Review headphone SoundMagic P11S

Suara oke meski ringkih

SoundMagic mendesain headphone P11S dengan rancang bangun on-ear namun bagaimana kualitas suara dan performanya?

Suara oke meski ringkih

Sebagian orang mungkin asing jika mendengar merek SoundMagic. Pabrikan ini memproduksi headphone dan earphone yang didirikan sejak tahun 2005. Kebetulan perusahaan yang berbasis di Negeri Tirai Bambu tersebut mengirim headphone P11S ke redaksi Tek.id untuk diulas. Bagaimana performanya?

Desain

SoundMagic mendesain headphone P11S dengan rancang bangun on-ear. Artinya, earcup berada di atas telinga ketika digunakan. Berdasarkan kemasannya, huruf P pada SoundMagic P11S berarti portable yang berarti ringkas. Oleh karena itu, P11S dapat dilipat dan menjadi mudah dimasukan ke dalam tas.

Headband P11S tidak dilengkapi dengan bantalan yang empuk sehingga kepala akan langsung menyentuh plastik ketika mengenakannya. Meski demikian, kepala saya tidak terasa sakit akibat terkena plastik tersebut. Seperti headphone lainnya, P11S juga memiliki headband yang dilengkapi dengan mekanisme agar dapat memanjang dan memendek. Tujuannya adalah agar headphone dapat disesuaikan dengan ukuran kepala masing-masing pemakai.

Unit driver juga dapat diatur sedemikian rupa untuk mengikuti bentuk tulang telinga ketika digunakan. Lantaran plastik yang digunakan memiliki kualitas rendah, daya cengkeram saat dikenakan tidak terlalu keras. Malahan, headphone tersebut sering bergeser dari tempat awal ketika saya menggunakannya sembari berjalan agak cepat.

Saking ringkihnya plastik yang digunakan pada headphone SoundMagic P11S, saya tidak sengaja mematahkan engsel unit driver sebelah kanan. Hal tersebut dikarenakan oleh saya sedang merapihkan kabelnya, dan ketika saya tarik, patah deh. Sebagai informasi, tenaga saya saat menarik kabelnya tidak terlalu kasar. Awalnya saya kira engsel tersebut hanya copot.

Berbicara mengenai kabel, P11S memiliki kabel yang berbentuk pipih dengan panjang 1,2 meter. Pada kabel sebelah kiri, Anda akan melihat mikrofon yang dilengkapi dengan tombol. Artinya, Anda dapat melakukan panggilan telepon menggunakan headphone ini. Selain untuk mengakhiri hubungan via telepon, tombol ttersebut juga dapat digunakan untuk mengontrol musik. Akses tekanan tombol dapat berbeda-beda tergantung smartphone dan aplikasi pemutar musik yang digunakan. Anda juga dapat mengaktifkan asisten digital seperti Google Assistant atau Siri menggunakan tombol tersebut. Cukup menekannya agak lama dan ucapkan permintaan Anda ke asisten digital tersebut.

Performa

Meski ensel unit driver kanan patah, untungnya saya sebelumnya sempat menjajal headphone tersebut selama beberapa hari. Menggunakan musik dari aplikasi Spotify, saya memutar lagu berjudul “To the Moon and Back” yang dinyanyikan oleh Savage Garden. Alat musik dan instrumen lain yang menggambarkan bahwa pesawat dalam lagu tersebut akan siap-siap tinggal landas terdengar sebagai mana mestinya. Beberapa saat setelah intro, gitar yang berbunyi di kanal kanan terdengar dengan baik.

Sesaat sebelum vokalis bernyanyi, lantunan bass terdengar sangat dalam yang bergantian di kanal kanan dan kiri. Setelah semua alat musik bermain, barulah saya mesasakan bahwa frekuensi tinggi terlalu mendominasi. Akibatnya, suara vokal terdengar kurang alami. Keunggulan dari headphone ini adalan memiliki suara efek pemisahan stereo yang andal. Masing-masing alat musik terdengar di masing-masing kanal dengan kedalaman yang cukup baik. Meski menghadirkan suara frekuensi rendah yang baik, karakteristik bass yang dihasilkan tidak sepenuhnya dilantunkan dengan baik. Hal tersebut dikarenakan P11S kurang mampu mengantarkan frekuensi menengah dengan baik.

Lagu kedua sebagai pengujian adalah “Can’t get You Out of My Head” oleh Kylie Minogue. Sengaja saya memilih lagu dengan musik penuh bass agar mengatahui performa frekuensi rendah pada P11S yang sesungguhnya. Sekali lagi, bass yang disajikan terdengar bagus. Namun sarang beribu sayang, seperti yang saya ucapkan tadi, daya cengkeram headphone ini kurang kuat, jadi isolasi udara luar kurang terlalu baik yang berujung pada berkurangnya efek bass. Suara vokal agak bercampur dengan frekuensi tinggi. Pada lagu ini, separasi stereo juga terdengar dengan baik.

Kesimpulan

Dengan bass yang dalam dan soundstage yang luas, hal tersebut memang sesuai dengan klaim dari heaphone tersebut. Seharusnya SoundMagic menggunakan material plastik yang kuat untuk melengkapi headband dan engsel unit driver-nya. Dibanderol dengan Rp 250.000, harga tersebut sangat masuk akan mengingat kualitas suara yang disajikannya, jika menggunakan bahan yang lebih layak.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: