Remaja pengguna berat smartphone cenderung tidak bahagia

Studi menyarankan agar penggunaan ponsel pintar tidak lebih dari 2 jam sehari

Sebuah hasil studi dari tim peneliti San Diego State University menunjukkan bahwa remaja yang menghabiskan lebih banyak waktu di media sosial, bermain mobile gaming, ataupun chatting di gadget mereka, tidak lebih bahagia daripada rekannya yang masih melakukan aktivitas bersama orang lain.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Pengemudi wanita berpendapatan lebih sedikit daripada pria

Hari Valentine sudah tidak romantis lagi

Jakarta masuk 10 besar kota terbaik untuk bisnis digital


Studi ini mempelajari lebih dari satu juta data siswa-siswi kelas 8, 10, dan 12 di Amerika Serikat. Jean M. Twenge, pemimpin tim studi sekaligus Profesor Psikologi ini percaya bahwa ponsel pintar berkontribusi besar membuat remaja menjadi tidak mampu bersenang-senang. 

"Meskipun studi ini tidak menunjukkan penyebab ketidakbahagiaan para remaja, beberapa siswa menunjukkan bahwa penggunaan media sosial berlebihan membawa mereka ke dalam ketidakbahagiaan," ujar Jean.

Studi lain yang dilakukan oleh US Center For Disease Control and Prevention menunjukkan bahwa depresi dan keinginan bunuh diri pada remaja wanita meningkat, seiring dengan semakin banyaknya mereka menghabiskan waktu bersama ponsel pintar mereka.

Hal ini menjadi peringatan besar, terutama mengingat usia pengguna ponsel pintar tiap tahun semakin berusia muda. Jean sendiri telah mempelajari perilaku remaja sejak awal 90-an. Jean mengatakan bahwa ada perubahan dramatis yang dimulai sejak 2012, ketika remaja mulai menghabiskan waktu lebih banyak dengan ponsel pintar mereka.

Para peneliti lain juga menemukan bahwa perubahan pada diri remaja mulai terasa sejak  2012. Remaja mulai kekurangan rasa kepuasan terhadap hidup.

Sebagai data pendukung, Jean sebelumnya mempelajari anak-anak yang menghabiskan 4 sampai 5 jam waktunya bersama ponsel pintar mereka. Temuannya penelitiannya menunjukkan, ternyata perilaku ini mampu meningkatkan risiko bunuh diri hingga mencapai angka 71 persen. 

Jean mengatakan bahwa risiko ini murni karena para remaja menghabiskan waktu bersama perangkat mereka bukan karena faktor konten semata. 

Jean menyarankan remaja untuk lebih banyak beraktivitas atau bergaul dengan teman-teman mereka di luar rumah. Hal ini mampu meningkatkan kebahagiaan mereka. Jean juga menyarankan agar remaja menggunakan ponsel pintar, tak lebih dari 2 jam sehari.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: