Elon Musk: Perlu 20 tahun untuk bangun kota di Mars

CEO SpaceX, Elon Musk merinci jadwal dan persyaratan kendaraan yang ditujukan untuk mencapai planet Mars.

Elon Musk: Perlu 20 tahun untuk bangun kota di Mars (Foto: PBS)

CEO SpaceX, Elon Musk merinci jadwal dan persyaratan kendaraan yang ditujukan untuk mencapai Mars. Selain kendaraan menuju planet tersebut, Musk juga merinci bagaimana mendirikan tempat tinggal di Planet Merah yang bisa berfungsi sebagai kota nyata sehingga menampung populasi lokal.

Ini merupakan bagian dari visi jangka panjang bagi Musk dan perusahaan teknologi antariksa miliknya untuk menjadikan manusia sebagai spesies antar-planet. Musk mengatakan biaya peluncurannya hanya sekitar USD2 juta sekali penerbangan, dengan tujuan akhirnya untuk mendirikan kota mandiri di Mars. 


berita tentang tek.id

BACA JUGA

NASA gunakan satelit pelajari perbatasan Bumi dan antariksa

NASA setujui proposal modul pendaratan berisi manusia

NASA kembangkan bor otomatis untuk pelajari Mars


Menurutnya, untuk membuat kota itu menjadi kenyataan, SpaceX perlu membangun dan menerbangkan sekitar 1.000 kendaraan peluncur Starship, yang akan mengangkut kargo, infrastruktur dan kru ke Mars selama sekitar 20 tahun. Pasalnya, penyelarasan planet benar-benar memungkinkan untuk penerbangan Mars setiap dua tahun sekali.

Dilansir TechCrunch (8/11), Musk pun membahas potensi jangka pendek untuk Starship, termasuk berapa banyak kapasitas muatan Starship. Desain Starship sendiri ditujukan untuk memaksimalkan konsep penggunaan kembali. Namun nyatanya Musk mencatat Starship idealnya bisa terbang hingga tiga kali sehari.

Artinya, lebih dari 1.000 penerbangan per tahun per Starship. Jumlah itu bisa tercapai dengan asumsi perusahaan mampu membangun sejumlah Starship sebagaimana mereka membangun roket Falcon mencapai sekitar 100 unit. Starship dan Falcon masing-masing bisa mengangkut 100 ton untuk mengorbit. Maka setiap tahunnya, SpaceX bisa meluncurkan 10 juta ton ke orbit dalam satu tahun.

SpaceX berharap mendaratkan Starship di awal 2022 untuk membantu mempersiapkan persiapan pendaratan manusia di Mars.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: