Ini foto pertama black hole yang diabadikan teleskop

Diumumkan oleh para peneliti di National Science Foundation, mereka mengatakan bahwa gambar ini merupakan bukti visual pertama adanya black hole.

Ini foto pertama black hole yang diabadikan teleskop (Foto: Popular Mechanics)

Para ilmuwan berhasil melihat dan menangkap gambar black hole. Ini merupakan kali pertama penampakan black hole berhasil diabadikan dan diungkap ke pulik. Mereka menangkap black hole supermasif dan bayangannya di pusat galaksi yang dikenal sebagai M87.

Diumumkan oleh para peneliti di National Science Foundation, mereka mengatakan bahwa gambar ini merupakan bukti visual pertama adanya black hole. Gambar itu menunjukkan titik hitam di tengah cincin berwarna oranye. Di salah satu sisi cincin tersebut, tampak warna oranye yang lebih cerah.


BACA JUGA

Nasa beri lampu hijau untuk ekspedisi asteroid Psyche

ESA bakal buka penerbangan komersial ke luar angkasa

NASA bakal adakan wisata ke luar angkasa


Galaksi M87 (Messier 87) berada di dekat galaksi Virgo, yang jaraknya 55 juta tahun cahaya dari Bumi. Dilansir CNN (11/4), black hole supermasif memiliki massa 6,5 miliar kali dibanding matahari. "Kami telah melihat apa yang kami kira tidak bisa dilihat. Kami telah melihat dan menangkap gambar black hole," kata Sheperd Doeleman, direktur Event Horizon Telescope Collaboration.

Event Horizon Telescope Collaboration (EHT) merupakan jaringan teleskop global yang menangkap foto black hole pertama kali. Karya yang menjadi sejarah ini melibatkan 200 peneliti. Mereka bekerja selama lebih dari satu dekade untuk menangkap gambar black hole. 

Menurut European Southern Observatory yang merupakan bagian dari EHT, untuk menangkap gambar black hole, para peneliti menggabungkan kekuatan delapan teleskop radio di seluruh dunia menggunakan Very-Long-Baseline-Interferometry. Alat tersebut secara efektif menciptakan teleskop virtual dengan ukuran yang serupa dengan Bumi. Beberapa teleskop yang dilibatkan dalam proyek ini yaitu ALMA, APEX, teleskop IRAM 30 meter, Teleskop James Clerk Maxwell, Teleskop Milimeter Besar Alfonso Serrano, Array Submillimeter, Teleskop Submillimeter, dan Teleskop South Pole.

"Pengamatannya terkoordinasi di mana kami secara bersamaan menunjuk teleskop kami dalam urutan yang direncanakan dengan seksama," kata Daniel Marrone, profesor astronomi di University of Arizona.

"Untuk memastikan pengamatan ini benar-benar simultan, kami menggunakan jam atom yang sangat tepat di setiap teleskop, sehingga kami bisa melihat penampakan gelombang cahaya yang sama ketika mendarat di setiap teleskop."

Jajaran teleskop yang terlibat dalam proyek ini mengumpulkan 5.000 triliun byte data selama dua minggu. Data tersebut diproses melalui superkomputer sehingga para ilmuwan bisa menangkap gambar black hole.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: