Samsung Galaxy Note 8 punya segalanya untuk meraih reputasi

Samsung Galaxy Note 8 berhasil megobati kekecewaan pengguna Galaxy Note 7 yang gagal total.

Galaxy Note 8 merupakan pertaruhan reputasi Samsung pada tahun 2017, sesudah Galaxy Note 7 gagal total. Hadir lebih dahulu ketimbang iPhone X dan Google Pixel 2, masihkah Samsung Galaxy Note 8 mampu bersaing? Berikut catatan saya setelah dua minggu bersama Note 8.

 

Desain dan antarmuka

Bila yang lain masih berkutat dengan pendekatan desain yang tipis dan anggun, Samsung belajar banyak dari insiden Note 7. Kini, Note 8 hadir dengan bodi yang jauh lebih kokoh.

Ia terasa penuh dan berat di genggaman tangan, mengingatkan kita pada era Nokia Communicator e90. Note 8 adalah smartphone kelas premium yang paling tebal dan paling berat untuk saat ini. Tebalnya 8,6mm. Sebagai perbandingan, Pixel 2 hanya 7,8mm dan iPhone X hanya 7,7mm. Bobotnya juga mencapai 195 gram, lebih berat dibanding Pixel 2 yang hanya 143 gram dan iPhone X yang 174 gram.

Artinya, Samsung kini lebih peduli dengan kekuatan dan keamanan Note 8. Mengikuti tren bezel yang kian tipis, 95 persen bodi depan Note 8 penuh dengan layar. Tidak ada tombol fisik maupun kapasitif yang tersisa karena layar yang memanjang. Rasio layarnya 18:9.

Layar 18:9 mempengaruhi estetika Note 8. Ia jadi tampak kaku dan harus rela menyingkirkan pemindai sidik jari yang biasanya ada di bagian dagu. Alhasil, Note 8 kini punya pemindai sidik jari di belakang, persis bersebelahan dengan dua kamera utama, LED Flash, dan sensor lainnya. 

Satu perubahan lagi, sisi layar lengkungnya yang kini tidak terlalu melengkung. Kemungkinan besar, Samsung belajar dari kasus banyaknya layar edge yang retak sesudah terjatuh dari tangan pengguna.

Layar lengkung pada Galaxy Note 8 dirancang lebih tipis dan jadi lebih manis. Namun, fungsinya tak banyak berkembang sejak era S6 Edge.

Layar dengan rasio 18:9 juga punya kekurangan. Seringkali huruf yang berada di pinggir layar menjadi terpotong. Padahal, bila dilihat di layar 16:9, hurufnya terlihat normal.

Akibat rasio layarnya yang lebih memanjang, tampilan konten pun ikut menyesuaikan. Aplikasi yang belum menyesuaikan dengan rasio baru ini butuh penyetelan ulang. Bahkan, Instagram pun belum memperbarui aplikasi mereka agar sesuai layar 18:9.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: