NASA bakal adakan wisata ke luar angkasa

NASA berencana untuk mengadakan wisata ke luar angkasa. Sebenarnya rencana ini sudah sejak lama dirumorkan, namun baru dinyatakan secara resmi baru-baru ini.

NASA bakal adakan wisata ke luar angkasa

Untuk pertama kalinya, NASA berencana untuk membuka akses International Space Station (ISS) untuk warga sipil. Hal ini pun membuka kemungkinan untuk tur komersial di stasiun antariksa itu. Namun, kabarnya NASA akan mematok harga yang cukup tinggi, yakni bisa mencapai USD58 juta atau sekitar Rp825 miliar untuk sekali perjalanan.

Dilansir dari HuffingtonPost (8/6), untuk tahap awal, NASA akan menerbangkan dua astronot swasta ke ISS untuk kunjungan jangka pendek. Kedua astronot itu dijadwalkan akan terbang pada 2020 mendatang. Barulah kemudian jalur tur komersial akan dibuka oleh NASA.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

NASA gunakan satelit pelajari perbatasan Bumi dan antariksa

NASA setujui proposal modul pendaratan berisi manusia

NASA kembangkan bor otomatis untuk pelajari Mars


Mahalnya biaya wisata ke stasiun luar angkasa itu bukan tanpa alasan. NASA mempertimbangkan biaya yang dihabiskan untuk layanan ISS, seperti makanan, komunikasi dan bahkan udara. Belum lagi biaya untuk bahan bakar roket yang akan menerbangkan para wisatawan tersebut.

NASA mengungkapkan bahwa selain menutup biaya modal yang dihabiskan, agensi itu juga akan menggunakan uang tersebut untuk mendanai misi mengirim astronot ke bukan pada 2024. Kendati begitu, Trump justru mendesak NASA untuk mengirim astronot ke Mars, alih-alih ke Bulan.

Kunjungan turis ke stasiun luar angkasa itu akan dikelola oleh perusahaan swasta yang sudah menjalin kontrak dengan NASA, seperti SpaceX dan Boeing. Sebagaimana diketahui, SpaceX menyiapkan kapsul Crew Dragon untuk tujuan tersebut. Beberapa kali uji coba pun dilakukan. Demikian pula halnya dengan Boeing.

Hingga saat ini, NASA belum menyebut dengan jelas kapan akan memulai perjalanan turis ke stasiun luar angkasa ISS. Yang pasti, hal itu baru bisa terlaksana setelah tahun 2020. NASA pun belum menyertakan informasi bagaimana cara mendaftarkan diri untuk mengikuti program wisata tersebut.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: