sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id praxis
Selasa, 15 Sep 2020 17:51 WIB

Review Sennheiser CX 400BT, harga enggak bohong

Sennheiser kembali menghadirkan earbud TWS dengan kualitas audio premium dan kontrol sentuh yang intuitif.

Review Sennheiser CX 400BT, harga enggak bohong

Saat ini yang namanya TWS (True Wireless Stereo) atau earphone wireless sudah banyak sekali jumlahnya di pasaran. Bahkan vendor-vendor smartphone belakangan ini justru terlihat agresif mengenalkan TWS buatan mereka. Salah satu hal yang ditawarkan adalah harganya yang terjangkau.

Mulai dari ratusan ribu kalian sudah bisa mendapatkan TWS, namun jika ditanya bagaimana kualitas suaranya pasti akan berbeda-beda jawabannya.

Sebagai salah satu merek yang sudah mendunia, Sennheiser pastinya tak ingin industri yang mereka kuasai diramaikan oleh merek-merek baru. Oleh karena itu, mereka kembali mengenalkan satu TWS terbarunya yakni Sennheiser CX 400BT awal Septembar lalu. Varian baru ini, dikenalkan cukup menarik perhatian karena dibanderol lebih terjangkau dari earbud Momentum yang sudah meluncur lebih dulu awal tahun 2020.

Berikut spesifikasi Sennheiser CX 400BT

Sennheiser CX 400BT
Dimensi 59 x 33,8 x 42,3 mm (earbud dan charging case)
Berat 49 gram
Driver Sennheiser 7nm dynamic driver
Frekuensi response 5 Hz sampai 21,000 Hz
Bluetooth

Bluetooth 5.1

THD <0,08% (1kHz / 94dB)
Suppor Profile A2DP, AVRCP, HSP, HFP
Codec SBC, AAC, aptX
Baterai 7 Jam (20 jam dengan charging case)
Harga Rp 3,999,000

DNA tetap earbud

Sennheiser CX 400BT masih tetap menggunakan DNA earbud seperti seri Momentum True Wireless, tidak menggunakan desain TWS yang sedang ramai di pasar dengan batang yang menjuntai keluar dari telinga.

Dari atas, desainnya terlihat lebih mengotak jika dibanding seri Momentum True Wireless yang hadir dengan desain membulat. Meski begitu, bagian housingnya yang bersinggungan dengan area concha (cekungan) pada telinga dirancang membulat untuk menyesuaikan bentuk ergonomi lekukan pada telinga. Hal ini membuat CX400BT nyaman dipakai dan tidak menekan telinga dengan sudut yang tajam.

Sennheiser CX 400BT pad sentuh

Varian yang saya pakai ini berwarna hitam, Sennheiser juga memiliki warna putih sebagai opsi variannya. Materialnya terbuat dari plastik, dimana pada area logo tampil glossy sementara pada housingnya disapu finishing matte.

CX 400BT dibekali dengan LED indikator pada sisi dalamnya untuk menunjukan status koneksi antar earbud. Ada juga dua kontak untuk pengisian daya, serta dua buah magnet untuk mengikat earbud pada charger case.

Sennheiser CX 400BT konektor daya, magnet dan eartip

Bentuk casenya sendiri kotak dengan logo Sennheiser beraksen perak pada covernya. Ukurannya tergolong mungil jadi pastinya mudah untuk dibawa dan tidak memakan tempat.

Charging case milik Sennheiser CX 400BT ini memiliki port USB type-C untuk pengisian dayanya. Ada juga LED indikator untuk menginformasikan daya baterai yang tersisa. Untuk mengetahui daya baterai yang tersisa, kalian bisa menekan tombol kecil di sisi kanan port USB type-C.

