sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id oppo
Rabu, 06 Mei 2020 10:13 WIB

ChatAja, aplikasi pesaing WhatsApp yang bisa diajak curhat

Di aplikasi pesan instan ChatAja yang dibuat oleh anak Indonesia, tidak hanya dapat berkirim pesan, tapi pengguna juga bisa berkonsultasi via chat serta melakukan video meeting melalui laman UMeetMe.

ChatAja, aplikasi pesaing WhatsApp yang bisa diajak curhat
Source: ChatAja

Aplikasi pesan instan berbasis Cloud bernama ChatAja merupakan aplikasi buatan anak bangsa. ChatAja dibuat oleh Reza Akhmad Gandara yang memiliki visi membuat aplikasi pesan yang tidak memakan banyak ruang. Reza mengembangkan aplikasinya ini, dengan sistem penyimpanan cloud, sehingga ChatAja tidak menggunakan banyak ruang di memori pengguna.

Ketika Saya pertama kali mencoba ChatAja, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah membuat akun dengan nomor telepon. Setelah itu Saya dikirimkan kode OTP untuk dimasukkan pada langkah selanjutnya, baru Saya bisa mengisi profil. Tampilan ChatAja hampir mirip dengan aplikasi pesan instan yang digunakan lebih dari sejuta umat, yakni WhatsApp. Namun bedanya, ChatAja tidak memiliki fitur Status. Sebagai gantinya, aplikasi ini memiliki menu bar Jelajah yang tidak dimiliki Whatsapp. Selain Jelajah, ada dua menu bar lainnya yakni Pesan dan Kontak.

Seperti yang kita temui di Whatsapp, menu bar Pesan di ChatAja berisi kumpulan chat yang kita lakukan. Sementara menu Kontak, berisi kontak ChatAja yang Anda miliki. Di menu ini Anda bisa menambahkan kontak dengan mengisi nomor telepon dan nama. Nah, bar yang ketiga inilah yang tidak ada di Whatsapp yakni Jelajah. Jelajah berisi akun-akun resmi dan kanal yang dapat kita hubungi. Akunnya beragam, yang paling baru adalah tab Kesehatan yang mengategorikan akun terkait kesehatan dan Covid-19.

Jika Whatsapp didominasi dengan warna hijau dan putih, ChatAja mengusung warna merah dan putih. Mungkin tujuannya ingin menunjukkan nasionalitas negeri karena aplikasi buatan orang Indonesia. Menurut Saya, desain keseluruhannya sangat sederhana sehingga mudah digunakan oleh berbagai kalangan. Fitur-fitur dan tombolnya juga diletakkan di tempat yang familiar sehingga mudah diakses. Hanya saja, Saya merasa butuh waktu untuk tersambung dengan server.

 

tampilan 3 bar di ChatAja

 

Untuk berkirim pesan di ChatAja, lawan bicara Anda harus juga memiliki akun di ChatAja. Untuk menambahkan kontak, Anda cukup menekan simbol (+) yang ada di pojok kanan bawah layar pada menu Kontak. Tampilan ruang chat-nya pun mirip dengan Whatsapp. Terdapat menu stiker, lampiran, dan kamera. Anda bisa melampirkan berkas, galeri, dokumen, kontak, rekaman suara, dan lokasi. Mirip bukan dengan Whatsapp? Oh iya, opsi notifikasi juga bisa ditemukan di pojok kanan atas ruang obrolan.

 

Tampilan chat room di CHatAja

 

Saya pun mencoba mengirim pesan ke kerabat Saya yang juga sudah memiliki akun ChatAja. Saat pesan itu terkirim, centang yang ada di samping pesan Saya akan berubah menjadi dua. Namun, apabila belum terkirim, akan muncul ikon jam. Lalu, centang dua di pesan Saya berubah warna menjadi biru yang menandakan pesan itu telah dibaca. Konsep ini mungkin sudah familiar bagi pengguna karena konsep yang sama banyak diterapkan di berbagai aplikasi pesan instan lain. Keseruan yang Saya temukan dari fitur chat di ChatAja adalah stikernya. Tidak hanya emoji, ChatAja juga memiliki stiker-stiker lucu yang tampaknya memang default dari aplikasi ini.

Sebagai standar fitur dari aplikasi pesan instan, ChatAja juga memiliki fitur panggilan telepon dan video. Sayangnya fitur ini masih dalam pengembangan, sehingga sampai berita ini dipublikasikan, fitur panggilan suara maupun video belum dapat digunakan. 

 

Layanan konsultasi lewat Akun resmi Simply

Beralih ke menu bar Jelajah, Saya melihat empat bar yang terdiri dari bar Kesehatan – yang baru saja diluncurkan, Akun Resmi, Akun Kanal, dan Semua Akun. Fitur ini Saya rasa sama halnya dengan akun resmi yang ada di aplikasi Line. Anda bisa membuka ruang obrolan pada akun tersebut dan setiap akun memiliki fiturnya masing-masing sesuai apa yang ditawarkan.

