Mars ternyata memiliki banyak kandungan air

Siapa yang menyangka bahwa di balik tampilan gersangnya, Mars ternyata menyimpan sejumlah besar air dan gas metana yang mendukung kehidupan.

Mars ternyata memiliki banyak kandungan air Source: Google

Penelitian mengenai planet Mars masih terus dilanjutkan. Planet ini masih diduga mengandung sejumlah air dan gas metana yang penting untuk menyokong kehidupan. Nah, baru-baru ini The ExoMars Trace Gas Orbiter (TGO) berhasil memetakan distribusi air di permukaan planet merah tersebut, Tak hanya itu, armada TGO pun berhasil menemukan sejumlah gas metana di sana.

Untuk diketahui, metana merupakan salah satu unsur penting bagi kehidupan. Untuk itu keberadaannya di planet lain memicu anggapan bahwa pernah ada kehidupan di sana. Atau setidaknya, salah satu unsur penyokong kehidupan sudah terpenuhi di planet tersebut.


BACA JUGA

Nasa beri lampu hijau untuk ekspedisi asteroid Psyche

ESA bakal buka penerbangan komersial ke luar angkasa

NASA bakal adakan wisata ke luar angkasa


Sayangnya, metana merupakan gas yang terus bergerak. Metana tidak akan diam pada suatu tempat. Untuk itu, agak sulit mendeteksi metana di sebuah planet. NASA dan ESA pernah mengumumkan kalau armada Curiosity telah mendeteksi sejumlah besar lonjakan metana di tahun 2013.

Dilansir dari NewAtlas (13/4), pada pertengahan 2018, badai besar menyapu permukaan Mars. Badai ini bahkan mengakhiri sepak terjang armada Opportunity di planet tersebut. Namun dibalik itu semua, ada hal menarik yang terjadi.

TGO berhasil meneliti bahwa badai tersebut juga berpengaruh pada meningkatnya penguapan air di planet merah itu. Ann Carine Vandaele, salah seorang peneliti NOMAD menyatakan peningkatan penguapan air tersebut terjadi beberapa hari setelah munculnya badai besar tersebut.

Asal tahu saja, kendati terlihat sangat gersang, Mars ternyata menyimpan sejumlah air di dalamnya. Air tersebut berada di bawah permukaan planet. TGO menjadi armada pertama yang berhasil memetakan jumlah air di Mars dengan presisi. Air itu disebut berada setidaknya satu meter di bawah permukaan Mars.

“Dalam waktu 131 hari, instrumen di TGO telah membuat peta dengan resolusi tinggi dibanding penelitian yang pernah dilakukan NASA. Data itu terus berkembang dan membantu peneliti untuk memetakan air di bawah permukaan Mars.” ujar Igor Mitrofanov.

Igor pun menambahkan bahwa pemetaan ini sangatlah penting untuk memahami evolusi planet Mars dan mendeteksi lokasi air secara real time.

Temuan ini semakin memupuk harapan manusia untuk melanjutkan misi eksplorasi Mars. Apalagi sejumlah perusahaan besar, salah satunya SpaceX akan memboyong astronot untuk menetap di planet merah itu.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: