Analog Devices Rampungkan Akuisisi Empower Semiconductor, Bidik Infrastruktur AI yang Lebih Efisien
Analog Devices menyelesaikan akuisisi Empower Semiconductor untuk memperkuat solusi pengelolaan daya berdensitas tinggi bagi AI dan pusat data generasi berikutnya.
Ilustrasi pusat data AI. dok. Analog Devices
Analog Devices resmi menyelesaikan akuisisi Empower Semiconductor, sebuah langkah strategis yang memperkuat kapabilitas dalam menghadirkan solusi pengelolaan daya berdensitas tinggi untuk mendukung perkembangan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) dan pusat data generasi berikutnya.
Melalui akuisisi ini, Analog Devices memperluas kemampuan teknologi grid-to-core power, yaitu sistem pengelolaan daya yang mengoptimalkan penyaluran energi mulai dari sumber listrik hingga inti prosesor.
Langkah tersebut diharapkan mampu menjawab meningkatnya kebutuhan daya komputasi AI yang terus berkembang seiring pesatnya adopsi teknologi kecerdasan buatan di berbagai sektor.
Meningkatnya penggunaan AI membuat tantangan industri tidak lagi hanya berfokus pada besarnya konsumsi energi, tetapi juga bagaimana menyalurkan daya secara efisien tanpa menghasilkan panas berlebih maupun mengurangi performa sistem.
- AI Jadi Bagian Daya Saing Ekonomi Suatu Negara, Kearney Ungkap Tantangan Baru bagi Indonesia
- Riset Lark: Ambisi AI Perusahaan Indonesia Terhambat Kesiapan Digital dan Pengalaman Karyawan
- Riset Nutanix: 88% Organisasi Kesehatan Belum Siap Terapkan AI, Shadow AI Jadi Ancaman Baru
- Bukan Kekurangan Data, Ini Tantangan Terbesar Perusahaan Indonesia di Era AI
Efisiensi pengelolaan daya kini menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan pusat data dan komputasi AI berskala besar.
Dengan bergabungnya Empower Semiconductor, Analog Devices memperoleh teknologi yang memungkinkan penyaluran daya dilakukan lebih dekat ke prosesor.
Pendekatan tersebut mampu meningkatkan efisiensi energi sekaligus mendukung sistem dengan kepadatan komputasi yang lebih tinggi untuk aplikasi AI maupun beban kerja komputasi intensif lainnya.
CEO dan Chair Analog Devices Vincent Roche mengatakan akuisisi ini menjadi tonggak penting dalam strategi pihaknya untuk menjawab tantangan energi di era AI.
"Hari ini menjadi pencapaian penting bagi kami, seiring bergabungnya tim Empower ke Analog Devices dan langkah maju yang kami ambil dalam menjawab salah satu tantangan paling kompleks di dunia elektronik modern, yaitu penyaluran daya untuk era AI. Infrastruktur AI sedang mengubah cara daya disalurkan secara mendasar, dan kebutuhan energi kini menjadi salah satu tantangan terbesar dalam pengembangan sistem generasi berikutnya,” katanya.
Ia menambahkan, teknologi yang dimiliki Empower dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan performa prosesor AI, sekaligus membuka peluang pengembangan sistem komputasi dengan kepadatan yang lebih tinggi.
"Teknologi Empower dirancang untuk menjawab tantangan ini secara langsung, membuka tingkat efisiensi dan performa baru bagi prosesor AI. Dengan memanfaatkan teknologi dan skala ADI, kami akan membantu pelanggan merancang ulang sistem pengelolaan daya mereka dan mencapai kepadatan komputasi yang dibutuhkan oleh AI generasi berikutnya. Dampaknya akan melampaui pusat data AI, menjangkau berbagai bidang di mana energi menjadi batasan utama terhadap inovasi,” jelasnya.
Empower Semiconductor dikenal melalui teknologi Integrated Voltage Regulator (IVR) dan silicon capacitor yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan prosesor AI terhadap suplai daya berkecepatan tinggi, presisi, efisien, serta berdensitas tinggi.
Teknologi tersebut melengkapi portofolio solusi pengelolaan daya milik Analog Devices dan memperkuat kemampuan dalam menyediakan platform daya tingkat sistem untuk meningkatkan performa, efisiensi, dan kepadatan komputasi.
Analog Devices merupakan perusahaan semikonduktor global yang mengembangkan teknologi analog, digital, AI, dan perangkat lunak untuk berbagai industri, termasuk otomotif, kesehatan, manufaktur, energi, robotika, hingga pusat data.
Pada tahun fiskal 2025, Analog Devices membukukan pendapatan lebih dari 11 miliar dolar AS, sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama dalam pengembangan teknologi semikonduktor untuk sistem komputasi modern.









