NASA pamerkan desain modul pendaratan baru

Modul ini diklaim dapat membawa bobot seberat 300kg di kawasan kutub Bulan dan dibekali dengan panel surya.

NASA pamerkan desain modul pendaratan baru Source: NASA

NASA akhirnya mengungkapkan konsep desain untuk modul pendaratan tanpa awak. Modul ini akan digunakan untuk menjalankan misi NASA di Bulan. Modul ini diklaim dapat membawa bobot seberat 300kg di kawasan kutub Bulan. Tidak hanya itu, modul ini juga didesain untuk membawa berbagai macam sampel eksperimen dan instrumen penelitian lain, seperti rover kecil ke permukaan Bulan

Konsep ini dibuat NASA berdasarkan studi mengenai teknologi yang dibutuhkan bagi modul pendaratan baru untuk memenuhi kebutuhan misi dan kapabilitasnya. Misalnya teknologi pendorong yang lebih maju, navigasi, komunikasi, pendaratan dan sejumlah subsistem lainnya. Tujuannya untuk menciptakan modul yang sesuai keinginan untuk membawa muatan maksimum dengan kemampuan mendarat yang tepat. 


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Badan antariksa Jepang akan dirikan studio streaming dua arah di ISS

Elon Musk: Perlu 20 tahun untuk bangun kota di Mars

NASA gunakan satelit pelajari perbatasan Bumi dan antariksa


Konsep ini terbuat dari sebuah struktur logam berbentuk palet. Di sana terdapat juga motor roket yang berfungsi melakukan pengereman ketika modul ini tiba di permukaan Bulan, roket berbahan bakar cair untuk pendaratan, sistem pengendali suhu, sistem navigasi dengan TRN (Terrain-Relative Navigation). Tidak hanya itu, terdapat juga subsistem tenaga listrik dan software penerbangan. Modul ini akan membawa muatan berukuran sedang. 

Modul ini juga dilengkapi dengan panel surya. Panel surya ini diklaim dapat menyediakan daya untuk baterai selama perjalanan tiga hingga enam hari di Bulan. Sayangnya modul pendarat ini tidak dirancang untuk dapat bertahan dari malam di Bulan yang berada di bawah titik beku Bumi. 

"Pendaratan ini dirancang untuk mengirimkan rover seberat 300 kilogram (660 lb) ke kutub bulan," kata Logan Kennedy, pimpinan proyek ini di  Marshall Space Flight Center NASA di Huntsville, Alabama, seperti dilansir dari NewAtlas (29/11). 

“Ketika robot pendarat bulan dapat mengakomodasi muatan yang lebih besar, pendarat sederhana namun berkinerja tinggi dengan volume muatan yang berdekatan akan dibutuhkan. Konsep ini dikembangkan oleh tim orang yang beragam selama bertahun-tahun dan memenuhi kebutuhan itu. Kami berharap desainer modul pendarat lainnya dapat mengambil manfaat dari pekerjaan kami. " ungkapnya lagi

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: