Slay the Spire 2 hingga Scott Pilgrim EX, Ini Deretan Game Indie Baru yang Sedang Jadi Sorotan
Sejumlah game indie baru seperti Slay the Spire 2, Scott Pilgrim EX, dan Planet of Lana II resmi hadir, menawarkan pengalaman bermain segar bagi gamer.
Game Slay The Spire 2. dok. Steam
Dunia game indie kembali diramaikan dengan sejumlah judul baru yang menarik perhatian gamer. Beberapa di antaranya bahkan sudah resmi dirilis pekan ini, seperti Slay the Spire 2, Scott Pilgrim EX, hingga Planet of Lana II: Children of the Leaf, yang menawarkan pengalaman bermain dengan konsep unik dan cerita yang kuat.
Kehadiran game-game ini juga menambah daftar panjang rilisan baru setelah gelaran Nintendo Indie World, yang sebelumnya menghadirkan berbagai pengumuman penting, termasuk peluncuran mendadak sejumlah judul seperti Blue Prince, Minishoot’ Adventures, dan Öoo untuk Nintendo Switch dan Switch 2.
Beberapa game lain juga telah mengumumkan tanggal rilis resmi. Di antaranya InKonbini: One Store. Many Stories yang dijadwalkan meluncur pada 30 April, Mixtape pada 7 Mei, Denshattack! pada 17 Juni, serta Ratatan pada 16 Juli. Sementara itu, beberapa judul lain seperti Toem 2 dan Grave Seasons dipastikan hadir pada musim panas tahun ini.
Dikutip dari Engadget, salah satu rilisan yang paling dinantikan adalah Slay the Spire 2, sekuel dari game roguelite deckbuilder populer yang pertama kali meluncur dalam versi early access pada 2017. Game terbaru dari studio Mega Crit ini kini tersedia dalam early access di Steam.
- Libas Rejects 4-0 di Grand Final, Vizualz Esports Juara CODM King Arena 2026
- Roblox Luncurkan AI yang Otomatis Perbaiki Kata Kasar di Chat Game
- Ini 12 Grand Finalis Free Fire Nusantara Series 2026 yang Bakal Bertarung di Palembang
- Play-Ins FFNS 2026 Spring Dimulai, 36 Tim Rebut 9 Tiket Grand Finals di Palembang
Studio pengembang menyebutkan masa early access kemungkinan akan berlangsung antara satu hingga dua tahun. Selama periode tersebut, pengembang akan bereksperimen dengan berbagai fitur baru serta menerima masukan dari pemain untuk memastikan arah pengembangan game berjalan sesuai harapan.
Perubahan paling menonjol dalam sekuel ini adalah hadirnya mode co-op hingga empat pemain, yang sebelumnya tidak tersedia di seri pertama. Selain itu, Slay the Spire 2 juga menghadirkan kartu baru, karakter baru, serta musuh baru yang memperkaya strategi permainan.
Game lain yang juga menarik perhatian adalah Scott Pilgrim EX, sebuah game side-scrolling beat 'em up terbaru yang melanjutkan popularitas franchise Scott Pilgrim. Dalam cerita terbarunya, karakter Scott Pilgrim harus menyelamatkan rekan-rekan bandnya dari ancaman iblis yang menyerang kota Toronto.
Game ini dikembangkan oleh Tribute Games, studio yang sebelumnya dikenal melalui beberapa judul beat 'em up kooperatif populer seperti Teenage Mutant Ninja Turtles: Shredder’s Revenge. Dalam proyek ini, Tribute Games juga bekerja sama langsung dengan kreator Scott Pilgrim, Bryan Lee O’Malley, untuk menghadirkan cerita baru.
Scott Pilgrim EX saat ini sudah tersedia di berbagai platform, termasuk Steam, Nintendo Switch, Switch 2, Xbox One, Xbox Series X/S, PlayStation 4, dan PlayStation 5 dengan harga sekitar US$29.
Sementara itu, bagi penggemar game petualangan naratif, Planet of Lana II: Children of the Leaf juga menjadi salah satu rilisan yang patut dicoba. Sekuel dari game yang sebelumnya mendapat banyak pujian ini kembali menghadirkan petualangan Lana yang harus menghadapi ancaman robot berbahaya di planet asalnya.
Game ini menawarkan gaya permainan platformer berbasis cerita yang mengingatkan pada judul-judul seperti Limbo dan Inside. Dalam sekuel ini, karakter Lana memiliki kemampuan baru seperti wall jump, sementara sahabatnya Mui tetap membantu memecahkan berbagai teka-teki sepanjang perjalanan.
Selain itu, sejumlah game indie lain juga ikut meramaikan rilisan terbaru, termasuk The Legend of Khiimori, sebuah game petualangan open-world yang mengambil latar Mongolia abad ke-13. Dalam game ini, pemain berperan sebagai kurir yang menjelajahi alam liar dengan menunggang kuda sambil menghadapi berbagai ancaman.
Ada pula Lost and Found Co., game hidden object yang menghadirkan cerita unik tentang seekor bebek bernama Ducky yang berubah menjadi manusia dan bekerja di sebuah perusahaan rintisan yang membantu orang menemukan barang yang hilang.
Sementara itu, Ratcheteer DX hadir sebagai versi terbaru dari game petualangan pixel-art yang sebelumnya debut di konsol Playdate. Versi terbaru ini hadir dengan grafis berwarna serta soundtrack berkualitas tinggi, namun tetap mempertahankan gaya permainan klasik yang mengingatkan pada seri awal The Legend of Zelda.
Di sisi lain, bagi penggemar game dengan nuansa berbeda, Birds Watching menghadirkan konsep yang tidak biasa. Game ini memadukan simulasi berjalan (walking simulator) dengan elemen horor psikologis, menghadirkan pengalaman yang terasa unik sekaligus menegangkan.
Selain berbagai rilisan baru, sejumlah game indie yang akan datang juga mulai menarik perhatian. Salah satunya adalah My Little Puppy, game petualangan emosional tentang seekor anjing yang memulai perjalanan untuk menemukan pemiliknya setelah melewati “rainbow bridge”.
Ada pula The House of Hikmah, game petualangan berbasis cerita yang terinspirasi dari masa Keemasan Islam (Islamic Golden Age). Pemain akan berperan sebagai seorang remaja bernama Maya yang berusaha mengungkap misteri peninggalan ayahnya melalui berbagai teka-teki dan eksplorasi lingkungan.
Beberapa proyek lain yang juga sedang dalam pengembangan termasuk Ballgame, sebuah platformer berbasis fisika yang menempatkan pemain sebagai bola hidup yang harus mencapai tujuan dengan jumlah gerakan sesedikit mungkin, serta Echobreaker, game platformer presisi dengan sudut pandang isometrik.
Deretan judul tersebut menunjukkan game indie terus menjadi ruang eksplorasi kreatif bagi para pengembang, menghadirkan berbagai ide baru yang tidak selalu ditemukan di game AAA. Dengan konsep unik, cerita kuat, dan pendekatan artistik yang segar, game indie semakin mendapat tempat di hati para gamer di seluruh dunia.









