Kronik Huawei, digrogoti organisasi standarisasi internasional

Tubuh Huawei saat ini tengah digerogoti dari luar dan dalam. Beberapa badan dan organisasi penetapan standar internasional telah mencabut keanggotaan Huawei. Dampaknya sejauh mana?

Kronik Huawei, digrogoti organisasi standarisasi internasional

Beberapa organisasi badan standar global telah mengeluarkan Huawei dari daftar keanggotaan mereka. Hal ini memengaruhi dasar hukum dan menghalangi pengembangan serta biaya di industri secara lebih luas lagi.

Dalam keterangan mereka pada Nikkei Asian Review, Huawei menilai, tindakan organisasi global tersebut tidak akan memengaruhi operasi harian mereka. Huawei percaya mereka masih mampu menghadirkan produk dan layanan yang kompetitif.


BACA JUGA

Huawei tunda rilis Mate X ke pasar

OS Huawei lebih cepat 60% dari Android

Huawei minta bayaran USD1 miliar dari Verizon


Perlu dikatahui, organisasi-organisasi seperti asosiasi kartu memori SD dan aliansi Wi-Fi membatasi akses Huawei, setelah mereka mematuhi regulasi Departemen Perdagangan dan Keamanan Amerika. Sementara itu, JEDEC, organisasi yang menentukan standar bagi industri semionduktor mengatakan, mereka mengangguhkan keanggotan Huawei dari organisasi mereka.

Huawei membela diri, mereka tidak pernah melanggar aturan organisasi-organisasi tersebut. Huawei menganggap, beberapa organisasi ini memutuskan untuk mengeluarkan mereka dari keanggotaan tanpa dasar hukum yang jelas.

Huawei berpendapat, keputusan seperti ini akan menghasilkan standar yang terfragmentasi, termasuk fragmentasi dalam standar teknologi informasi dan komunikasi. Keputusan ini pun hanya akan berfungsi untuk menaikkan biaya dan risiko bagi semua pemain di keseluruhan rantai pasokan industri.

Badan-badan regulasi internasional seperti ini memainkan peran penting dalam mengatur aturan umum dan pedoman bagi beragam standar teknologi, untuk memastikan kesesuaian di antara pembuat teknologi dan pasar.

Di dalam badan-badan standarisasi, saat proses pengambilan keputusan, mereka melibatkan persetujuan para ahli. Seringkali para ahli ini berasal dari perusahaan-perusahaan negara Barat dan orang dalam industri.

Memiliki standar global sangat penting bagi perusahaan seperti Huawei yang ingin menjual produknya di pasar luar negeri, di mana kesesuaian (compatible) adalah kuncinya. Tidak ikut terlibat dalam  organisasi yang menentukan standar di masa depan, berarti Huawei harus ikut pedoman internasional tanpa memberi pengaruh apa-apa pada standar tersebut.

Peringatan Huawei soal fragmentasi standarisasi ini sendiri bukannya tanpa preseden yang jelas.

Kasus serupa yang memperlihatkan risiko dalam adu standar internasional adalah soal standar format video. Di level internasional ada perdebatan, mana yang menjadi standar video definisi tinggi (High-Definition), Blu-Ray atau HD DVD. Toshiba yang telah terlanjur mengembangkan format HD DVD, menyerah dalam pertarungan dua standar tersebut pada 2008 lalu, kemudian tidak lagi melanjutkan bisnis HD DVD mereka.

Sebuah perusahaan selalu bisa mengembangkan teknologi sendiri di luar standar internasional. Huawei sendiri berhasil dengan kartu memori berjenis NM (Nano Memory). Ini merupakan versi lebih kecil dari micro SD Card. NM Card berfungsi di jajaran perangkat Huawei P30 mereka. Hanya saja, tanpa masuk ke badan standarisasi global, teknologi tersebut tidak bisa dipakai di produk perusahaan lain.

Efek jangka panjang dari kejadian pembekuan keanggotan Huawei dari badan standarisasi global, bisa jadi lebih buruk. Pasar menilai tensi perang dagang Amerika-Cina, bisa memecah pengembangan teknologi pada dua kekuatan ekonomi terbesar di dunia ini.

Bisa jadi perusahaan teknologi dari Cina akhirnya memilih untuk tidak ikut aliansi-aliansi yang dipimpin perusahaan Amerika.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: