×
Kanal
    • partner tek.id realme
    • partner tek.id samsung
    • partner tek.id acer
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd

60% Investor Kripto RI Anak Muda, Gen Z Jadi Motor Transaksi

Oleh: Tek ID - Minggu, 19 April 2026 13:05

60% investor kripto Indonesia didominasi anak muda. Gen Z paling aktif, namun rawan FOMO, sehingga edukasi jadi kunci utama.

60% Investor Kripto RI Anak Muda, Gen Z Jadi Motor Transaksi Roadshow BLK 2026 di Solo. dok. Tokocrypto

Lebih dari 60 persen investor kripto Indonesi kini berasal dari kelompok usia muda, dengan generasi Z atau Gen Z tampil sebagai segmen paling aktif dalam bertransaksi.

Temuan ini mengemuka dalam kegiatan Bulan Literasi Kripto (BLK) 2026 yang digelar di Universitas Sebelas Maret, Solo, hasil kolaborasi Otoritas Jasa Keuangan, Asosiasi Blockchain Indonesia, dan Tokocrypto.

Berdasarkan laporan Indonesia Crypto & Web3 Industry Report 2025, tingkat familiaritas masyarakat terhadap aset kripto mencapai 93 persen. 

Menariknya, lebih dari separuh responden berasal dari generasi Z, yang kini menjadikan kripto sebagai bagian dari diskursus finansial sehari-hari, terutama di ruang digital dan komunitas online.

Kepala Departemen Pengawasan Inovasi Aset Keuangan Digital (IAKD) OJK Dino Milano Siregar mengatakan tingginya partisipasi generasi muda belum sepenuhnya diiringi literasi finansial yang memadai.

“Partisipasi yang tinggi ini perlu kita lihat secara lebih kritis. Tidak semua didorong oleh pemahaman yang kuat, tetapi juga oleh faktor social learning, peer influence, hingga fear of missing out atau FOMO yang sangat kuat di kalangan generasi muda,” ujarnya.

Menurut Dino, kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi regulator dan pelaku industri untuk memperkuat edukasi. 

Ia menekankan pentingnya memastikan generasi muda tidak sekadar mengikuti tren, tetapi juga memahami risiko serta mampu mengambil keputusan investasi secara bijak.

Dari sisi industri, Business Development & Research Lead Tokocrypto Indriana mengatakan Gen Z memiliki karakter berbeda dibanding generasi sebelumnya. Mereka dikenal lebih cepat mengambil keputusan dan memiliki toleransi risiko yang lebih tinggi.

“Gen Z cenderung lebih aktif dan memiliki risk appetite yang lebih tinggi. Mereka cepat dalam mengambil keputusan, terutama saat melihat peluang dari tren pasar. Namun di sisi lain, mereka juga mulai menunjukkan perkembangan positif dengan meningkatnya literasi,” jelasnya.

Data internal Tokocrypto menunjukkan, 26,9 persen investor berada di rentang usia 18–24 tahun dan 35,1 persen di usia 25–30 tahun. Artinya, mayoritas pengguna platform didominasi generasi muda, yang juga menjadi segmen dengan frekuensi transaksi tertinggi.

Meski nilai deposit relatif kecil, yakni berkisar Rp100.000 hingga Rp500.000, pola investasi mereka dinilai konsisten. Gen Z juga mendominasi kategori first trader atau pengguna baru yang pertama kali mencoba investasi kripto.

Sebagai digital native, keputusan investasi mereka banyak dipengaruhi media sosial, komunitas, dan influencer, faktor yang sekaligus memperkuat peluang, namun juga meningkatkan risiko perilaku spekulatif.

Melihat tren tersebut, pelaku industri mulai memperkuat pendekatan edukasi. Tokocrypto, misalnya, mengembangkan berbagai inisiatif seperti Tokocrypto Academy, webinar, hingga program komunitas OBRAS yang telah menjangkau lebih dari 50 kota dan melibatkan lebih dari 200 ribu peserta sepanjang 2025.

Selain itu, fitur seperti Dollar Cost Averaging (DCA), staking, dan convert turut diperkenalkan untuk mendorong strategi investasi jangka panjang yang lebih disiplin dan terukur.

Secara global, fenomena ini juga sejalan dengan tren meningkatnya kepercayaan generasi muda terhadap aset kripto dibanding institusi keuangan konvensional. 

Faktor kebutuhan akan transparansi, kontrol aset, serta tekanan ekonomi menjadi pendorong utama perubahan perilaku tersebut.

Berita Terkait

×
back to top