Waspada Penipuan Tiket BTS Arirang 2026, Kaspersky Temukan Situs Palsu Incar Penggemar
Kaspersky temukan penipuan tiket BTS Arirang 2026 lewat situs palsu Weverse yang incar data dan uang penggemar.
Contoh situs web penipuan yang menjual keanggotaan klub penggemar BTS. dok. Kaspersky
Euforia tur dunia BTS bertajuk Arirang 2026 dimanfaatkan oknum tak bertanggung jawab untuk melancarkan aksi penipuan.
Peneliti Kaspersky menemukan kampanye phishing yang menyasar penggemar BTS dengan membuat situs web palsu yang meniru platform fandom resmi, Weverse.
Situs-situs tiruan tersebut menawarkan penjualan tiket keanggotaan klub penggemar yang diklaim berkaitan dengan tur dunia BTS.
Padahal, situs tersebut tidak memiliki afiliasi apa pun dengan HYBE, BTS, maupun Weverse, dan dirancang semata-mata untuk mengelabui penggemar agar memasukkan data pribadi serta informasi pembayaran mereka.
- Kaspersky Ungkap Strategi Aman Mengelola Agen AI di Organisasi
- Riset Kaspersky: 83 Persen Pebelanja Online Indonesia Andalkan Insting Sendiri Hadapi Penipuan Digital
- Kaspersky Perkuat Pertahanan Siber dengan Modul External Attack Surface Terbaru
- 6 Tren Digital di Industri Migas: Efisiensi Tinggi, Risiko Siber Mengintai
Dalam skema ini, korban bukan hanya berisiko kehilangan uang dari transaksi awal yang tidak pernah dipenuhi, tetapi juga menghadapi ancaman yang lebih serius.
Data finansial dan informasi pribadi yang dicuri melalui halaman pembayaran palsu dapat dimanfaatkan kembali untuk penipuan lanjutan.
Bahkan, berdasarkan temuan Kaspersky, data tersebut berpotensi diperjualbelikan di dark web dan digunakan untuk serangan yang lebih tertarget.
Kredensial yang bocor memungkinkan pelaku kejahatan siber menyusun modus penipuan yang lebih personal.
Korban yang awalnya hanya tertipu pembelian tiket bisa berubah menjadi target jangka panjang untuk penipuan finansial maupun pencurian identitas.
“Masa antusiasme dan antisipasi menjelang konser selebriti sayangnya juga menciptakan peluang ideal bagi penjahat siber. Mereka sering memanfaatkan perasaan gembira dan urgensi yang dialami individu karena hal itu dapat mengesampingkan rasa waspada kita dan mengurangi kecenderungan kita untuk mengobservasi,” kata Adrian Hia, Managing Director untuk Asia Pasifik di Kaspersky.
Ia menambahkan dengan banyaknya konser pop yang direncanakan di kawasan Asia Pasifik sepanjang 2026, kewaspadaan menjadi kunci.
“Saat kita memasuki tahun 2026 dengan banyaknya konser pop yang direncanakan di kawasan Asia Pasifik, sangat penting bagi kita untuk berhati-hati dan mengambil langkah proaktif dalam melindungi diri kita dari penipuan ini, terutama karena AI terus meningkatkan kemampuan penipuan mereka,” ujarnya.
Kaspersky mengingatkan penggemar untuk selalu memverifikasi keaslian situs sebelum melakukan pembelian tiket atau keanggotaan.
Pengguna diminta memeriksa alamat URL secara teliti, memastikan ejaan nama merek benar, dan hanya bertransaksi melalui platform resmi atau mitra yang terverifikasi.
Selain itu, penggunaan metode pembayaran tepercaya, aktivasi autentikasi multi-faktor (2FA) pada layanan perbankan dan pembayaran, serta pemantauan rutin transaksi keuangan juga disarankan guna meminimalkan risiko kerugian.
Temuan ini menjadi pengingat bahwa di balik antusiasme konser dan tur dunia, ancaman siber tetap mengintai.
Kewaspadaan dan literasi digital menjadi benteng utama agar euforia tidak berubah menjadi kerugian finansial dan kebocoran data pribadi.









