Peneliti gunakan laser untuk pelajari eksoplanet

Para ilmuwan dapat menggunakan sinar laser yang diarahkan ke langit sebagai cara untuk membimbing dan menstabilkan teleskop.

Peneliti gunakan laser untuk pelajari eksoplanet Source: Pexels

Teleskop ruang angkasa Kepler baru saja dipensiunkan, meski begitu teleskop ini berhasil mengonfirmasi ribuan eksoplanet. Kini teleskop tersebut digantikan oleh Transiting Exoplanet Survey Satellite (TESS), dengan teleskop baru ini para ilmuwan siap untuk menemukan eksoplanet lebih banyak lagi.

Setelah menemukannya, ilmuwan mempelajari informasi yang lebih terperinci seputar eksoplanet. Untuk itu dibutuhkan cermin yang sangat besar, seperti halnya teleskop James Webb mendatang milik NASA yang menggunakan cermin selebar 6,5 meter untuk mengamati galaksi yang sangat jauh. Teleskop James Webb memiliki jumlah 18 cermin yang terdiri dari banyak segmen.


BACA JUGA

Astronot tak sengaja panggil 911 dari luar angkasa

NASA berhasil letakkan sensor seismik di Mars

Pesawat koloni Mars buatan SpaceX siap diuji April 2019


Selama ini desain teleskop luar angkasa cukup rumit dan berukuran sangat besar. Selain harus memikirkan cara untuk menerbangkannya ke luar angkasa, para ilmuwan masih memiliki tantangan, salah satunya adalah kebutuhan akan stabilitas yang luar biasa.

“Setiap gangguan pada pesawat ruang angkasa, seperti sedikit perubahan sudut matahari, atau sepotong elektronik yang menghidupkan dan mematikan serta mengubah jumlah panas yang dibuang di pesawat ruang angkasa, akan menyebabkan sedikit ekspansi atau kontraksi struktur, kata MIT.

Dilansir dari Engadget (4/1), intinya jika teleskop tidak terlalu stabil, pengukuran bisa dimatikan, hal ini dapat mempengaruhi pengamatan eksoplanet yang sangat jauh.

Para ilmuwan dapat menggunakan sinar laser yang diarahkan ke langit sebagai cara untuk membimbing dan menstabilkan teleskop. Para peneliti di MIT mempelajari ide tersebut dan mengusulkan bahwa di masa depan akan menggunakan satelit kecil seperti CubeSats, untuk memandu teleskop ruang angkasa besar dengan sinar laser.

Tim peneliti menggambarkan ide tersebut dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di Astronomical Journal, yang mengeksplorasi seberapa terang serta seberapa jauh laser yang digunakan. Dalam skenario seperti itu, satelit akan mengarahkan laser ke cermin teleskop dan kamera akan memantau cahaya. Setiap terjadi perubahan, teleskop akan melakukan penyesuaian sesuai kebutuhan.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: