sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id benq
Rabu, 15 Nov 2017 18:40 WIB

Kamera Moto G5S Plus: bagus di luar ruang saja

Sebagai jurnalis, saya membawanya ke lokasi-lokasi peluncuran produk dan objek foto di dalam ruang yang minim cahaya.

Moto G5S Plus hadir bertepatan dengan kemunculan Xiaomi Mi A1, Vivo V7 Plus, dan Asus ZenFone 4 Max Pro. Semuanya berada di kelas yang hampir sama.

Konsumen pun bingung: mana yang paling cocok dengan kebutuhan mereka?

Kami sudah menguji Asus ZenFone 4 Max Pro, Vivo V7 Plus, dan Xiaomi Mi A1. Banyak yang mensejajarkan Moto G5S Plus dengan Xiaomi Mi A1. Secara spesifikasi, harga, dan dua kamera sebagai fitur unggulan, memang keduanya adalah head-to-head.

Namun, saya ingin mengulas Moto G5S Plus dengan sudut pandang lain: menulisnya sebagai seorang yang benar-benar butuh sebuah kamera smartphone yang baik dengan harga terjangkau.

Jan Huckfeldt, CMO mobile business group Motorola, kebetulan pernah sesumbar bahwa mereka punya produk kelas menengah dengan rasa premium. Apakah itu sekadar klaim semata? atau memang Motorola mampu menanamkan fitur premium di kelas menengah mereka?

Kamera

Kamera utama Moto G5S Plus pastilah menjadi pusat perhatian smartphone ini. Dua kamera berderet di belakang dengan kontur yang agak menonjol. Kontur menonjol ini kurang menguntungkan karena tiap kali diletakkan di meja, akan selalu terbentur. Tapi, ini memang konsekuensi wajar ketika vendor ingin membuat perangkat tipis dengan kamera bagus. Apple pun mengalami hal sama, termasuk di iPhone X.

Moto G5S Plus memiliki kombinasi dua kamera belakang bersensor 13+13 MP. Kamera Moto G5S Plus menggunakan UI bawaan Google. Semua fitur utama ada di atas dan bawah layar. Ini memudahkan saya berpindah fitur ke HDR, Low Light, Flash, Video Recorder, dan tombol shutter. Untuk mengaktifkan fitur dual kamera, saya harus menyentuh menu tiga titik di pojok kanan bawah.

Keduanya mampu menghasilkan gambar bokeh. Bokehnya benar-benar bokeh. Fokus objek di depan memang menonjol dengan bayangan blur yang rapi di belakang. 

Kelemahan kamera Moto G5S Plus ini mulai tampak ketika dibawa ke dalam ruangan. Minimnya cahaya, apalagi panggung-panggung dengan penerangan lampu sorot, membuyarkan fokus dan kualitas Moto G5S Plus.

Kendati demikian, efek bokeh masih bisa saya gunakan di dalam ruangan dengan penerangan yang baik. Hasilnya tidak secantik memotret di luar ruangan yang berlimpah cahaya matahari alami.

Sebagai seorang jurnalis, saya tidak merekomendasikan Moto G5S Plus sebagai teman liputan. Saya kurang puas dengan jepretannya terutama ketika memotret panggung peluncuran produk. Selain karena kurangnya cahaya, lampu sorot di belakang panggung merusak gambar hasil jepretan saya.

Kamera depan Moto G5S Plus biasa-biasa saja. Penyakitnya pun sama dengan kamera utama, yakni lemah di dalam ruangan yang minim cahaya.

Kamera Moto G5S Plus cocok bagi yang aktif memotret pemandangan di luar ruang. Kalaupun mau memotret di dalam ruangan, harus memperhatikan tata lampu untuk memaksimalkan kamera smartphone ini.

    Share
    back to top