Riset di Kanada Ungkap Kebiasaan Main Ponsel Sebelum Tidur Tak Selalu Ganggu Kualitas Istirahat
Riset di Kanada menemukan tidak selalu ada dampak negatif penggunaan ponsel sebelum tidur. Pengaruhnya tergantung kebiasaan, usia, dan cara penggunaan.
Ilustrasi bermain ponsel sebelum tidur. dok. Freepik
Selama ini, anjuran untuk menjauhkan ponsel sebelum tidur dianggap sebagai aturan penting demi menjaga kualitas istirahat.
Namun, riset terbaru dari sejumlah universitas di Kanada menunjukkan temuan yang berbeda.
Studi yang melibatkan lebih dari 1.300 responden dewasa ini menemukan tidak ada hubungan yang jelas antara penggunaan ponsel sebelum tidur dan buruknya kualitas tidur.
Menariknya, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa pengguna ponsel yang sangat sering maupun yang jarang menggunakannya sebelum tidur justru cenderung melaporkan kualitas tidur lebih baik dibandingkan mereka yang berada di tingkat penggunaan sedang.
- realme 16 Series 5G Hadirkan Classic Tone ala Kamera Profesional, Vibe Master Mode dan NEXT AI Bikin Foto Makin Estetik
- Strategi Mobile-First Infinix di Ekosistem Grab Cetak Penjualan 4.000 Unit dalam 60 Detik
- Poco F8 Series Resmi Meluncur, Skor AnTuTu Tembus 3,9 Juta di Versi Ultra
- Ponsel Lipat Kembali Populer, Ini Perjalanan dan Teknologi di Baliknya
Temuan ini memunculkan dugaan bahwa faktor seperti usia, kebiasaan, serta jenis aktivitas yang dilakukan di ponsel berperan lebih besar daripada paparan cahaya layar itu sendiri.
Meskipun demikian, para peneliti tetap menekankan pentingnya pola penggunaan yang teratur dan disesuaikan dengan rutinitas masing-masing.
Aktivitas yang menenangkan, seperti membaca e-book atau mengecek agenda esok hari, dinilai lebih aman dibandingkan scrolling media sosial atau mengikuti diskusi daring yang intens, kegiatan yang berpotensi memicu emosional dan membuat tubuh sulit rileks.
Untuk mengetahui kebiasaan mana yang paling cocok, para ahli menyarankan melakukan pemantauan selama dua minggu: mencatat waktu penggunaan ponsel, aktivitas yang dilakukan, serta kualitas tidur yang dirasakan.
Jika seseorang terbiasa menggunakan ponsel sebelum tidur namun tetap bangun dalam kondisi segar, rutinitas tersebut mungkin tidak perlu diubah.
Sebaliknya, bila kualitas tidur menurun, mengurangi penggunaan ponsel menjelang waktu tidur masih menjadi langkah paling mudah dan teruji untuk memperbaiki ritme istirahat.
Kesimpulannya, tidak ada satu aturan yang berlaku untuk semua orang. Efektivitas kebiasaan sebelum tidur bergantung pada gaya hidup, kondisi fisik, ritme biologis, dan respon otak terhadap stimulasi digital.
Yang terpenting adalah menemukan pola yang menduk









