×
Kanal
    • partner tek.id realme
    • partner tek.id samsung
    • partner tek.id acer
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd

Dorong Transisi Energi, Muliaglass dan Muliakeramik Indahraya Gandeng Xurya Daya Indonesia Resmikan PLTS Atap Terbesar

Oleh: Tek ID - Kamis, 30 April 2026 18:35

PLTS atap terbesar RI 22,5 MW resmi beroperasi di Cikarang, dorong efisiensi energi industri dan percepatan transisi energi nasional.

Muliaglass Gandeng Xurya Daya Resmikan PLTS  Atap Terbesar Proyek PLTS Atap Xurya di PT Muliaglass dan PT Muliakeramik. dok. Xurya

Langkah konkret transisi energi di sektor industri kembali diperkuat dengan beroperasinya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap berkapasitas 22,5 MW di kawasan industri Cikarang. 

Proyek yang digarap oleh PT Muliaglass dan PT Muliakeramik Indahraya bersama PT Xurya Daya Indonesia ini menjadi instalasi PLTS atap terbesar di Indonesia saat ini.

Instalasi tersebut mencakup 36.862 panel surya yang terpasang di area seluas lebih dari 122 ribu meter persegi, setara sekitar 17 kali luas lapangan sepak bola Gelora Bung Karno. 

Dari sisi operasional, sistem ini mampu menghasilkan rata-rata 68.500 kWh listrik per hari untuk menopang aktivitas produksi yang berjalan selama 24 jam.

Tak hanya meningkatkan efisiensi energi, proyek ini juga membawa dampak lingkungan yang signifikan. 

PLTS atap tersebut diproyeksikan mampu menekan lebih dari 26,8 juta kilogram emisi karbon dioksida per tahun, setara dengan penyerapan oleh hampir 200 ribu pohon, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi berbasis batu bara.

Sekretaris Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Harris mengapresiasi langkah tersebut sebagai bagian penting dari agenda nasional.

“Kami mengapresiasi pencapaian implementasi PLTS Atap berkapasitas 22,5 MW sebagai bagian penting dari transisi energi nasional, memperkuat swasembada energi serta mengurangi emisi gas rumah kaca,” ujarnya.

Direktur PT Mulia Industrindo Ekman Tjandranegara mengatakan proyek ini merupakan langkah strategis pihaknya dalam menjaga keberlanjutan operasional.

“PLTS Atap ini merupakan langkah strategis kami untuk memperkuat operasional berkelanjutan sekaligus menjaga kualitas dan kontinuitas produksi,” ujarnya. 

“Pemanfaatan energi surya juga menjadi bagian dari komitmen jangka panjang kami untuk meningkatkan efisiensi dan kinerja perusahaan,” imbuhnya.

Dari sisi penyedia solusi, Managing Director PT Xurya Daya Indonesia Eka Himawan mengatakan proyek ini menjadi bukti bahwa energi surya telah menjadi bagian dari strategi industri skala besar.

“Proyek ini menunjukkan bahwa energi surya tidak hanya relevan, tetapi telah menjadi bagian dari strategi operasional industri berskala besar di Indonesia,” katanya.

Pemerintah sendiri terus mendorong peningkatan porsi energi baru terbarukan dalam bauran energi nasional, yang hingga akhir 2025 baru mencapai 15,75%. 

Dalam konteks ini, PLTS atap dinilai sebagai solusi yang fleksibel dan cepat diimplementasikan, terutama bagi sektor industri yang memiliki kebutuhan energi tinggi.

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri Kementerian Perindustrian Emmy Suryandari menyebut inisiatif ini layak menjadi contoh bagi sektor lain.

“Pencapaian implementasi PLTS Atap ini sangat membanggakan dan diharapkan dapat direplikasi di sektor industri lainnya,” ujarnya.

Sejalan dengan tren tersebut, PT PLN (Persero) mencatat kapasitas PLTS atap nasional telah mencapai sekitar 861,14 MWp hingga 2026, dengan mayoritas berasal dari sektor industri.

Vice President Pengelolaan Penjualan PLN Yondri Zulfadli menegaskan pentingnya peran industri dalam mendorong transisi energi.

“Sebagai pengguna energi terbesar, sektor industri memiliki peran penting, sehingga implementasi PLTS Atap menjadi langkah konkret yang terus didorong,” ujarnya.

Tag

Tagar Terkait

×
back to top