sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id oppo

Startup yang boncos dan yang untung karena Covid-19

Kondisi pandemi corona atau Covid-19 jelas mengubah lanskap bisnis, baik perusahaan yang sudah mapan maupun startup. Lantas bagaimana virus corona berdampak pada startup di Indonesia?

Startup yang boncos dan yang untung karena Covid-19
Source: Pexels

Lembaga pemeringkat Moody’s International Services mengatakan dampak finansial dari penyebaran Covid-19 terjadi pada beberapa sektor korporasi utama. Sektor yang paling terdampak adalah sektor yang bergantung pada mobilitas orang-orang.

"Sektor yang bergantung pada perdagangan dan mobilitas orang-orang paling terpapar, seperti penumpang maskapai penerbangan, pengiriman, penginapan dan liburan meliputi jalur pelayaran dan restoran," kata Benjamin Nelson, Wakil Presiden Moodys dan Pejabat Kredit Senior seperti dikutip Kompas.

Berdasarkan riset Moody, ada tiga tingkatan industri yang memiliki dampak besar atas Covid-19. Tingkatan tersebut diurutkan dari industri yang paling tinggi terdampak, seperti tekstil, manufaktur otomotif, supplier otomotif, konsumer, gaming, pariwisata, maskapai penerbangan, hingga ritel.

Sementara industri, seperti minuman, kimia manufaktur, media, logam dan tambang, minyak dan gas, properti, agrikultur, perusahaan jasa, produsen baja sampai perusahaan teknologi hardware, memiliki dampak sedang. Dan industri yang paling rendah tingkat paparannya di antaranya konstruksi, pertahanan, peralatan dan transportasi, rental, pengemasan, farmasi, real estate, ritel makanan, telekomunikasi hingga manajemen sampah.

Untuk mengetahui berapa lama lagi perusahaan perlu menahan dampak tersebut, tergantung pada virus yang tidak dapat diprediksi kapan akan berakhir. Co-founder and Managing Partner East Ventures, Willson Cuaca, saat berbincang dengan CNBC Indonesia TV mengatakan, setidaknya perusahaan perlu memangkas pengeluaran untuk waktu 12 bulan ke depan.

Sementara itu, perusahaan analis Ing mengkategorikan dampak positif dan negatif corona pada berbagai sektor. Ya, bagi sebagian sektor, penyebaran corona memang membawa "berkah". Satu catatan yang yang penting adalah soal suplai yang akan sangat terganggu di berbagai sektor akibat tersendatnya bahan baku dan kendala lainnya. 

Industri ritel dan kesehatan, misalnya, mendapatkan permintaan yang tinggi karena mayoritas negara yang terdampak corona menerapkan kebijakan social distancing hingga physical distancing, sehingga mendorong masyarakat untuk bertahan di rumah. 

Kondisi ini jelas mengubah lanskap bisnis baik perusahaan yang sudah mapan maupun startup. Lantas, bagaimana virus corona berdampak pada startup di Indonesia?

Bagaimana dampaknya terhadap startup di Indonesia?

Virus corona tidak hanya berdampak pada kesehatan saja, namun juga pada perekonomian karena perubahan perilaku konsumen. Bagaimana tidak, karena ancaman dampak corona yang mematikan, serta penerapan kebijakan bekerja dari rumah (Work from Home/WFH), orang-orang menjadi enggan untuk berbelanja keluar,, kecuali dalam keadaan darurat. Kondisi ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi hampir di berbagai belahan dunia. 

Seperti kata Jesse Garcia - psikolog konsumer di Los Angeles, pandemi corona sudah mengubah pola perilaku konsumen di seluruh dunia. Ketika orang takut, mereka akan masuk ke mode survival

Hal senada diungkapkan Ross Steinman, profesor Psikologi di Universitas Widener. Dia mengungkapkan, konsumen terus menerus me-refresh halaman website untuk bisa memastikan bahwa pengiriman barang kebutuhan mereka sampai tepat waktu. Dalam masa ini, orang pun menjadi lebih fanatik terhadap kebutuhan sehari-hari. 

TechCrunch melaporkan, pandemi corona akan menguji batas ketahanan setiap startup. Hal ini menyebabkan terjadinya penurunan pendapatan yang dialami setiap perusahaan, tidak hanya startup, tetapi juga perusahaan-perusahaan yang sudah mapan. Disrupsi logistik bisa menjadi salah satu faktor yang membuat usaha startup menjadi rentan saat ini. 

Menurut Co-founder and Managing Partner East Ventures, Willson Cuaca, terdapat tiga jenis startup yang terdampak selama pandemi Covid-19. Tiga di antaranya adalah startup dengan penurunan yang signifikan, startup yang mengalami keterlambatan pembayaran, dan startup yang mendapatkan hasil atau dampak positif. Untuk startup yang mendapatkan dampak positif biasanya berupa e-commerce yang menawarkan pembelian kebutuhan pokok masyarakat secara daring. Startup tersebut bahkan meningkat tajam popularitasnya berkat pandemi ini.

Di samping itu, untuk startup yang merasakan dampak negatif, perlu memangkas biaya dan berusaha sehemat mungkin sebagai langkah pencegahan ke depannya. Menurut Wilson, para pelaku startup harus menjaga pengeluaran mengingat kondisi yang tidak bisa diprediksi ini.

“Mengurangi biaya-biaya tidak perlu seperti biaya marketing, ekspansi itu ditahan dulu semuanya karena keadaannya sangat tidak bisa diprediksi dan berusaha menjaga pengeluaran, sehingga bisa bertahan lebih lama. Secara guideline, kita merasa krisis virus ini bakal berlangsung lama bukan karena penanganannya lama tapi recovery-nya yang lama. Dengan ini sebisa mungkin mereka bertahan selama 12 bulan,” kata Wilson.

Untuk itu, mari kita ulas bagaimana setiap startup seperti e-commerce, pariwisata, kesehatan, pertanian hingga digital payment di Indonesia menghadapi pandemi Covid-19.

    Share
    back to top