Review Monitor

Review Asus ROG Swift PG27UQ, mahal tapi bikin ketagihan

Dibanderol Rp38 juta-an, Asus ROG Swift PG27UQ seperti membawa mata saya ke surga dengan kemampuan HDR di resolusi 4K dengan refresh rate 144Hz.

Review Asus ROG Swift PG27UQ, mahal tapi bikin ketagihan Asus Swift PG27U

Konten High-dynamic-range (HDR) atau konten dengan jangkauan pencahayaan dinamis yang lebih besar dibanding menggunakan teknik pencitraan standar saat ini sudah mulai banyak bermunculan. Mulai dari film di Blu Ray Disk hingga layanan streaming, seperti YouTube dan Netflix sudah mulai menggunakan teknologi ini.

Maka tak heran, saat ini para vendor meluncurkan sebuah TV atau layar yang menyematkan teknologi tersebut di produk mereka. Salah satunya adalah Asus dengan ROG Swift PG27UQ. Mereka menawarkan sebuah monitor gaming resolusi 4K 144Hz dengan teknologi HDR.


BACA JUGA

Samsung Galaxy A7 2018, Kameranya perkasa

Review ZenFone Max Pro M2 Indonesia, lebih bagus dari Mi 8 Lite?

Review Intel i9 9900K, si monster untuk gaming dan produktivitas


Bagaimana pengalaman Tek.id dalam menjajal monitor premium tersebut? Bila penasaran, silakan simak ulasannya berikut ini.

Kokoh berdesain khas ROG

Bila berbicara mengenai seri ROG, maka ada satu hal yang tak pernah tertinggal di setiap produknya. Hal tersebut adalah logo ROG yang sangat khas. Dimonitor ini, saya menemukan logo tersebut terpampang dengan ukuran cukup besar di bagian belakang monitor.

Selain logo yang besar, saya juga menemukan sebuah penyangga monitor yang terbuat dari besi. Ditopang dengan tiga kaki, di mana dua kaki besar dan satu kecil yang terbuat dari besi membuat monitor ini terasa sangat kokoh.

Seperti monitor ROG lainnya, Asus juga menyematkan lampu sorot berwarna merah di bagian atas dan bawah tiang penyangga monitor. Bila di bagian atas logo ROG tak dapat dilepas, namun di bagian bawah pengguna dapat memilih untuk menggunakan logo ROG atau polos saja. Bahkan bila mau, mereka bisa membuat logo sendiri.

Oh iya, tidak seperti versi monitor gaming layar melengkung mereka, pengguna dapat menggunakan layar ini secara vertikal dan horizontal. Asus juga memberikan pengaturan tinggi dan sudut layar yang cukup besar di layar ini.

Tak ketinggalan, penyangga ini juga dapat dilepas, dan para pengguna dapat menggunakan dudukan yang ada sebagai dudukan VESA, untuk ditempel langsung di dinding menggunakan plat penyangga lain.

Terakhir, bingkai dari layar ini pun terlihat sangat tipis. Hal ini membuat ukuran total dari layar ini tidak terlihat seperti layar-layar lain yang berukuran 27 inci. Jadi, tidak membuat ruangan terlihat cukup sesak.

Konektivitas lengkap namun terbatas

Meski merupakan monitor dengan resolusi 4K dan HDR, konektor yang terdapat di perangkat ini pun terlihat sangat minim, tapi cukup lengkap. Saya hanya melihat satu DisplayPort 1.4 dan satu HDMI 2.0 untuk menghubungkan layar ini.

Tapi, untuk mendapatkan kemampuan HDR yang paling sempurna, saya pun menggunakan DisplayPort 1.4 untuk menghubungkannya ke GPU RTX 2080Ti. Selain itu, tidak banyak fitur tambahan. Pengguna hanya akan mendapatkan dua port USB 3.0 di bagian belakang layar. 

Satu-satunya fitur fisik lainnya adalah kontrol untuk OSD. Tombol pengaturan ini ada di tepi kanan belakang layar dan terdiri dari joystick mini dan empat tombol. Semua tombol bekerja dengan sangat baik dan memudahkan saya untuk menavigasi OSD dan menyiapkan segala sesuatunya.

