebagai platform cloud nasional.
Fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan layanan publik dan transformasi digital negara itu dalam jangka panjang.
Presiden Komite Penyelenggara Olimpiade Remaja Dakar 2026, Mamadou Diagna Ndiaye, menilai dukungan teknologi tersebut penting untuk memastikan kelancaran acara sekaligus memberikan manfaat setelah kompetisi berakhir.
"Teknologi ini juga akan memperkuat kapabilitas digital Senegal yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai acara dan layanan publik di masa depan," kata Ndiaye.
Selain infrastruktur cloud, Alibaba membuka peluang pemanfaatan teknologi AI bagi pengembang dan pelaku usaha di Senegal melalui keluarga model Qwen.
Model AI tersebut tersedia dalam format open-weight, sehingga pengembang dapat memanfaatkan bobot model yang dirilis untuk membangun atau menyesuaikan aplikasi sesuai kebutuhan dan ketentuan lisensinya.
Menurut Alibaba, keluarga Qwen mencakup 460 model open-weight dengan lebih dari tiga miliar unduhan secara global.
Teknologi ini juga mendukung lebih dari 200 bahasa, termasuk Wolof yang digunakan di Senegal.
Kemampuan multibahasa tersebut berpotensi membantu pengembangan layanan digital yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Pemanfaatan AI dalam Dakar 2026 tidak hanya terbatas pada operasional dan pengembangan infrastruktur.
Alibaba juga menghadirkan teknologi AI generatif untuk mendukung pengalaman budaya selama penyelenggaraan Olimpiade.
Pada upacara pembukaan, penyelenggara menampilkan video pertunjukan drum berdurasi satu menit yang dibuat menggunakan WAN, model AI Alibaba untuk menghasilkan video.
Video tersebut mempertemukan 100 peserta Dakar 2026 Learning Academy dalam pertunjukan bermain drum secara virtual, dengan mengangkat irama musik khas Afrika.
Pengalaman serupa juga tersedia bagi pengunjung di area festival resmi Olimpiade.
Melalui kios interaktif Alibaba, pengunjung dapat membuat video pendek yang menampilkan diri mereka sedang memainkan Sabar, drum tradisional Senegal.
Selain itu, pengunjung dapat menggunakan agen AI berbasis cloud untuk memperoleh informasi mengenai Dakar 2026 dan sejarah Olimpiade Remaja.
Berbagai aktivitas tersebut mengangkat semangat Teranga, konsep keramahan khas Senegal yang menekankan keterbukaan, penghormatan, dan kebersamaan.
Chief Financial Officer Alibaba Group Toby Xu mengatakan perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat menikmati pertandingan olahraga.
"Penonton menginginkan lebih banyak pilihan untuk dapat mengikuti jalannya pertandingan dan terlibat dalam setiap momennya," ujar Xu.
Menurutnya, teknologi cloud dan AI memungkinkan penyelenggara menghadirkan layanan digital yang lebih mudah dikembangkan sesuai kebutuhan.
Di luar penyelenggaraan pertandingan, Alibaba juga mendukung sejumlah program pengembangan generasi muda di Senegal.
Melalui Alibaba Philanthropy, perusahaan memperluas Panda Pack Project untuk menyediakan perlengkapan olahraga bagi program Jeunesse en Jeux.
Program tersebut menargetkan lebih dari 350.000 anak di 850 sekolah guna memperluas akses terhadap kegiatan olahraga.
Sementara itu, Alibaba Cloud Tech Academy menyediakan pelatihan komputasi awan secara daring dan gratis bagi generasi muda Senegal berusia di bawah 35 tahun.
Hingga pengumuman ini disampaikan, program tersebut telah menarik lebih dari 10.000 pendaftar.
Olimpiade Remaja Dakar 2026 berlangsung di Dakar, Diamniadio, dan Saly, dengan melibatkan sekitar 2.700 atlet berusia 17 tahun ke bawah yang bertanding dalam 35 cabang olahraga.
Dukungan teknologi Alibaba di Senegal melanjutkan keterlibatan sebagai Mitra TOP Global Olimpiade, setelah sebelumnya mendukung penyelenggaraan Tokyo 2020, Beijing 2022, Paris 2024, dan Milano Cortina 2026.









