sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id qnap
Rabu, 05 Jan 2022 13:23 WIB

Ledakan meteor berkekuatan 30 ton TNT sambut hari pertama 2022

Penyelidikan lebih lanjut oleh NASA mengonfirmasi ledakan kencang di langit Pittsburgh, Pensylvania disebabkan oleh meteor.

Ledakan meteor berkekuatan 30 ton TNT sambut hari pertama 2022

NASA konfirmasi ledakan kencang yang terdengar dari langit Pittenburgh, Pensylvania disebabkan oleh meteor. Sebelumnya, masyarakat di bagian barat Amerika Serikat mendengar suara gemuruh dan merasakan getaran di permukaan pada hari pertama 2022. 

Dilansir dari The Register (5/1), National Weather Service menduga kebisingan disebabkan oleh meteor yang meledak di langit, setelah GOES-16 Geostationary Lightning Mapper (GLM) gagal mendeteksi petir. Lebih lanjut, NASA melakukan penyelidikan dan menginformasi bahwa ledakan memang disebabkan oleh meteor yang meledak di langit.

"Sebuah stasiun infrasonik terdekat mencatat gelombang ledakan dari meteor saat pecah, data tersebut memungkinkan perkiraan energi sebesar 30 ton TNT,” menurut pernyataan yang di-posting oleh NASA Meteor Watch. “Jika kita membuat asumsi yang masuk akal mengenai kecepatan meteor (45.000 mil per jam), kita dapat mementahkan ukuran objek dengan diameter sekitar satu yard, dengan massa hampir setengah ton.”

Sayangnya, meteor yang meledak itu tidak terlalu terlihat karena cuaca mendung. Namun, jika langit cerah, cahaya dari ledakan diperkirakan 100 kali lebih terang daripada bulan purnama.

Menurut peneliti, ledakan itu berasal dari Bolide, jenis meteor yang sangat terang. Saat Bolide meluncur cepat melalui atmosfer Bumi dengan kecepatan tinggi, udara bertekanan tinggi di sekitarnya berhasil masuk ke meteor, memecahnya sehingga menghasilkan ledakan hebat.

Di samping itu, ledakan sonik yang terbentuk dari ledakan meteor cukup langka, menurut American Meteor Society.  Berbeda dengan ribuan bola api terang dari meteor yang terbakar yang melintasi langit Bumi setiap hari, tetapi mereka biasanya tidak terlihat karena jatuh di atas lautan atau kecerahannya ditenggelamkan oleh sinar matahari.

Tag
Share
×
tekid
back to top