Panel IPS dengan kecerahan yang pas

Asus pun menggunakan layar IPS dengan teknologi full-array local dimming (FALD) di 384 zona. Hal ini membuat mereka dapat menampilkan pencitraan layar yang sangat baik di kelasnya.

Ada beberapa fitur lain yang sangat menarik, terutama bagi para gamer. Monitor ini sudah mendukung resolusi 4K dan dapat berjalan di refresh rate 144Hz. Jadi, layar ini akan dapat menampilkan frame rate yang sangat tinggi.

Tak ketinggalan, ada juga teknologi G-Sync Nvidia untuk menghilangkan ‘screen tearing’ dan ‘hiccup’ saat bermain gim. Jadi, layar ini juga sangat cocok bagi para gamer yang ingin mendapatkan pengalaman gaming yang sempurna. Tapi perlu diingat, mereka harus menggunakan GPU Nvidia untuk mendapatkan teknologi ini.

Oh iya, saya juga sangat menyukai karakteristik warna yang baik serta kecerahan yang baik meski fitur HDR tidak dinyalakan. Hal ini karena Asus mengklaim bahwa layar dari monitor ini memiliki 97,5 persen cakupan ruang warna sRGB dan skor E Delta 0,14.

Sudut pandang dari layar ini pun sangat baik. Tapi, perlu saya katakan bila saya masih dapat melihat beberapa titik cahaya yang bocor meski tak sebesar layar-layar lain yang memiliki harga yang jauh lebih murah.

Cocok buat nonton dan bermain gim

Tak ketinggalan, saya pun mencoba untuk merasakan fitur HDR yang ada di layar ini. Dan benar saja, pada saat saya aktifkan mode HDR, kualitas warna yang dihasilkan pun berubah dengan drastis.

Tapi, pada saat pertama kali menyalakan fitur ini, tingkat kecerahannya cukup kurang nyaman di mata saya. Untungnya, hal ini bisa diakali dengan menurunkan tingkat kecerahan layar baik secara langsung di menu monitor atau melalui Windows.

Beberapa tes pun saya lakukan. Saya mencoba memutar konten HDR di YouTube dan beberapa video HDR 4K. Beberapa kali saya mengaktifkan dan menonaktifkan HDR untuk melihat perbedaan kualitas warna yang ditampilkan.

Begitu juga pada saat saya menonton beberapa film di Netflix. Secara otomatis, Netflix mendeteksi layar ini memiliki fitur HDR, dan memungkinkan saya untuk menonton di kualitas HDR.

Jujur, saya sangat menikmati menonton konten di layar ini. Bahkan, rasanya saya tidak ingin kembali ke layar biasa setelah menggunakan layar ini selama dua minggu. Rasanya, seakan mata saya dibawa ke surga.

Oh iya, pengalaman saya dalam bermain gim pun sangat menyenangkan. Selain berkat teknologi G-Sync dan refresh rate 144Hz, mode HDR pun cukup memanjakan mata saya saat bermain gim.

Baik pada saat menonton konten atau bermain gim, saya merasakan perbedaan yang sangat signifikan. Warna yang dihasilkan pun sangat jauh berbeda. Namun, beberapa orang di tim Tek.id menyebut bila kontras dari mode HDR sangat menyakitkan mata mereka. Yah, mungkin saja karena mereka belum terbiasa menggunakan layar dengan harga puluhan juta.

Kesimpulan: mahal tapi bikin ketagihan

Dibanderol dengan harga Rp38 juta, Asus ROG Swift PG27UQ memang bukan untuk orang biasa. Mungkin, Asus ingin menjual layar ini ke mereka yang sudah memiliki komputer high-end dan ingin menikmati pengalaman grafis yang memukau saat menonton konten atau bermain gim.

Atau mungkin, mereka juga ingin menjual layar ini kepada konten kreator karena akurasi warnanya yang sangatlah tinggi.

Terlepas dari semua hal di atas, saya pun harus mengakui, layar ini membuat saya ketagihan. Rasanya, saat menonton konten dan bermain gim dengan mengaktifkan mode HDR, sangat memanjakan mata saya.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: