×
Kanal
    • partner tek.id realme
    • partner tek.id samsung
    • partner tek.id acer
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd

MIND ID Bangun Ekosistem Baterai Kendaraan Listrik di Karawang, Dorong RI Kuasai Rantai Pasok Global

Oleh: Tek ID - Sabtu, 18 April 2026 15:00

MIND ID bangun ekosistem baterai EV di Karawang, dorong hilirisasi mineral dan perkuat posisi Indonesia di pasar global.

MIND ID Bangun Produks Baterai Kendaraan Listrik di Karawang Kunjjungan Kerja Komisi VII DPR RI ke fasilitas baterai kendaraan listrik MIND ID

MIND ID mempercepat penguatan industri baterai kendaraan listrik (EV) melalui pengembangan ekosistem terintegrasi di Karawang, Jawa Barat. 

Langkah ini menjadi strategi untuk mengubah keunggulan sumber daya mineral Indonesia menjadi kekuatan industri bernilai tinggi di tingkat global.

Indonesia sendiri memiliki cadangan mineral strategis seperti nikel, kobalt, mangan, hingga bauksit yang menjadi bahan utama baterai. 

Melalui hilirisasi, potensi tersebut tidak lagi hanya diekspor sebagai bahan mentah, tetapi diolah menjadi produk bernilai tambah seperti sel baterai dan battery pack.

Fasilitas produksi baterai di Karawang dikelola oleh PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB), hasil kolaborasi antara Indonesia Battery Corporation (IBC) dan konsorsium global. 

Pabrik ini memiliki kapasitas awal 6,9 GWh per tahun dan ditargetkan meningkat hingga sekitar 15 GWh pada fase berikutnya.

Pengembangan ini tidak hanya memperkuat rantai pasok nasional, tetapi juga menjadi bagian dari upaya transisi energi dan pengurangan emisi. 

Ketua Tim Kunjungan Kerja Komisi XII DPR RI Putri Zulkifli Hasan mengatakan ekosistem baterai merupakan agenda strategis nasional.

“Melalui kebijakan hilirisasi, pemerintah mendorong terbentuknya rantai pasok terintegrasi dari hulu hingga hilir,” ujarnya.

Direktur Utama IBC Aditya Farhan Arif mengatakan fasilitas ini ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada awal kuartal III tahun ini. 

"IBC sebagai Anggota Grup MIND ID berkomitmen untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global baterai sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang kuat, yang sesuai dengan mandat dari Asta Cita Presiden," ujarnya..

Produksi baterai di fasilitas ini mencakup dua jenis utama, yakni NMC (nickel manganese cobalt) dan LFP (lithium ferro phosphate). 

Kedua jenis ini menjadi tulang punggung teknologi kendaraan listrik saat ini, meski perkembangan pasar keduanya masih berbeda.

Secara global, penggunaan baterai NMC telah mencapai sekitar 40 persen. Namun di Indonesia, adopsinya masih relatif rendah, yakni sekitar 4 persen. 

Data penjualan kendaraan listrik juga menunjukkan dominasi baterai LFP di pasar domestik. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) mencatat, tahun lalu penjualan mobil listrik di Tanah Air telah mencapai lebih dari 10.930 unit, dengan rincian yang menggunakan baterai jenis LFP sebanyak 99.613 unit sementara baterai jenis NMC hanya 4.317 unit.

Kondisi ini mendorong perlunya kebijakan yang memperkuat pasar baterai berbasis nikel agar Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan baku, tetapi juga pemain utama dalam industri baterai global.

×
back to top