Gambar pertama black hole diumbar 10 April

EHT mengumpulkan berbagai data untuk gambar pertama black hole. Dengan begitu, para astronom tak membutuhkan teleskop raksasa untuk memotretnya.

Gambar pertama black hole diumbar 10 April (Foto: Stardomspace)

Balck hole yang selama ini menjadi perbincangan akan segera menampakkan dirinya. Para astronom berniat mengadakan enam konferensi pers secara bersamaan untuk mengumumkan hasil pertama dari Event Horizon Telescope (EHT). Melalui acara tersebut, mereka akan memamerkan gambar pertama Black Hole.

EHT mengumpulkan berbagai data untuk gambar pertama Black Hole. Dengan begitu, para astronom tak membutuhkan teleskop raksasa untuk memotretnya.


BACA JUGA

Virgin Galactic dapatkan investasi USD800 juta

NASA luncurkan program eksplorasi Saturnus di 2026

Boeing Starliner lulus tes, siap terbang ke ISS


"Alih-alih membangun teleskop raksasa yang akan runtuh karena bobotnya, kami menggabungkan beberapa observatorium seolah-olah itu adalah pecahan cermin raksasa," kata Michael Bremer, seorang astronom di Institute for Millimetric Radio Astronomy di Grenoble kepada AFP.

Pada April 2017, delapan teleskop radio tersebar di seluruh dunia mencakup Hawaii, Arizona, Spanyol, Meksiko, Chili, dan Kutub Selatan. Alat itu dilatih pada dua Black Hole yang berbeda di alam semesta untuk menambang data. 

Gambar pertama Black Hole akan dipamerkan pada 10 April. Dilansir Business Insider (8/4), gambar itu akan menunjukkan satu dari dua Black Hole supermasif yaitu Sagitarius A dari galaksi Bima Sakti atau M87 dari galaksi Virgo A yang berada di sebelahnya.

Sagitarius A memiliki massa empat juta kali lebih masif dari matahari dan berjarak sekitar 26 ribu tahun cahaya dari Bumi. Sementara M87 disebut 3,5 miliar kali lebih besar dari matahari dan sekitar 54 juta tahun cahaya dari Bumi.

Para astronom sendiri mula berspekulasi tentang Black Hole pada 1700-an. Sejak saat itu, bukti-bukti tak langsung dari Black Hole mulai terkumpul. "Lebih dari 50 tahun yang lalu, para ilmuwan melihat ada sesuatu yang sangat terang di pusat galaksi kita," kata Paul McNamara, astrofisikawan di Badan Antariksa Eropa dan pakar Black Hole.

Black Hole disebut memiliki tarikan gravitasi yang cukup kuat untuk membuat bintang-bintang mengorbit di sekitarnya dengan sangat cepat. Benda antariksa ini dikelilingi oleh gas pita putih dan panas disertai plasma yang berputar-putar. Pada akhirnya titik terang itu disebut Black Hole oleh fisikawan Amerika, John Archibald Wheeler pada pertengahan 1960-an.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: