Rusia catat rekor peluncuran tercepat ke stasiun luar angkasa

Pesawat kargo Rusia yang disebut Progress 70 berhasil memasuki Stasiun Luar Angkasa (International Space Station/ISS).

Rusia catat rekor peluncuran tercepat ke stasiun luar angkasa (Foto: NASA)

Pesawat kargo Rusia yang disebut Progress 70 berhasil memasuki Stasiun Luar Angkasa (International Space Station/ISS). Pesawat tersebut diluncurkan ke ISS guna mengirimkan pasokan ke awak Expedition 56 dalam waktu singkat. 

Pesawat itu membawa hampir 3 ton muatan mencakup makanan, bahan bakar dan perlengkapan lainnya. Progress 70 meluncur dari Kosmodrom Baikonur di Kazakhstan pada 9 Juli dengan roket Soyuz Rusia, pukul 5:51 siang waktu setempat. 

"Kami telah melakukan peluncuran pesawat Progress menuju jalur ekspres, menuju Stasiun Luar Angkasa Internasional," kata juru bicara NASA, Rob Navias.

Progress 70 tiba di ISS pada jam 9:39 malam dan tercatat menempuh perjalanan dalam durasi 3 jam 48 menit dengan melalui dua orbit Bumi. Pencapaian ini menetapkan rekor penerbangan ke luar angkasa yang kurang dari empat jam. Sebagai pembanding, misi serupa yang dimiliki Amerika Serikat (AS) biasanya membutuhkan waktu hingga beberapa hari untuk mencapai ISS.

"Perjalanan kurang dari 4 jam menunjukkan percepatan kemampuan yang dapat digunakan pada peluncuran kargo dan kru Rusia di masa mendatang," kata pejabat NASA dalam sebuah pernyataan.

Perjalanan tercepat ke ISS sebelumnya diraih oleh pesawat kargo Progress dan pesawat antariksa Rusia - Soyuz yang dikendarai oleh sejumlah awak dengan durasi sekitar 6 jam, serta melalui empat orbit Bumi. 

Progress 70 merupakan kendaraan sekali pakai yang telah memasok ISS sejak tahun 2000. Jika semua berjalan sesuai dengan rencana, Progress 70 akan tetap berada di ISS hingga Januari 2019. Pesawat tanpa awak itu kemudian akan dimuat dengan sampah dan dikirimkan ke atmosfer Bumi untuk dihancurkan dengan cara terbakar.

Dua pesawat tanpa awak lainnya saat ini juga memasok ISS seperti kapsul Dragon milik SpaceX dan Cygnus yang dikembangkan oleh Northrop Grumman. Cygnus sendiri bisa dihancurkan, namun Dragon mampu selamat dan menempuh perjalanan kembali ke Bumi. Demikian dilansir Space.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: