×
Kanal
    • partner tek.id realme
    • partner tek.id samsung
    • partner tek.id acer
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd

Toyota Tsusho Uji Coba Truk Listrik Bersama KALISTA dan Nusatama, Dorong Logistik Rendah Karbon

Oleh: Tek ID - Senin, 23 Februari 2026 19:40

Toyota Tsusho Indonesia uji coba truk kontainer listrik bersama KALISTA dan Nusatama untuk percepat logistik rendah karbon.

Toyota Tsusho Uji Coba Truk Listrik Bersama KALISTA Truk listrik yang diuji coba Toyota Tsuho dan KALISTA. dok. KALISTA

Transisi menuju logistik rendah karbon di Indonesia memasuki babak baru. KALISTA bersama Nusatama dan Toyota Tsusho Indonesia memulai uji coba truk listrik untuk operasional distribusi barang, sebagai langkah konkret mendukung dekarbonisasi sektor logistik nasional.

Peresmian uji coba Heavy Duty Electric Vehicle (EV) ini dilakukan pada Senin (23/2) di Toyota Tsusho Logistic Center, Cikarang, Jawa Barat.

Program tersebut akan berlangsung sekitar tiga minggu dan melibatkan operasional distribusi dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju pusat logistik Toyota Tsusho di Cikarang, yang nantinya dijalankan oleh Ray Cargo sebagai salah satu forwarder.

Uji coba ini tidak hanya berfokus pada performa kendaraan, tetapi juga menguji kesiapan model operasional logistik berbasis listrik dalam kondisi nyata. 

Evaluasi dilakukan secara menyeluruh, mulai dari jarak tempuh, kapasitas angkut, perilaku pengemudi, hingga efisiensi pengisian daya. 

Aspek performa unit seperti konsumsi energi, efisiensi biaya, keandalan teknis, serta dukungan perawatan juga menjadi bagian dari penilaian. Di sisi lain, kontribusi terhadap pengurangan emisi karbon turut menjadi indikator utama dalam pengujian ini.

Direktur Toyota Tsusho Indonesia Aldriani Meliala mengatakan inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan terhadap praktik bisnis berkelanjutan. 

“Uji coba ini menjadi langkah nyata bersama KALISTA untuk membuktikan bahwa truk kontainer EV dapat diimplementasikan secara efektif dalam operasional logistik harian, sekaligus mendorong inovasi dan keterlibatan di sektor logistik menuju masa depan yang berkelanjutan dalam upaya mengurangi emisi Scope 3,” ujarnya.

Selain mendorong keterlibatan di sektor logistik, lanjut Aldriani, pihaknya juga menjalankan berbagai inisiatif untuk mendukung komitmen keberlanjutan. 

Salah satunya melalui pemanfaatan International Renewable Energy Certificate (I-REC) sebagai bagian dari strategi perusahaan dalam mendorong klaim penggunaan energi bersih dan pengurangan emisi.

Direktur Utama KALISTA Albert Aulia Ilyas menyebut kolaborasi ini sebagai langkah strategis untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik di sektor logistik. 

“Kami menyambut positif kolaborasi ini sebagai langkah strategis untuk mempercepat implementasi truk kontainer EV di sektor logistik. Inisiatif ini sekaligus menjadi langkah awal bagi KALISTA untuk tumbuh bersama para pelaku logisitik nasional, khususnya pada segmen logistik. Program uji coba ini merupakan salah satu solusi end-to-end yang kami sediakan untuk memungkinkan customer melakukan penilaian menyeluruh atas implementasi unit di rute operasional nyata,” jelasnya.

Unit yang digunakan dalam pengujian adalah Beiben V3 Tractor Head 6x4 dengan kapasitas baterai 423 kWh dan jarak tempuh hingga 200 kilometer pada pemakaian 80 persen, serta kemampuan angkut hingga 100 ton. 

Kendaraan ini merupakan hasil kolaborasi dengan Nusatama sebagai distributor kendaraan industri berat. Selama uji coba, truk akan melakukan satu kali pengisian daya di fasilitas DC charger 320 kWh milik Nusatama di Narogong.

Presiden Direktur Nusatama Bambang Susilo mengatakan kolaborasi ini menegaskan komitmen perusahaan dalam membangun ekosistem kendaraan listrik komersial yang komprehensif. 

“Melalui kolaborasi bersama KALISTA, kami kembali menegaskan komitmen dalam mendukung akselerasi transisi kendaraan listrik komersial melalui pembangunan ekosistem EV yang komprehensif, didukung spesifikasi truk kontainer EV yang andal serta kesiapan operasional yang nyata,” katanya.

Pemantauan operasional juga diperkuat melalui integrasi dengan sistem IoT KALISTA, K-Move, yang memungkinkan pemantauan kinerja secara real-time untuk mendukung analisis efisiensi operasional.

Berita Terkait

×
back to top