Di akun-akun tersebut, Saya bisa menikmati fitur yang dimiliki masing-masing akun. Di Akun Resmi, terdapat akun-akun yang bisa Saya tanyakan seputar topik yang sesuai bidangnya. Misalnya akun Blanja Super Deals untuk mengetahui promo terkini atau DigiLearn untuk menanyakan pembelajaran di sana yang terintegrasi dengan Telkomsel. Sementara Akun Kanal, isinya lebih interaktif. Saya bisa bermain gim di Channel GameQoo melalui tautan yang diberikan atau Channel Langit Musik yang berisi video musik dan tautan Youtube musisi Indonesia. Akun-akun yang terintegrasi dalam ChatAja memang merupakan akun resmi dari perusahaan terkait. 

Uniknya, salah satu akun resmi yang juga baru dikenalkan ChatAja beberapa waktu lalu yakni Simply, menawarkan layanan konsultasi atau curhat mengenai masalah apa pun. Layanan ini akan dibimbing oleh admin Simply yang berlatar belakang S1 Psikologi. Layanan curhat online ini ditujukan bagi para karyawan ataupun siswa-siswi yang kondisi mental atau perasaannya mulai terganggu karena terlalu lama berada di dalam rumah.

Ketika mengklik akun Simply, Saya dibawa ke ruang obrolan. Lalu, pesan “Hai” terkirim secara otomatis dari akun Saya ke Simply. Setelah itu, Simply akan membalas dengan penjelasan singkat mengenai layanannya. Di pesan itu disebutkan tim Associate Psikolog Simply yang terdiri dari 6 psikolog.

Sebelum memulai konsultasi, Simply akan meminta informasi dasar pengguna, di antaranya nama panggilan, usia, tempat tinggal, kegiatan saat ini, alamat email, dan topik yang ingin dibicarakan. Di sini Simply menjabarkan 18 topik pembicaraan dan memberikan pilihan Lainnya, apabila topik yang dimaksud tidak tercantum. Baru setelah itu, Anda dapat meluapkan isi hati dan akan ditanggapi oleh admin Simply.

 

Tampilan layanan konsultasi dengan akun Simply

 

Perlu diketahui, layanan konsultasi di Simply tidak tersedia untuk 24 jam. Terdapat jam operasional dari para admin untuk membalas pesan kita. Adapun jam operasional berjalan pada hari Senin – Jumat pukul 9 pagi hingga 9 malam dan tidak beroperasi pada tanggal merah. Saya rasa, layanan ini akan membantu khususnya bagi anak muda atau karyawan muda yang mulai bosan dengan kegiatan dan orang-orang yang lebih banyak di rumah. Sayangnya saya belum dapat menjelaskan lebih jauh terkait pengalaman saya menggunakan Simply karena fitur ini tampaknya masih dalam pengembangan. Akun Simply sudah saya coba, namun responsnya masih cukup lambat. Saya berharap fitur ini dapat dikembangkan lebih lanjut karena akan menjadi nilai lebih dibanding aplikasi pesan instan lainnya. 

 

UMeetMe, layanan video meeting dari ChatAja

Oh iya, setelah melakukan penelusuran Saya menemukan ternyata ChatAja memiliki fitur video meeting bernama UMeetMe! Fitur ini Saya temukan di laman resmi ChatAja. Untuk memulai panggilan video meeting, Saya perlu membuka laman UMeetMe lalu mengisi nama room. Setelah itu Saya dapat memasuki ruangan yang Saya buat sendiri. Untuk mengundang partisipan, terdapat link atau tautan yang bisa dibagikan.

Konsep UMeetMe ini layaknya platform telekonferensi, seperti Microsoft Teams. Pasalnya UMeetMe juga memiliki kolom chat yang bisa disembunyikan atau dimunculkan seperti di Teams. Ada juga fitur berbagi layar yang kini dimiliki hampir semua platform tekekonferensi. Untuk memulai video di UMeetMe, Anda tidak perlu mempunyai akun ChatAja atau akun UMeetMe. Anda hanya perlu membuat room kemudian membagikan link agar partisipan bisa masuk. Link room bisa diberikan kata sandi atau tidak untuk memberikan opsi keamanan ganda bagi pengguna.

Menariknya UMeetMe memungkinkan Saya mengatur kualitas video dan berbagi video Youtube di layar. Ternyata fitur yang ditawarkan ChatAja sebagai platform buatan anak bangsa memang lengkap. Tidak hanya pesan instan, ada juga layanan-layanan bermanfaat pada fitur Jelajah, serta video meeting UMeetMe. Dengan pengembangan lebih lanjut, saya rasa aplikasi ini mampu memikat banyak pengguna berkat fiturnya yang kaya.

 

tampilan UMeetMe di laman resmi ChatAjapetunjuk penggunaan UMeetMe

Share
×
img
×
tekid
back to top