Review earphone SoundMagic ES18

Harga murah, suara hampir alami

Di sini saya akan mengulas earphone SoundMagic ES18. Merek tersebut memang agak terdengar asing. Namun bagaimana kualitas suaranya?

Harga murah, suara hampir alami

Seiring dengan semakin banyaknya smartphone yang menawarkan pemutar musik andal, para penggunanya juga sering mendengarkan musik lewat perangkat tersebut, apalagi saat ini sudah banyak tawaran aplikasi streaming musik seperti Spotify. Namun, entah untuk mengurangi biaya produksi atau hal lain, membeli smartphone baru tidak selalu disertakan oleh earphone di dalam kemasannya. Salah satu pabrikan earphone asal China, SoundMagic menawarkan produk terjangkau yang salah satunya dapat digunakan untuk mengatasi masalah absennya earphone ketika membeli smartphone baru.

Desain

Tidak banyak yang dapat dideskripsikan untuk desain SoundMagic ES18. Pasalnya, earphone yang menganut tipe in-ear tersebut dirancang secara simpel tanpa desain khusus agar mengikuti anatomi telinga. Artinya, tidak ada perbedaan bentuk antara unit driver kiri dan kanan seperti earphone Panasonic Ergofit. Dengan demikian, Anda dapat memakai unit driver kanan di telinga sebelah kiri atau sebaliknya.


BACA JUGA

Ini dia earphone nirkabel pertama Skullcandy

Lima headset baru Plantronics mendarat di Indonesia

Dolby mulai masuk ke pasar headphone nirkabel


Pemakaian yang terbalik tidak akan menjadi masalah selama Anda menggunakannya untuk mendengarkan musik. Pasalnya, jika digunakan untuk menonton video, efek suara dan gambar tidak akan menghadirkan pengalaman yang terlalu baik. Berbicara tentang orientasi kiri dan kanan, SoundMagic menandainya di unit driver untuk pemakaian di masing-masing telinga.

Pertama kali saya membuka ES18 dari kemasannya, kedua kabel unit driver menyatu. Anda harus memisahkannya secara manual sesuai selera. Namun Anda jangan takut terlalu panjang memisahkan kabelnya tersebut karena ada penahan di sekitar 1/4 bagian kabelnya. Setelah memisahkan masing-masing kabel unit driver, Anda tidak dapat menyatukannya kembali. Sistem kabel tersebut membuat saya teringat dengan earphone awal tahun 90-an, waktu pemutar kaset portabel masih merajalela, salah satunya adalah Sony Walkman.

Sama seperti earphone di kelasnya, SoundMagic ES18 memiliki panjang kabel 1,2 meter. Kabel ini memiliki lapisan luar menyerupai karet dan hingga ke penutup jack 3,5 mm yang menyerupai huruf ‘L’. Jack milik ES18 dilengkapi lapisan emas yang menjanjikan suara yang lebih baik dibandingkan dengan jack biasa. Penggunaan bahan karet memang lebih enak digenggaman tangan, tetapi menyebabkannya lebih mudah kusut ketika saya menaruhnya di kantung celana.

Kabel tersebut cukup kuat, karena saya pernah tidak sengaja membuatnya menyangkut dan tertarik sangat keras dari telinga. Hasilnya? Earphone masih berfungsi dengan baik. Sayangnya, tidak ada mikrofon dan tombol di kabel sehingga Anda tidak dapat menggunakan ES18 untuk melakukan percakapan lewat telepon.

Bahan yang digunakan untuk masing-masing driver unit adalah plastik, dengan ujung yang berbahan karet. SoundMagic menyediakan 3 pasang ujung karet tersebut yang berfungsi untuk menyesuaikan lubang telinga masing-masing pengguna. Selain bermanfaat untuk kenyamanan telinga, memilih ujung karet unit driver yang tepat juga berfungsi untuk mengisolasi udara luat sehingga suara yang didapatkan lebih optimal. Kebetulan lubang telinga saya sudah cocok dengan ujung karet yang telah dipasang dari dalam kemasan, jadi tidak perlu menggantinya dengan yang lain.

Performa

Dari sisi spesifikasi teknis, driver milik ES18 memiliki ukuran diameter 10mm dengan magnet neodymium. Saya memulai dengan mendengarkan lagu “Crash and Burn” oleh Savage Garden. Intro pada musik ini menghadirkan instrumen yang berbunyi bergantian dari kanal kiri dan kanan secara cepat. Separasi stereo yang dilantunkan cukup terdengar dengan baik. Namun saya merasa efek stereo pada intro tersebut kurang ‘terpisah jauh’ dari semestinya. Suara sang vokalis, Darren Hayes, terlantunkan dengan baik di awal-awal lagu.

Setelah mulai masuk ke bagian reff, suara vokal utama terasa agak terdominasi oleh bass. Selain itu, suara frekuensi tinggi juga agak ikut menutupi suara vokal utama. Backing vokal terkadang juga terdengar lebih lantang dibandingkan dengan suara vokal utama. Sedangkan suara frekuensi bass terdengar bagus. Sayangnya, SoundMagic ES18 kurang mampu menangani frekuensi menengah di hampir sepanjang lagu.

Lagu selanjutnya yang saya putar adalah “Jumpin', Jumpin'” milik Destiny's Child. Bass yang dihadirkan pada lagu beraliran R&B ini terdengar sangat dalam dan memang cocok untuk musik ini. Namun sekali lagi, lantaran SoundMagic ES18 kurang mampu menangani frekuensi menengah dengan baik, jadinya ‘warna’suara bass yang terdengar itu-itu saya. Maksudnya adalah, lagu ini memiliki beberapa karakteristik suara bass, namun ES18 kurang mampu menghadirkan karakteristik tersebut. Meski demikian, vokal yang dilantunkan terdengar jelas dengan separasi stereo yang andal. Selain itu, suara bass tidak terdistorsi meski saya meningkatkan volume hingga maksimal.

Oiya, saya memutar kedua lagu tersebut menggunakan aplikasi steaming musik Spotify dengan kualitas terbaik.

Kesimpulan

Saya suka performa bass pada earphone SoundMagic ES18. Suara frekuensi tinggi yang dilantunkan juga dapat meningkatkan kejernihan suara vokal. Seandainya earphone tersebut juga mampu menangani suara frekuensi menengah dengan sangat baik, maka akan cocok untuk semua aliran musik. Dengan banderol harga Rp 129.000, menurut saya performa yang dimiliki oleh earphone SoundMagic ES sudah terbilang baik apalagi jika Anda tipe orang yang sering mendengarkan musik R&B atau sejenisnya.

 
SoundMagic ES18
Bagus ...
  • Bass bagus
  • Kabel berbahan karet
Kurang ...
  • Frekuensi menengah kurang
  • Aliran musik pop kurang alami
Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: