Jepang ikut dalam persaingan pembuatan pesawat luar angkasa

Perusahaan bernama Interstellar Technologies dikabarkan baru saja berhasil menguji coba roket mereka yakni MOMO-3.

Jepang ikut dalam persaingan pembuatan pesawat luar angkasa Momo 3 (Interstellar Technologies)

Perlombaan menuju antariksa memang sudah selesai belasan tahun lalu. Meski begitu, muncul sebuah persaingan baru yang masih berkaitan dengan luar angkasa, yakni perlombaan membuat pesawat luar angkasa pribadi.

Saat ini, beberapa perusahaan Amerika menjadi pionir untuk perlombaan tersebut. Sebut saja Blue Origin milik Amazon dan SpaceX milik Elon Musk, dua perusahaan ini paling getol melakukan percobaan tersebut.


BACA JUGA

Superkomputer bisa tampilkan jutaan alam semesta virtual

Teleskop terbesar di dunia sebentar lagi selesai dibuat

NASA turun tangan bantu perusahaan penerbangan antariksa


Namun, belakangan ini sebuah perusahaan asal Jepang, Interstellar Technologies dikabarkan mulai serius bersaing dalam perlombaan tersebut. Baru-baru ini, roket milik mereka yang bernama MOMO-3 berhasil diluncurkan.

Engadget (9/5/2019) melaporkan, roket tersebut berhasil melintasi garis Kármán (62 mil di ketinggian laut) sebelum terjun ke samudera Pasifik. Ini adalah awal yang sederhana, karena saat ini roket tersebut hanya bertahan pada ketinggian selama 8 menit dan 35 detik saja.

Meskipun begitu, pihak Interstellar Technologies mengaku bangga terhadap pencapaian tersebut. Hal ini dikarenakan mereka sudah mengalami kegagalan dari dua upaya sebelumnya yang bertubi-tubi.

Tujuan utama Interstellar adalah untuk mengangkut satelit kecil ke orbit. Untuk sementara ini, kesuksesan ini mengurangi beberapa tekanan pada pendiri Interstellar, Takafumi Horie. Hal ini dikarenakan pemerintah Jepang mengucurkan biaya untuk proyek tersebut.

Selain itu, ada juga sedikit skeptisisme tentang pesawat luar angkasa pencipta Livedoor mengingat sejarah kewirausahaannya yang kontroversial. Sayang, hingga saat ini masih belum diketahui kapan Interstellar akan menguji pesawat mereka.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: