Kaspersky dan BSSN Perbarui MoU, Perkuat Ketahanan Siber Indonesia Hadapi Ancaman Digital
Kaspersky dan BSSN perbarui MoU untuk perkuat ketahanan siber Indonesia, fokus pada kebijakan, teknologi, dan pengembangan SDM.
Kaspersky dan BSSN Perkuat MoU ketahanan siber Indonesia. dok. Kaspersky
Kaspersky dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) memperbarui Nota Kesepahaman (MoU) untuk memperkuat ketahanan siber nasional di tengah meningkatnya kompleksitas ancaman digital.
Perpanjangan kerja sama ini menandai babak baru kolaborasi strategis kedua pihak yang telah dimulai sejak 2021.
Selama lima tahun terakhir, kemitraan tersebut mencakup berbagai kegiatan, mulai dari pertukaran pengetahuan, pelatihan teknis, hingga partisipasi dalam forum keamanan siber internasional.
Dalam MoU terbaru, Kaspersky dan BSSN sepakat memperdalam kerja sama di empat bidang utama, yakni kebijakan keamanan siber, kerja sama internasional, kolaborasi teknis, serta pengembangan kapasitas dan kesadaran publik.
- Ancaman Siber Meningkat Tajam di Indonesia, Kaspersky Soroti Peran AI dan SOC sebagai Kunci Pertahanan
- Trojan SparkCat Kembali Menyusup ke App Store dan Google Play, Incar Data Kripto Pengguna
- Penipuan Digital Kian Terorganisir, VIDA dan Gita Wirjawan Soroti Ancaman AI dan Krisis Kepercayaan
- F5 Perkuat Keamanan Aplikasi di Era AI dan Pascakuantum dalam Satu Platform Terpadu
Fokus ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapan Indonesia dalam menghadapi ancaman siber yang terus berkembang.
Director of Government Affairs and Public Policy Kaspersky Asia Pasifik dan Jepang, Heng Lee mengatakan kolaborasi ini menjadi langkah penting dalam memperkuat ekosistem digital nasional.
“Kami berharap dapat berkontribusi secara berarti untuk lingkungan digital yang lebih aman dan tangguh di Indonesia,” ujarnya.
Deputi Kebijakan Strategi Keamanan Siber dan Kriptografi BSSN R. Tjahjo Khurniawan mengatakan kolaborasi dalam menghadapi ancaman yang semakin kompleks sangatlah penting.
“Kami berharap dapat bersama-sama meningkatkan kesadaran dan membangun generasi baru ahli yang mampu menjawab tantangan keamanan siber,” katanya.
Managing Director Kaspersky Asia Pasifik Adrian Hia menambahkan penguatan ketahanan siber menjadi krusial seiring percepatan transformasi digital di Indonesia.
Data Kaspersky menunjukkan, sepanjang 2025 terdapat lebih dari 14,9 juta serangan berbasis internet yang menargetkan pengguna di Indonesia.
Angka ini menjadi indikator nyata bahwa ancaman siber tidak hanya meningkat dari sisi jumlah, tetapi juga kompleksitasnya.
Melalui kerja sama ini, kedua pihak juga akan mendorong pengembangan kebijakan, pertukaran intelijen ancaman global, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor keamanan siber, baik di sektor publik maupun swasta.









