×
Kanal
    • partner tek.id realme
    • partner tek.id samsung
    • partner tek.id acer
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd

Pakai Pompa Tenaga Surya, Produksi Padi di Samosir Diproyeksi Naik Tiga Kali Lipat

Oleh: Tek ID - Selasa, 06 Oktober 2026 11:00

Pompa tenaga surya di Samosir melayani 82 hektare sawah dan 749 petani, dengan produksi padi diproyeksikan naik menjadi 150 ton per tahun.

Pakai Pompa Tenaga Surya, Produksi Padi Diproyeksi Naik Pemasangan Pompa Tenaga Surya di Samosir, Sumatera Utara. dok. LCDI

Pemanfaatan energi surya mulai diterapkan untuk mendukung irigasi pertanian di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. 

Pompa Air Tenaga Surya (PATS) di Desa Sibonor Ompu Ratus, Kecamatan Nainggolan, diproyeksikan mampu meningkatkan produksi padi dari sekitar 50 ton menjadi 150 ton per tahun.

Fasilitas tersebut melayani sawah tadah hujan seluas 82 hektare yang digarap 749 petani. 

Selama ini, ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting bagi aktivitas pertanian di wilayah tersebut.

PATS memanfaatkan energi matahari untuk menjalankan sistem irigasi dan menggantikan penggunaan pompa berbahan bakar Pertalite. 

Selain mendukung ketersediaan air, sistem tersebut diproyeksikan dapat mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 10,18 ton CO₂eq per tahun.

PATS diresmikan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian PPN/Bappenas bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Kabupaten Samosir serta Pemerintah Inggris melalui UK Foreign, Commonwealth & Development Office (FCDO), Sabtu (3/10/2026).

Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas Leonardo A.A. Teguh Sambodo mengatakan pemanfaatan energi bersih untuk pertanian menunjukkan penerapan pembangunan rendah karbon yang dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“PATS di Samosir menunjukkan bagaimana energi bersih dapat dimanfaatkan untuk memperkuat produksi pangan, mengurangi biaya usaha tani, sekaligus mendukung pengurangan emisi,” ujar Leonardo.

Menurut dia, penerapan teknologi tersebut juga dapat menjadi pembelajaran agar inovasi pembangunan rendah karbon tidak berhenti sebagai proyek percontohan.

“Pembelajaran dari Samosir ini penting untuk memastikan bahwa inovasi pembangunan tidak berhenti pada percontohan, tetapi dapat dikembangkan dan direplikasi di daerah lain,” katanya.

Pembangunan PATS di Samosir merupakan bagian dari program Low Carbon Development Initiative Phase II (LCDI2) periode 2023–2027.

Program tersebut menjadi bagian dari kerja sama Indonesia dan Inggris dalam mendorong pembangunan rendah karbon sekaligus memperkuat kemampuan masyarakat menghadapi dampak perubahan iklim.

UK Minister-Counsellor (Development) to Indonesia, Timor-Leste, and ASEAN Peter Rajadiston mengatakan perubahan iklim memberikan tantangan terhadap sektor pertanian, termasuk melalui meningkatnya risiko kekeringan dan dampak El Niño terhadap ketersediaan air.

“Pompa Air Tenaga Surya di Samosir menunjukkan bagaimana energi bersih dapat dimanfaatkan untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan produktivitas pertanian, dan sekaligus mengurangi emisi,” kata Peter.

Menurut dia, inisiatif tersebut juga menjadi bagian dari Kemitraan Strategis Inggris-Indonesia dalam aksi iklim, transisi energi, dan pembangunan berkelanjutan.

Pengembangan pompa air tenaga surya tidak berhenti di Desa Sibonor Ompu Ratus. Pemerintah juga memulai pembangunan PATS berikutnya di Desa Pakpahan, Kecamatan Onan Runggu.

Pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama setelah peresmian PATS di Desa Sibonor Ompu Ratus.

Fasilitas di Desa Pakpahan direncanakan melayani sekitar 73 hektare lahan pertanian dan memberikan manfaat kepada 903 petani. 

Pemanfaatan energi surya di lokasi tersebut juga diharapkan dapat mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 7,34 ton CO₂e per tahun.

Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian PPN/Bappenas, Pemerintah Inggris, dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam pembangunan fasilitas tersebut.

Pemerintah Kabupaten Samosir menilai penggunaan energi terbarukan untuk irigasi dapat memberikan manfaat langsung bagi petani sekaligus mendukung pembangunan rendah karbon. 

Pemkab juga berkomitmen memastikan fasilitas tersebut dimanfaatkan dan dirawat secara berkelanjutan bersama masyarakat.

Direktur Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas Nizhar Marizi berharap penerapan PATS di Samosir dapat menjadi pembelajaran bagi daerah lain.

“Pengalaman di Samosir ini diharapkan menjadi pembelajaran bagi pelaksanaan pembangunan rendah karbon di daerah lain, sekaligus menunjukkan manfaat nyata kerja sama Indonesia dan Inggris,” ujar Nizhar.

×
back to top