Misi Artemis NASA, jelajah bulan perdana dengan astronot wanita

NASA akhirnya mengumumkan nama misi untuk mejelajah Bulan, yakni Artemis. Tak hanya itu, misi ini menjadi misi Bulan pertama yang membawa astronot wanita.

Misi Artemis NASA, jelajah bulan perdana dengan astronot wanita Source: NASA

NASA makin serius dengan wacana untuk kembali menjelajah Bulan dengan mengirim astronot. Baru-baru ini NASA akhirnya mengumumkan nama baru untuk misi itu, yakni Artemis. Fokus utama misi Artemis tak hanya sekadar kembali menjelajah bulan, tetapi juga menjadikan penjelajahan tersebut sebagai batu loncatan untuk misi yang lebih jauh.

Dilansir dari NewAtlas (15/5), rencana mengirim manusia ke Bulan sebenarnya ditargetkan akan terlaksana pada 2028 mendatang. Namun, pemerintah menyatakan akan melakukan hal tersebut dalam lima tahun ke depan. Tak hanya itu, misi kali ini akan melibatkan astronot wanita. Jika terlaksana, maka ini merupakan misi bulan pertama di dunia yang melibatkan astronot wanita.


BACA JUGA

Virgin Galactic dapatkan investasi USD800 juta

NASA luncurkan program eksplorasi Saturnus di 2026

Boeing Starliner lulus tes, siap terbang ke ISS


Untuk diketahui, pemilihan nama Artemis bukanlah sebuah kebetulan. Penamaan ini merujuk pada mitologi Yunani dimana Artemis merupakan seorang dewi saudara kembar dewa Apollo. Apollo sendiri merupakan nama misi pendaratan di Bulan pertama yang berhasil dilakukan NASA.

Sebagaimana sudah diketahui, ambisi NASA bukan sekadar menginjakkan kembali kaki di Bulan. NASA berencana untuk mengembangkan misi lebih jauh. Melalui misi ini, NASA hendak membuat pangkalan luar angkasa sebagai tempat tinggal dan berlatih para astronot. Kemudian dari pangkalan tersebut, NASA bakal mengirimkan astronot ke Bulan untuk mempelajari benda angkasa itu dan mencari cara untuk memanfaatkan sumber dayanya. Selanjutnya, misi Artemis bakal menjadi titik loncatan untuk melanjutkan misi ke Mars dan planet yang lebih jauh lagi.

“Kami akan pergi ke Bulan untuk menetap. Kami akan membangun infrastruktur berkelanjutan untuk mendukung misi ke Mars dan seterusnya. Inilah yang akan kami bangun. Karen inilah kami berlatih. Kami akan pergi.” tulis NASA di Twitter.

Untuk melancarkan misi tersebut, pemerintah Amerika Serikat menggelontorkan dana sebesar USD1,6 miliar.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: