Ancaman Siber Kian Masif, ManageEngine Hadirkan Sistem Terpadu Deteksi dan Keamanan Perangkat Kerja
ManageEngine hadirkan sistem terpadu berbasis AI untuk deteksi ancaman siber dan keamanan akses perangkat kerja di era digital.
Ilustrasi ancaman siber ke perangkat kerja. dok. ManageEngine
Ancaman siber terhadap perangkat kerja semakin meningkat seiring pesatnya digitalisasi dan pola kerja hibrida.
Menjawab tantangan ini, ManageEngine menghadirkan pembaruan pada platform Endpoint Central dengan kemampuan deteksi ancaman dan pengamanan akses dalam satu sistem terpadu.
Platform ini kini dilengkapi fitur endpoint detection and response (EDR) berbasis kecerdasan buatan (AI) yang mampu mendeteksi aktivitas mencurigakan dan menghentikan serangan secara otomatis sebelum menyebar.
Selain itu, pendekatan keamanan Zero Trust juga diterapkan melalui fitur secure private access, yang memastikan hanya perangkat terpercaya yang dapat mengakses sistem perusahaan.
- Trojan GoPix Sebar Iklan Berbahaya via Google Ads, Kaspersky Ungkap 90.000 Upaya Serangan
- Kaspersky Ungkap Modus Baru Serang Developer, Malware Menyamar sebagai Tools AI
- Studi Kaspersky: Serangan Rantai Pasokan Jadi Ancaman Siber Paling Umum di Asia Pasifik
- F5 Luncurkan Leaderboard Keamanan AI Global, Bantu Perusahaan Ukur Risiko Model Secara Lebih Akurat
Data dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menunjukkan skala ancaman yang terus meningkat, dengan lebih dari 3,64 miliar anomali trafik atau aktivitas serangan siber tercatat sepanjang Januari hingga Juli 2025 di Indonesia.
Kondisi ini menegaskan perangkat kerja, mulai dari laptop hingga perangkat mobile—menjadi titik paling rentan dalam ekosistem digital perusahaan.
Di sisi lain, kompleksitas ancaman juga meningkat. Serangan seperti malware, ransomware, dan akses tidak sah kini semakin canggih, bahkan memanfaatkan teknologi AI untuk memperbesar dampak serangan.
Vice President and Principal Analyst Constellation Research Chirag Mehta mengatakan kecepatan menjadi kunci utama dalam menghadapi ancaman siber.
“Perusahaan harus mampu mendeteksi dan menghentikan ancaman lebih cepat, sambil memastikan akses tetap aman meski kredensial sudah bocor,” ujarnya.
Endpoint Central dirancang untuk menyatukan fungsi manajemen perangkat, keamanan, dan kontrol akses dalam satu platform.
Dengan pendekatan ini, tim IT dapat memantau, menganalisis, dan merespons ancaman dari satu dashboard terpusat, sehingga proses investigasi dan penanganan menjadi lebih cepat dan efisien.
Vice President ManageEngine Mathivanan Venkatachalam mengatakan pendekatan ini sebagai langkah menuju sistem keamanan yang lebih proaktif.
“Endpoint kini menjadi titik utama deteksi ancaman sekaligus kontrol akses. Kami membantu perusahaan beralih ke sistem yang dapat mendeteksi lebih awal, merespons lebih cepat, dan bekerja lebih mandiri,” ujarnya.
Selain deteksi ancaman, platform ini juga memungkinkan tindakan perbaikan langsung seperti isolasi perangkat terinfeksi, pemulihan ransomware, hingga pembaruan sistem keamanan secara otomatis.
Penguatan ini juga didukung pengakuan dari lembaga global. Endpoint Central tercatat meraih sertifikasi AV-Comparatives untuk perlindungan malware, serta masuk dalam laporan Gartner Magic Quadrant 2026 sebagai Challenger dan IDC MarketScape sebagai Leader.