Indikator baterai pada charging case dalam kondisi penuh

Jika indikator menyala hijau dengan kondisi earbud berada di dalam charging case, maka baterai pada earbud dan charging case dalam kondisi penuh. Jika indikator menyala kuning dengan kondisi earbud berada di dalam charging case, earbud dalam kondisi penuh namun daya pada charging case sudah berukurang. Jika indikator menyala merah dengan kondisi earbud berada di dalam charging case, baik earbud dan charging case sudah tidak memiliki daya lagi.

Punya kontrol yang intuitif dan interaktif

Salah satu poin penting yang ditawarkan Sennheiser CX 400BT adalah kontrol intuitif. Mudahnya earbud ini mendukung kontrol sentuh pada earbudnya. Menariknya, kontrol sentuh pada CX 400BT dapat dikonfigurasi melalui aplikasi Smart Control yang bisa diunduh melalui Google Play Store atau pun App Store.

Beberapa dukungan kontrol sentuh pada earbud ini meliputi menerima atau menutup panggilan, Play/Pause, mengaktifkan asisten suara, Next Track, Previous Track, Volume Up, dan Volume Down. Disini kalian bisa mengubah posisi kontrol dengan gaya model sentuhan yang sudah disediakan. Fitur ini memudahkan saya untuk membuat konfigurasi sentuhan yang paling sesuai dengan preferensi yang saya suka.

Kontrol sentuh Sennheiser CX 400BT

Selain kontrol sentuh fitur selanjutnya yang saya suka adalah adanya dukungan aplikasi Smart Control. Aplikasi ini dirancang untuk beberapa perangkat audio milik Sennheiser, termasuk CX 400BT ini. Tak hanya kontrol intuitif menggunakan sentuhan pada earbudnya, Sennheiser juga menawarkan kontrol interaktif pada aplikasi Smart Control, terutama pada pengaturan equalizernya.

Sennheiser menawarkan pengaturan equalizer dengan tampilan graphical, pengaturan ini cukup menarik karena saya hanya perlu menggeser dot pada layar untuk mendapatkan perubahan karakter suara.

Tampilan grafik equalizer ini tetap terbagi Bass di sisi kiri, Mid-range di sisi tengah, dan Treble di sisi kanan. Kalian juga bisa mengeser dot ke arah atas atau bawah untuk mendapatkan frekuensi yang paling tepat sesuai preferensi kalian.

Meski menawarkan equalizer grafikal yang interaktif, Sennheiser tetap memberikan equalizer dengan mode slider. Equalizer ini mungkin akan lebih mudah dimengerti bagi pengguna lawas yang terbiasa dengan gaya pengaturan slider. Meski begitu, kemudahan yang ditawarkan equalizer grafikal juga cukup menarik dan mudah digunakan.

Menu equalizer grafikal dan slider

Ada harga ada kualitas

Oke, kesan pertama memegang earbud milik Sennheiser ini adalah ukurannya memang terlihat montok. Berisi dan cukup berbobot. Awalnya saya ragu earbud CX 400BT ini bisa masuk di telinga saya. Namun setelah dicoba, ternyata earbud ini bisa masuk dengan mudah.

Meski montok, Sennheisser CX 400BT terasa nyaman saat dipakai

Arahkan eartip ke dalam lubang telinga, kemudian putar sedikit agar earbud duduk seluruhnya pada lekukan di telinga. Sebagai tambahan, ketika sudah terpasang dengan benar, earbud CX 400BT ini tidak mudah terlepas dari telinga.

Selanjutnya saya mengunduh aplikasi Smart Control untuk mulai menghubungkan earbud CX 400BT dengan smartphone. Aplikasi Smart Control milik Sennheiser ini juga cukup informatif menuntun pengguna menghubungkan earbud CX 400BT dengan smartphone. Mulai dari cara mengenakkan di telinga, cara pairing dengan menyentuh earbud kiri dan kanan selama 3 detik, dan bagaimana cara mengontrol alur musik, juga mengaktifkan asisten suara.

