Menjajal beberapa fitur Galaxy Note 10 dan Note 10+, Air Action salah satunya

Saya juga sempat memotret menggunakan Galaxy Note 10+ dan dengan mode Live Focus. Hasilnya adalah subjek yang jelas dengan tepian rapi sehingga tidak terganggu oleh efek bokeh di bagian layarnya.

Menjajal beberapa fitur Galaxy Note 10 dan Note 10+, Air Action salah satunya

Hari ini (21/8), Samsung secara resmi mendaratkan dua Galaxy Note Series: Note 10 ‘standar’ dan Note 10+. Perbedaan dari kedua smartphone flagship tersebut salah satunya terletak pada panel layar yang digunakannya. Galaxy Note 10 memikul layar Dynamic AMOLED beresolusi 1080 x 2280 piksel, sedangkan Galaxy Note 10+ memiliki resolusi layar 1440 x 3040 piksel dengan teknologi panel yang sama. Oiya, keduanya juga dilapisi oleh Gorilla Glass 6.

Kini S Pen Note 10 dilengkapi dengan 6 sensor di dalamnya. Meski demikian, stylus tersebut tetap memiliki profil yang tipis. Sensor tersebut memungkinkan pengguna mengaktifkan fitur Air Action baru, yakni menggerak-gerakkan S Pen untuk fungsi memperbesar, swipe di kamera, masuk ke galeri foto, dan mengakses beberapa media.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Galaxy Note 10 dan Galaxy Note 10 Plus laris manis di Korea Selatan

Samsung Galaxy A10s resmi rilis di Indonesia

Begini bocoran Samsung Galaxy M10s


Tidak lupa saya menyempatkan diri mencoba fitur Air Action pada aplikasi kamera. Saya cukup menekan tombol satu kali pada S Pen untuk mengambil gambar. Sedangkan menekannya dua kali akan beralih dari kamera belakang ke kamera depan, atau sebaliknya. Fungsi lainnya adalah saya dapat beralih dari masing-masing mode pemotretan menggunakan Air Action Saya juga dapat melakukan zoom-in atau zoom out hanya menggunakan S Pen.

Cara beralih dari masing-masing mode pemotretan adalah dengan melakukan gerakan menggeser S Pen ke kiri atau ke kanan sembari menekan dan menahan tombolnya. Putar S Pen searah jarum jam untuk melakukan zoom-in saat ingin memotret, sedangkan zoom-out dapat dilakukan dengan cara memutar S Pen berlainan arah dengan jarum jam.

Menariknya, saya tidak perlu melakukan gerakan S Pen di dekat layar. Pasalnya, Air Action juga dapat dilakukan meski S Pen berada jauh dari Note 10 Series. Tetapi sayangnya gerakan untuk melakukan zoom-in dan zoom-out tidak memiliki respon sebaik ketika saya mengakses pergantian dari mode ke mode.

Selain S Pen, perbedaan antara Galaxy Note 10 dengan Noet 10+ terletak pada konfigurasi kamera belakang. Samsung menambahkan tiga kamera untuk Note 10 dan empat kamera untuk Note 10+. Di mana Galaxy Note 10 mengakomodasi kamera sudut ultra lebar 16 MP, kamera sudut lebar 12 MP dan kamera telefoto 12 MP. Sedangkan Note 10+ memiliki tiga lensa kamera yang sama, dengan tambahan satu DepthVision Camera beresolusi VGA agar menjanjikan hasil foto bokeh lebih mulus.

Sebenarnya DepthVision Camera memiliki basis teknologi Time-of-Flight (ToF) seperti halnya pada smartphone Huawei P30 Pro. Kamera ToF berfungsi untuk mendeteksi jarak subjek dari kemara dengan mengirimkan sinyal, dan kemudian menerimanya kembali setelah dipantulkan subjek. Dengan demikian, menjanjikan hasil bokeh yang lebih mulus.

Ketika saya menjajalnya saat acara peluncuran, kamera ToF tersebut dapat berfungsi mendeteksi subjek hingga 2 meter. Ini memang masuk akal, sebab secara teknis jarak subjek dari lensa juga menentukan efek bokeh yang baik. Semakin dekat subjek ke lensa, maka semakin sempit pula depth of field (DoF) yang dihasilkan. Dengan demikian jarak maksimal 2 meter sangat masuk akal.

Saya juga sempat memotret menggunakan Galaxy Note 10+ dan dengan mode Live Focus. Hasilnya adalah subjek yang jelas dengan tepian rapi sehingga tidak terganggu oleh efek bokeh di bagian layarnya. Saya juga tidak merasakan adanya gangguan shutter lag selama memotret dengan cepat berkali-kali. Patut diingat bahwa Note 10+ yang saya gunakan masih dalam ‘keadaan kosong’ sehingga kemungkinan kerja prosesor tidak terlalu berat.

Pada Note 10 dan Note 10+ terdapat fitur baru dalam mode video bernama Live Focus Video. Fitur ini menyajikan fungsi yang sama seperti Live Focus, sehingga kamu dapat mengatur tingkat bokeh setelah video tersimpan. Sekilas, gambar subjek menampilkan hasil yang mulus dengan latar belakang bokeh. 

Tempat saya menjajal kamera Note 10+ berada di dalam ruangan dengan lampu yang cukup terang. Oleh karenanya, saya tidak dapat melihat performa sensor Note 10+ ketika memotret dalam kondisi gelap.

Salah satu fitur baru yang ada di Note 10 Series adalah Zoom-In Mic. Ini cukup berguna ketika sedang merekam orang yang sedang berpidato agar ucapannya terdengar jelas. Saya sempat mencoba fitur ini, dan memang cukup ampuh berfokus pada suara yang berada dalam titik fokus serta menghilangkan suara sekitar. Fitur Zoom-In Mic memang merupakan hal yang baru pada smartphone. Tetapi fitur semacam ini sebenarnya sudah ada di camcorder sejak awal tahun 2000-an.

Berbicara seputar zoom, saya juga merasakan performa Super Steady saat melakukan zoom hingga 10 kali. Sebagai catatan, semakin jauh zoom yang digunakan, maka semakin besar pula goyangan tangan yang dihasilkan. Tetapi Super Steady dapat menangani hal tersebut secara mumpuni.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: