Gerhana bulan total terjadi malam ini

Gerhana bulan total akan terjadi dini hari nanti (28/7) dan akan berlangsung selama 1 jam 43 menit sehingga menjadi yang terlama di abad ini

Gerhana bulan total terjadi malam ini (Foto: Photograping Space)

Gerhana bulan total akan terjadi dini hari nanti (28/7). Gerhana bulan total kali ini akan berlangsung selama 1 jam 43 menit dan menjadi yang terlama di abad ke-21. Secara total, proses gerhana itu akan berlangsung selama 4 jam, saat bayangan Bumi menggelapkan tepi Bulan hingga Bulan tampak kembali seperti semula.

Sebagai pembanding, gerhana Bulan berikutnya yang terlihat dari Amerika Utara pada 21 Januari 2019 akan berlangsung hanya 1 jam 2 menit saja. Menurut NASA, gerhana matahari yang menutupi 14 negara bagian Amerika Serikat (AS) pada Agustus 2017 bahkan saat puncaknya tak lebih dari 2 menit 40 detik.


BACA JUGA

NASA berhasil temukan air di salah satu asteroid

Setelah mengalami kerusakan, roket Soyuz berhasil mendarat di ISS

Pesawat ini terbang mengandalkan elektroda


Gerhana matahari memang selalu jauh lebih pendek durasinya ketimbang gerhana bulan. Hal ini dijelaskan Kaisa Young, astronom di Nicholls State University, dikarenakan perbedaan bayang-bayang yang terlibat. 

"jika Anda memikirkannya dari perspektif luar, gerhana matahari adalah bulan kecil yang menorehkan bayangan kecil di sebuah planet besar. Gerhana bulan adalah planet besar yang menorehkan bayangan besar di bulan yang kecil," katanya.

Ketika bulan menutupi bayangan matahari dan menghalangi Bumi, umbra (area bayangan inti) hanya beberapa lusin mil lebarnya. Namun umbra Bumi sangat besar dan bulan bisa memakan waktu lama untuk melewatinya, terutama jika bulan bergerak menembus tengah bayangan. 

Hal itulah yang membuat gerhana bulan tahun ini menjadi yang terlama, yaitu karena bulan melewati tepat di tengah-tengah bayangan Bumi. Dengan begitu, dibutuhkan waktu yang lama bagi bulan untuk melewati kegelapan sehingga gerhana berlangsung lebih lama. 

Ketika gerhana berlangsung, cahaya yang melewati Bumi akan membuat bulan terlihat menjadi merah tua. Ketika cahaya itu memantul kembali ke bulan, maka bulan akan menjadi merah kecoklatan seperti darah sehingga disebut Blood Moon.

Dilansir Live Science, faktor lain yang mengakibatkan gerhana bulan kali ini berlangsung lama adalah karena waktu saat ini. Pada Juli ini, Bumi mencapai titik terjauh dari orbitnya dari matahari dan terlihat lebih kecil di langit dibanding tahun-tahun lainnya. Artinya baik Bumi maupun bulan menghasilkan bayangan yang lebih besar sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk bergerak atau bergeser.

Di Indonesia sendiri gerhana bulan akan berlangsung sejak dini hari pukul 00.13 WIB. Puncak gerhana bulan total akan terjadi pada pukul 3:22 WIB. Ada juga waktu dimana Bulan berada di bagian yang lebih terang dari bayangan Bumi atau disebut penumbra yang akan berlangsung selama 3 jam 55 menit.

Anda juga bisa menyaksikan proses gerhana bulan total secara online melalui link yang disediakan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) berikut ini.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: