Program DEWY 3.0 Dorong UMKM Perempuan Naik Kelas Lewat Digitalisasi
Program DEWY 3.0 dorong perempuan UMKM naik kelas lewat digitalisasi, pelatihan bisnis, dan penguatan ekosistem ekonomi inklusif.
UMKM perempuan mengikuti program DEWY 3.0. dok. BRI Research Institute
Upaya memperkuat peran perempuan dalam ekonomi digital kembali diperluas. Program Digital Empowerment for Women and Youth (DEWY) 3.0 resmi diluncurkan di Kecamatan Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah, sebagai langkah lanjutan pemberdayaan perempuan pelaku usaha mikro dan ultra mikro.
Program ini digagas oleh BRI Research Institute bersama Digital Access Programme Kedutaan Besar Inggris, dengan fokus utama pada peningkatan kapasitas usaha dan pemanfaatan teknologi digital.
Peluncuran DEWY 3.0 menjadi kelanjutan dari program serupa yang sebelumnya telah berjalan di sejumlah wilayah.
Pada fase awal di Jawa Barat dan Lampung, program ini berhasil menjangkau 500 perempuan pelaku usaha, melatih 100 mentor, serta membangun tujuh Digital Corner sebagai pusat pengembangan bisnis berbasis digital.
- Smart Hospital Jadi Keniscayaan, Potensi Efisiensi Energi Rumah Sakit hingga 20 Persen
- Kingston Perkuat Solusi Memori untuk Industri, Dukung Lonjakan Smart Infrastructure dan IoT di Indonesia
- F5 Perkuat Platform Keamanan dan Aplikasi, Dorong Adopsi AI Lebih Aman di Tengah Kompleksitas IT
- Tanda Tangan Digital di Privy Melesat 250%, Literasi Penggunaannya Terus Ditingkatkan
Program ini juga telah direplikasi di sejumlah desa di Lombok, Nusa Tenggara Barat, dengan fokus pada penguatan kapasitas usaha dan pengembangan mentor lokal berbasis komunitas.
Manager Technical Assistance BRI Research Institute, Atif Solihin Andrian menegaskan program ini mendorong perempuan untuk lebih adaptif terhadap teknologi.
“Perempuan pelaku usaha didorong untuk meningkatkan literasi digital, memanfaatkan platform marketplace, serta mengadopsi solusi keuangan digital guna mendukung pertumbuhan usaha mereka,” ujarnya.
Pada fase terbaru, DEWY 3.0 menyasar wilayah Jawa Tengah, khususnya Banjarnegara dan Purbalingga, dengan melibatkan 150 perempuan pelaku usaha mikro sebagai peserta awal.
Tidak hanya pelatihan, program ini juga membangun ekosistem pemberdayaan berkelanjutan melalui pendekatan berbasis komunitas.
Sebanyak 30 peserta terpilih akan mengikuti pelatihan lanjutan untuk dipersiapkan sebagai mentor dan agen perubahan di lingkungan masing-masing.
Peserta mendapatkan pembekalan komprehensif, mulai dari pengembangan produk, peningkatan kualitas produksi, inovasi usaha, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk operasional bisnis.
Selain itu, mereka juga dikenalkan pada sistem pencatatan keuangan digital, penggunaan Point of Sales (POS), serta strategi pemasaran melalui e-commerce dan media sosial.
Menariknya, program ini juga menyentuh aspek perlindungan perempuan melalui sesi edukasi pencegahan eksploitasi, kekerasan, dan pelecehan seksual (SEAH). Hal ini menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan usaha yang aman dan inklusif.
Seluruh peserta juga melakukan pemetaan kesiapan usaha melalui platform PerempuanCerdasDigital.id. Proses ini membantu mengidentifikasi kebutuhan pelatihan lebih lanjut sekaligus menjadi dasar seleksi peserta untuk tahap intensif berikutnya.
Selain itu, pengembangan Digital Corner kembali diperkuat sebagai ruang kolaboratif komunitas, yang berfungsi sebagai pusat pembelajaran sekaligus implementasi keterampilan digital di tingkat lokal.
Peluncuran DEWY 3.0 yang bertepatan dengan momentum Hari Kartini semakin menegaskan pentingnya peran perempuan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Program ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing pelaku usaha perempuan, memperluas akses pasar, serta memperkuat kontribusi mereka dalam ekonomi digital yang inklusif.