Tampilan aplikasi Smart Control

Sebelum ‘ngutak-ngutik’ Smart Control lebih jauh, saya penasaran dengan bagaimana karakter suara defaultnya atau opsi Neutral pada Smart Control. Karakter Neutral dari Earbud cenderung menampilkan karakter Warm, porsi bass yang cukup dominan dengan vokal yang sedikit terendam. Buat pengguna Bass Head yang menyukai genre musik dengan bass yang dominan mungkin akan menyukainya.

Saya pribadi ingin porsi mid-range yang lebih tinggi, vokal yang lebih terbuka dan porsi bass yang pas. Karena jujur saja, CX 400BT cukup jemawa dengan kekuatannya menampilkan bass, sehingga terkadang porsi bassnya agak ‘offside’ di beberapa genre musik.

Di sini fitur grafikal equalizer jadi terasa sekali manfaatnya. Hadirnya equalizer dengan gaya seperti ini memudahkan saya untuk mendapatkan preferensi suara yang paling sesuai dengan mudah. Kalian hanya perlu menggeser ‘bulatan’ untuk mendapatkan karakter suara yang paling pas. Paling penting, efek perubahannya bisa langsung terdengar, tidak pakai lama.

Selama beberapa hari ini mencoba Sennheiser CX 400BT memang membuat saya semakin sadar, ada harga ada kualitas. Nyaman. Detail. Mudah di kustomisasi. Daya tahannya pun cukup oke buat saya yang tidak seharian juga untuk mendengarkan musik.

Absennya beberapa fitur premium pastinya akan menimbulkan pertanyaan, terlebih Sennheiser dikenal sebagai salah satu pionir pada industri audio. Fitur-fitur seperti ANC (Active Noise Cancelling) atau anti air lumayan sering ditemui pada produk wireless belakangan ini. Namun, CX 400BT tidak membawanya.

Hal ini membuat CX 400BT terbatas hanya untuk penggunaan sehari-hari, tidak untuk berolah raga atau aktivitas luar ruang yang cenderung memiliki risiko terkena air.

Menurut saya ...

Ketika mendengar Sennheiser meluncurkan TWS baru, saya jadi agak penasaran. Terutama bagaimana produksi suara dari racikan perusahaan asal Jerman ini. Benar saja, beda!

Meski memiliki ukuran driver unit yang sama dengan seri Momentum True Wireless yakni Sennheiser 7mm dynamic driver, namun Sennheiser sendiri menegaskan bahwa ada perbedaan karakter dari kedua seri tersebut.

Meski begitu, untuk sekelas TWS kualitas audio yang dihasilkan CX 400BT ini memang berkualitas. Premium mungkin bahasanya . Tidak sembarangan, detail, range frekuensi yang luas, dan paling penting kalian bisa mengkustomisasinya dengan cara yang interaktif (grafikal equalizer). Mau dengerin musik bergenre apa aja, bisa!

Fitur kontrol intuitif pada CX 400BT memang menawarkan fitur kekinian, hanya saja ada jeda antara sentuhan hingga earbud merespon cukup berasa. Saya terkadang agak terlambat menerima pesan kerabat yang berbicara kepada saya.

Fitur-fitur yang absen seperti ANC atau anti air mungkin akan menjadi catatan untuk Sennheiser. Terutama untuk pasar Indonesia yang banyak maunya, terlebih Sennheiser membanderolnya di kisaran Rp3,9 jutaan.

Menurut saya earbud ini sudah oke banget dengan kualitas suaranya, fitur yang dibawanya, juga daya tahan baterainya. Meski tanpa kehadiran fitur ANC, rasanya sudah teratasi dengan desain dan eartips yang secara efektif meredam suara dari luar. Untuk fitur anti air sendiri, mungkin perlu jadi catatan.

75
Sennheiser CX 400BT
 
Keunggulan
  • Nyaman dipakai
  • Kualitas audio premium
  • Kontrol equalizer interaktif
 
Kekurangan
  • Respons kontrol sentuh ada jeda
  • Tidak ada perlindungan terhadap cairan
  •  
Share
×
tekid
back to top