Review GPU

Review Asus ROG Strix 2080 ti, jangan galau setelah baca ini bosque

Dihargai Rp20 juta-an, GPU Asus ROG Strix RTX 2080 ti ini memang ditujukan bagi mereka yang ingin bermain game pada resolusi 4K dengan pengaturan grafis tertinggi.

Review Asus ROG Strix 2080 ti, jangan galau setelah baca ini bosque Asus ROG Strix RTX 2080 ti (Tek.id | Chandra)

Tahun baru sepertinya cocok untuk menambah perangkat baru untuk komputer gaming Anda. Hal ini karena selama tahun 2018, banyak komponen baru yang diluncurkan. Salah satu hal yang menarik adalah hadirnya GPU generasi terbaru NVIDIA, yakni seri RTX. Untuk pertama kalinya, pengguna dapat mengaktifkan teknologi Ray Tracing dalam komputer gaming mereka.

Beruntung, Tek.id mendapat kesempatan untuk mencicipi salah satu jajaran kartu RTX NVIDIA, yakni Asus ROG Strix RTX 2080 ti. Bagaimana kemampuan kartu grafis ini dalam melahap gim AAA saat ini? Jika penasaran, silakan simak ulasannya berikut ini.


BACA JUGA

Asus PB60G, mini workstation bertenaga besar

RDX Quikstor, solusi praktis backup data buat usaha kecil dan menengah

Rapoo V20 Pro, mouse berat tapi nyaman


Perangkat yang digunakan

Untuk melakukan pengetesan kali ini, saya menggunakan beberapa hardware yang dapat mendukung pengetesan. Saya menggunakan prosesor dari Intel, yakni Core i9 9900K yang berjalan di motherboard Asus ROG Maximus XI Extreme.

Saya juga menggunakan RAM dual channel 16GB yang berjalan di 3200mhz. SSD sebesar 1 TB juga saya gunakan untuk mengurangi loading time dalam membuka sebuah aplikasi untuk menguji kartu grafis ini.

Tak ketinggalan, untuk pembanding, saya juga menggunakan kartu grafis lain yakni Radeon Vega 64, yang merupakan GPU terkuat yang dimiliki oleh AMD. Soal daya, saya menggunakan PSU 800 Watt dengan rating 80+ Gold.

Soal layar, kami menggunakan Asus Designo MZ27AQ yang memiliki resolusi native 1140p.

I/O lengkap dengan RGB 

Seperti seri ROG Strix lainnya, Asus memang all-out dalam membangun kartu grafis ini. Mereka memberikan I/O yang sangat lengkap untuk para gamer yang membeli kartu grafis ini.

Di bagian belakang, perusahaan asal Taiwan tersebut menyematkan total 5 port untuk menampilkan grafis ke layar. Dua merupakan HDMI 2.0b, dua lagi merupakan Displayport 1.4, dan satu lagi merupakan USB C.

Selain itu, Asus juga memberikan LED RGB di seluruh kartu ini. Pada saat komputer menyala, baik di bagian depan, atas, dan belakang, lampu RGB yang ada di kartu ini pun menyala.

Semua lampu RGB ini dapat dikendalikan menggunakan aplikasi milik mereka, yakni Aura Sync. Dengan menggunakan aplikasi ini, pengguna dapat mensinkronisasi semua RBG sesuai keinginan mereka.

Nah, bagi Anda yang tidak menyukai ada lampu yang menyala di GPU, Asus pun memberikan sebuah tombol untuk menonaktifkannya. Jadi, pengguna tidak harus masuk ke aplikasi untuk menonaktifkan RGB di GPU mereka.

Pendinginan hebat, cocok buat di-overclock

Sebelum masuk ke bagian performa, ada baiknya saya menyinggung masalah pendinginan dari GPU ini. Seperti biasa, Asus menggunakan tiga kipas pendingin untuk kartu grafis dengan tenaga sebesar ini.

Namun, hal yang paling menarik adalah Asus memberikan desain blok pendingin setebal 2,7 slot. Dipadukan dengan dua heat pipe, performa pendinginannya sangat baik dalam keadaan normal serta memiliki ruang yang cukup besar untuk di overclock.

Terlebih lagi, ada juga penggunaan dua 8 pin power, sehingga kartu ini bisa mendapatkan pasokan daya yang besar saat ingin di overclock.

Performa yang sangat mengagumkan

Sebelum masuk ke pengetesan, Asus ROG Strix RTX 2080 ti yang kami gunakan memiliki total RAM sebesar 11 GB. Soal kecepatan, dalam keadaan standar GPU ini dapat mencapai kecepatan 1350 MHz dengan boost hingga 1650 MHz. 

Tak ketinggalan, kartu ini juga memiliki tenaga Cuda 4352 poin, dengan Memory Clock 14000 MHz. Nvidia merekomendasikan PSU minimal 650 watt untuk menjalankan GPU ini.

Dalam pengetesan, RTX 2080 ti mampu menunjukkan kemampuannya sebagai kartu grafis konsumer dengan tenaga yang sangat besar. Kartu grafis ini dapat mengasapi Radeon Vega 64 milik AMD dengan skor yang cukup jauh.

Berikut ini tabel perbandingan kedua kartu grafis :

Sayang, hingga tulisan ini dibuat, kami belum bisa melakukan benchmark sintetis terhadap kemampuan Ray Tracing yang ada di kartu ini. Hal ini dikarenakan alat benchmark untuk mengetes teknologi tersebut baru akan hadir pertengahan Januari mendatang.

Di sisi benchmark gim, RTX 2080 ti kembali mendapatkan hasil yang gemilang. GPU ini berhasil menjalankan gim AAA dengan FPS di atas 100 fps di resolusi 1400p pada pengaturan grafis tertinggi.

Tak puas, saya pun mencoba bermain gim di resolusi yang lebih tinggi, yakni 4K. Dan benar saja, saya tetap dapat merasakan pengalaman gim yang sangat baik menggunakan kartu ini, meski pengaturan grafis saya atur ke tingkat paling tinggi.

Kesimpulan: cocok buat gamer berkantong tebal

Dihargai Rp27 juta-an, GPU ini memang ditujukan untuk gamer berkantong tebal yang ingin bermain gim kasual. Hal ini dikarenakan Asus ROG Strix RTX 2080 ti ini dapat melibas gim AAA di resolusi 4K sekalipun.

Ditambah dengan kemampuan overclock yang mumpuni, kartu ini ditujukan untuk mereka yang ingin bermain gim dengan grafis tertinggi di resolusi 4K. Belum lagi, Asus ROG Strix RTX 2080 ti ini juga dilengkapi dengan LED RGB, yang akan membuat komputer penggunanya terlihat sangat kekinian.

 
Asus ROG Strix RTX 2080 ti
Bagus ...
  • Bermain gim 4k di pengaturan tertinggi dengan lancar
  • RGB dimana-mana
  • I/O melimpah
Kurang ...
  • Mahal
Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: