Cloudera Anywhere Cloud Dorong Agentic AI Tanpa Harus Memindahkan Data
73 persen pemimpin TI terkendala infrastruktur. Cloudera Anywhere Cloud ditawarkan untuk mempercepat implementasi AI tanpa memindahkan data.
Cloudera Anywhere Cloud. dok : Cloudera
Ambisi perusahaan mengadopsi kecerdasan buatan (AI) menghadapi persoalan mendasar. Sebanyak 73 persen pemimpin teknologi informasi (TI) menilai keterbatasan performa infrastruktur telah menghambat inisiatif operasional mereka, sementara kompleksitas pengelolaan data membuat sejumlah proyek AI sulit bergerak dari tahap eksperimen menuju produksi.
Persoalan tersebut semakin kompleks ketika perusahaan harus menjalankan data dan aplikasi AI di berbagai lingkungan sekaligus, mulai dari public cloud, infrastruktur berdaulat, hingga pusat data privat.
Di saat bersamaan, organisasi harus memenuhi tuntutan keamanan, tata kelola, biaya, dan kedaulatan data.
Menjawab tantangan itu, Cloudera memperkenalkan Cloudera Anywhere Cloud, platform data dan AI hybrid yang dirancang untuk membangun, menerapkan, dan meningkatkan skala aplikasi AI di lingkungan multi-cloud maupun on-premises.
- F5 dan Nvidia Perkuat Keamanan AI, Cegah Prompt Injection hingga Kebocoran Data
- Binus Gandeng Microsoft, AI Kini Dampingi Mahasiswa dari Daftar Kuliah hingga Cari Kerja
- Cloudera: Fondasi Data Jadi Tantangan Utama Implementasi AI di Sektor Kesehatan
- Telkomsel dan Pertamina Patra Niaga Integrasikan AI Braze, Bidik Layanan Lebih Personal
Platform yang diperkenalkan dalam EVOLVE Cloudera di Singapura tersebut memungkinkan perusahaan menjalankan kapabilitas AI langsung pada ekosistem tempat data berada.
Dengan pendekatan ini, data sensitif tidak harus dipindahkan ke lingkungan lain untuk diproses.
Chief Product Officer Cloudera Leo Brunnick mengatakan kebutuhan AI perusahaan kini telah berkembang melampaui model yang hanya bergantung pada public cloud.
“AI enterprise kini telah berkembang melampaui model yang hanya mengandalkan public cloud. Organisasi seharusnya tidak perlu memilih antara inovasi dan kendali,” ujar Brunnick.
Menurut dia, Cloudera Anywhere Cloud dirancang membawa kecepatan dan fleksibilitas cloud langsung ke lokasi penyimpanan data perusahaan.
Pendekatan tersebut memungkinkan organisasi mempercepat proyek AI sekaligus mempertahankan kendali terhadap data dan hak kekayaan intelektual.
Salah satu persoalan dalam pengembangan AI perusahaan adalah data yang tersebar di berbagai lingkungan.
Pemindahan data dalam skala besar bukan hanya membutuhkan waktu dan biaya, tetapi juga dapat berhadapan dengan ketentuan mengenai keamanan dan kedaulatan data.
Cloudera Anywhere Cloud menggunakan satu control plane untuk menerapkan, mengelola, dan meningkatkan skala layanan data serta AI secara independen di public cloud, infrastruktur berdaulat, maupun pusat data privat.
Dengan arsitektur tersebut, perusahaan dapat menentukan lokasi workload berdasarkan kebutuhan bisnis, regulasi, dan pertimbangan ekonomi tanpa harus memindahkan atau menggandakan data.
Platform tersebut juga dilengkapi agentic copilot yang memungkinkan pengguna memberikan perintah menggunakan bahasa alami untuk mengotomatiskan alur kerja data maupun pengelolaan infrastruktur di berbagai lingkungan.
Cloudera mengklaim pendekatan itu dapat membantu perusahaan memangkas waktu implementasi sejumlah kasus penggunaan AI dari hitungan bulan menjadi menit, terutama untuk pengembangan private AI dan agentic AI.
Di sisi tata kelola, perusahaan dapat menerapkan kebijakan zero-trust secara terpusat pada ekosistem data yang terdistribusi.
Pendekatan tersebut ditujukan untuk menjaga kepatuhan, rekam jejak data, hingga kedaulatan digital ketika aplikasi AI digunakan dalam skala lebih besar.
Cloudera juga menawarkan arsitektur modular yang memungkinkan perusahaan menjalankan mesin pengolahan data seperti Spark, Kafka, dan Trino, serta teknologi open source maupun solusi mitra lainnya.
Interoperabilitas platform dibangun menggunakan standar terbuka, termasuk Apache Iceberg, katalog Polaris, dan API terpadu. Pendekatan tersebut ditujukan agar organisasi dapat menghubungkan berbagai mesin analitik tanpa terikat pada satu vendor atau harus membangun integrasi khusus.
CTO dan Co-Founder IXEN.ai Sergio Rodríguez de Guzmán mengatakan transisi dari eksperimen menuju produksi membutuhkan ruang bagi perusahaan untuk berinovasi tanpa kehilangan kendali terhadap data.
“Bekerja dengan lingkungan data yang kompleks setiap hari, kami menyadari bahwa beralih dari tahap eksperimen AI ke tahap produksi membutuhkan kebebasan untuk berinovasi sekaligus keyakinan bahwa data tetap terkelola dan berada di bawah kendali kami,” kata Sergio.
Menurut dia, Cloudera Anywhere Cloud memberikan fondasi yang konsisten untuk mengelola data, analitik, dan AI pada lingkungan on-premises maupun cloud, termasuk untuk mempercepat pengembangan agentic AI.
Kebutuhan tersebut menjadi semakin relevan seiring berkembangnya agentic AI, yakni sistem AI yang tidak hanya memberikan jawaban, tetapi dapat merencanakan dan menjalankan sejumlah tindakan secara lebih otonom.
CEO PuppyGraph Weimo Liu mengatakan agen AI membutuhkan lebih dari sekadar data yang tersusun dalam tabel untuk melakukan penalaran.
“Perusahaan berlomba-lomba menempatkan agen AI di atas data mereka, tetapi agen tersebut tidak dapat melakukan penalaran hanya berdasarkan rows and joins semata,” ujar Liu.
Menurut dia, AI membutuhkan kemampuan membaca pengetahuan berupa ontologi, entitas, hubungan, dan konteks.
PuppyGraph memanfaatkan data berbasis Iceberg pada Cloudera Anywhere Cloud sebagai knowledge graph secara waktu nyata tanpa proses ETL maupun pemindahan data.









