Red Hat dan Google Cloud Perluas Kolaborasi, Permudah Migrasi Cloud dan Modernisasi Aplikasi
Red Hat dan Google Cloud perluas kolaborasi, hadirkan OpenShift di konsol cloud untuk percepat migrasi dan modernisasi aplikasi.
Ilustrasi kolaborasi Red Hat dan Google Cloud. dok. Red Hat
Red Hat dan Google Cloud memperluas kolaborasi strategis untuk mempercepat modernisasi aplikasi dan migrasi cloud bagi perusahaan.
Langkah ini ditandai dengan integrasi langsung Red Hat OpenShift ke dalam konsol Google Cloud, yang memudahkan organisasi mengelola berbagai beban kerja dalam satu platform terpadu.
Kolaborasi ini menjadi respons atas meningkatnya kebutuhan perusahaan dalam mengadopsi cloud tanpa harus menghadapi kompleksitas integrasi sistem yang terpisah.
Dengan pendekatan ini, organisasi dapat menjalankan aplikasi berbasis kontainer, virtualisasi, hingga AI secara lebih efisien dan terstandarisasi.
- Kolaborasi Trip.com dan InJourney Dorong Digitalisasi Pariwisata Indonesia
- Jawab Lonjakan Kebutuhan Tenaga Kerja Digital, BDx Gandeng ITE Singapura Siapkan Talenta Pusat Data dan AI
- VIDA Dorong Wajib Pajak Gunakan NIK untuk Lapor SPT via Coretax, Jamin Aman dan Sah
- Persija Gandeng VIDA, Digitalisasi Administrasi Klub dengan Tanda Tangan Elektronik
Red Hat OpenShift kini hadir langsung di konsol Google Cloud, memungkinkan proses onboarding yang lebih sederhana, sistem penagihan terpadu, serta integrasi native dengan berbagai layanan penting seperti keamanan dan identitas digital.
Hal ini memberikan fleksibilitas lebih besar bagi perusahaan dalam menjalankan beban kerja sesuai kebutuhan.
Di sisi lain, kehadiran Red Hat OpenShift Virtualization menjadi salah satu sorotan utama. Teknologi ini memungkinkan perusahaan mengelola virtual machine (VM) dan aplikasi berbasis kontainer dalam satu platform berbasis Kubernetes, sehingga mempermudah proses transisi dari sistem lama ke infrastruktur modern.
Vice President dan General Manager Hybrid Cloud Platforms Red Hat Mike Barrett mengatakan pendekatan hybrid cloud menjadi fondasi utama dalam pengembangan solusi ini.
“Kolaborasi ini memberdayakan organisasi dengan kemampuan cloud-native yang komprehensif, sekaligus menghadirkan jalur terpadu untuk memodernisasi aplikasi dan mengelola VM serta kontainer dalam satu platform,” ujarnya.
Pendekatan terpadu tersebut dinilai mampu mengurangi kompleksitas operasional, sekaligus meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan infrastruktur IT di berbagai lingkungan, baik on-premise, cloud, maupun edge.
Selain itu, integrasi ini juga memungkinkan migrasi yang lebih sederhana dengan downtime minimal, serta mendukung skalabilitas yang lebih baik melalui infrastruktur Google Cloud yang elastis dan berperforma tinggi.
Sementara itu, Vice President Product Management Google Cloud Compute Platform Nirav Mehta menilai kolaborasi ini memberikan solusi nyata bagi kebutuhan pelanggan yang semakin kompleks.
“Kami menghadirkan jalur yang lebih mulus bagi pelanggan untuk menjalankan beban kerja virtualisasi dan kontainer secara konsisten di infrastruktur global Google Cloud,” ujarnya.
Dengan dukungan platform yang sepenuhnya dikelola (fully managed), organisasi dapat lebih fokus pada pengembangan aplikasi dan inovasi bisnis, tanpa terbebani oleh kompleksitas operasional infrastruktur.









