Facebook temukan buzzer palsu, habiskan miliaran untuk sebar isu Papua Barat

Head of Cybersecurity Policy Facebook, Nathaniel Gleicher mengatakan bahwa mereka menemukan ratusan akun buzzer palsu untuk menyebar isu Papua Barat.

Facebook temukan buzzer palsu, habiskan miliaran untuk sebar isu Papua Barat Facebook (Pixabay)

Tim keamanan siber Facebook kembali menemukan ratusan akun palsu yang diduga digunakan sebagai buzzer untuk mengangkat isu Papua Barat. Diketahui, akun yang ada di Facebook dan Instagram tersebut berisi dukungan upaya separatisme di Papua Barat serta ada juga yang mengkritisi pergerakan tersebut.

“Orang-orang di belakang jaringan ini menggunakan akun palsu untuk mengelola Facebook Pages, menyebarkan konten mereka dan mengarahkan orang ke situs di luar platform. Mereka terutama memposting dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia tentang Papua Barat dengan beberapa Halaman berbagi konten untuk mendukung gerakan kemerdekaan, sementara yang lain memposting kritik terhadapnya,” tulis Head of Cybersecurity Policy Facebook, Nathaniel Gleicher dalam laporannya.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Libra klaim miliki 180 anggota potensial

Peneliti Facebook andalkan angka di mesin terjemahan otomatis

Visa dan Mastercard mundur dari Libra Association


Dia pun mengatakan, saat melakukan penelusuran, ada ratusan akun baik dari Facebook dan Instagram yang terjaring dalam pencarian mereka. “Ada total 145 akun, yakni 69 akun Facebook, 42 Facebook Pages, dan 34 ajun Instagram,” kata  Nathaniel. 

Yang menyeramkan, jumlah pengikut dari akun-akun tersebut ternyata tidaklah sedikit. “Ada sekitar 410 ribu orang yang mengikuti akun Facebook, dan sekitar 120 ribu akun mengikuti akun Instagram tersebut.”

Dana yang mereka kucurkan untuk membuat kampanye tersebut juga tak main-main. Nathaniel mengatakan bahwa perancang aksi ini menghabiskan total miliaran Rupiah untuk melancarkan aksi mereka.

“Koordinator aksi ini menghabiskan total USD300 atau Rp4,2 miliar hanya untuk di platform Facebook saja,” tegasnya.

Dia pun mengatakan, setelah melakukan penelusuran lebih dalam, dia menemukan setidaknya satu pihak yang terkait dengan semua kejadian ini. 

“Meskipun orang-orang di balik kegiatan ini berusaha menyembunyikan identitas mereka, penyelidikan kami menemukan tautan ke perusahaan media di Indonesia bernama InsightID,” ungkapnya.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: