sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id advo
Senin, 23 Des 2019 19:07 WIB

Meski gagal berlabuh di ISS, Boeing Starliner berhasil mendarat dengan sempurna

Starliner merupakan satu-satunya pesawat ruang angkasa buatan Amerika yang berhasil mendarat di tanah

Meski gagal berlabuh di ISS, Boeing Starliner berhasil mendarat dengan sempurna
Source: NASA

Proses uji coba Boeing Starliner menuju pangkalan ISS tidak berjalan dengan mulus. Uji coba ini harus mengalami kegagalan ketika timer di pesawat tersebut mengalami gangguan. Akibatnya, Starliner tidak berada di orbit yang direncanakan sebelumnya. Untuk itu, NASA menarik kembali pesawat ruang angkasa ini kembali ke bumi. 

Menariknya, Starliner merupakan satu-satunya pesawat ruang angkasa buatan Amerika yang berhasil mendarat di tanah. Sebelumnya, kapsul luar angkasa Mercury, Gemini dan Apollo, semuanya mendarat di lautan. 

Karena hal ini, Starliner tidak berhasil menjalankan misi berlabuh ke ISS. Sebelumnya, pesawat ruang angkasa ini direncanakan untuk berlabuh di ISS untuk kemudian kembali ke Bumi. Meski gagal menjalankan misinya, Starliner berhasil mengumpulkan data-data penting selama penerbangan tersebut. Jim Chilton, Senior Vice President of the Space and Launch division Boeing mengungkapkan bahwa dalam uji coba tersebut, setidaknya mereka berhasil mengumpulkan 80 hingga 90 persen data yang diharapkan. 

Engadget (23/12) mengungkapkan bahwa belum ada langkah pasti yang akan dilakukan NASA dan Boeing. Namun dalam briefing uji coba tersebut, keduanya berencana untuk melakukan penerbangan dengan awak pada 2020 mendatang. Meski begitu, kedua perusahaan ini masih akan melakukan evaluasi data sebelum memutuskan tindakan selanjutnya. 

Untuk diketahui, langkah melibatkan dua perusahaan dalam proyek penerbangan astronot ke luar angkasa ini dilakukan NASA, salah satunya dengan alasan mengurangi ketergantungan dengan pesawat buatan Rusia. Untuk itu, NASA menggandeng SpaceX dan Boeing dalam misi ini. 

Share
back to top