Honda dan Hino investasi Rp528 miliar di mobil otonom

Honda Motor dan Hino Motors bergabung dengan Softbank dan Toyota Motor untuk mengembangkan mobil otonom di Jepang.

Honda dan Hino investasi Rp528 miliar di mobil otonom (Foto: Monet)

Honda Motor dan Hino Motors bergabung dengan Softbank dan Toyota Motor untuk mengembangkan mobil otonom di Jepang. Berdasarkan hasil kesepakatan, Honda dan Hino akan berinvestasi masing-masing sekitar CNY250 juta (Rp528 miliar) dalam usaha patungan yang disebut Monet Technologies. 

Keduanya juga berhak atas 10% saham di perusahaan patungan tersebut. Toyota sendiri menjadi pemegang saham mayoritas di Monet.


BACA JUGA

Taksi listrik Blue Bird buka peluang Tesla masuk Indonesia

Hanya satu di dunia, VW Bug berbaterai Tesla

KIA kenalkan mobil listrik dengan dasbor layar sentuh


Monet Technologies dibentuk SoftBank dan Toyota tahun lalu. Ini sekaligus menambah lini bisnis keduanya di industri ride-sharing, yang selama ini didominasi oleh startup seperti Uber, Didi Chuxing dan Lyft.

Keikutsertaan Hino dan Honda dalam usaha ini menjadi isyarat tantangan yang tengah dihadapi produsen mobil dalam mengembangkan layanan transportasi baru. Pasalnya peningkatan mobil otonom bisa mengancam penjualan kendaraan di masa depan, dimana pelanggan lebih memilih layanan ride-hailing ketimbang memiliki mobil sendiri.

Kerja sama ini juga menjadi contoh terbaru dalam tren konsolidasi yang berkembang di antara produsen mobil dengan perusahaan teknologi.

"Semakin banyak produsen mobil yang bisa bergabung dengan kemitraan ini, semakin pintar pula platform kami," kata Junichi Miyakawa, CEO Monet dan CTO SoftBank.

Investasi baru dari Honda dan Hino akan menyisakan 40,2% saham di Monet. Sebelumya SoftBank berkuasa atas 50% saham ketika usaha ini dibentuk. Sementara itu, Toyota memiliki saham 39,8%. 

Monet berencana meluncurkan layanan bus dan mobil on-demand di Jepang tahun depan. Perusahaan patungan ini juga akan mengoperasikan kendaraan otonom setidaknya di 2023, seperti yang telah dipamerkan Toyota melalui "e-pallete" yaitu kendaraan multifungsi berbentuk kotak yang bisa dimanfaatkan untuk toko ponsel, kantor dan layanan lainnya sesuai permintaan.

Perusahaan berniat untuk meningkatkan data yang terkumpul dari pengguna ponsel, termasuk lokasi pengguna hingga data kemudi, data pengereman dan lingkungan kendaraan yang dikumpulkan dari mobil untuk membawa penumpang dan barang. 

Lebih lanjut Monet mengatakan telah membentuk konsorsium 88 perusahaan Jepang termasuk Coca-Cola Bottlers Jepang, Suntory Holdings dan Yahoo Japan untuk berkolaborasi dalam proyeknya. Beberapa perusahaan itu bisa memanfaatkan layanan Monet untuk pengiriman produk atau layanan terkait lainnya.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: