×
Kanal
    • partner tek.id realme
    • partner tek.id samsung
    • partner tek.id acer
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd

Teknologi Upscaling Ubah Video 1080p Jadi 4K, Bagaimana Kualitasnya?

Oleh: Dhanisa Julia Putri - Senin, 31 Agustus 2026 09:15

Pada metode upscaling biasa, sistem akan melihat warna dan tingkat kecerahan piksel yang sudah ada.

Upscaling Ubah Video 1080p Jadi 4K, Bagaimana Kualitasnya? Ilustrasi upscaling pixel. dok. Magnific

Sudah menggunakan TV atau monitor 4k, tetapi koleksi video lama masih beresolusi 1080p? 

Banyak orang mengatasinya dengan teknologi upscaling yang dapat “menaikkan” video lama ke resolusi 4k.

Sayangnya, mengubah resolusi video menjadi lebih tinggi tidak otomatis membuat gambar terlihat setajam video yang sejak awal direkam dalam resolusi 4k. 

Dikutip dari Engadget, perbedaan 1080p dan 4K sebenarnya terletak pada jumlah piksel yang membentuk setiap gambar. 
Video 1080p memiliki resolusi 1.920 x 1.080 piksel, sedangkan 4K memiliki 3.840 x 2.160 piksel. 

Artinya, saat video 1080p diubah menjadi 4K, sistem harus menambahkan banyak piksel baru. 

Masalahnya terletak pada piksel tambahan tidak pernah direkam dalam video asli tersebut. Komputer harus memperkirakan seperti apa tampilan piksel berdasarkan informasi dari piksel yang tersedia.

Pada metode upscaling biasa, sistem akan melihat warna dan tingkat kecerahan piksel yang sudah ada. 

Informasi tersebut kemudian digunakan untuk memperkirakan warna piksel tambahan yang dibutuhkan agar gambar memenuhi resolusi 4K.

Cara ini memang bisa membuat video tampil dalam ukuran 4K. Namun, sistem tidak bisa mengembalikan detail yang memang tidak pernah terekam sejak awal. 

Karena itu, hasilnya terkadang justru terlihat lebih lembut atau kurang tajam.

Teknologi kecerdasan buatan (AI) menawarkan pendekatan berbeda dengan menggunakan model yang dilatih dari berbagai contoh gambar beresolusi rendah dan tinggi. 

AI bahkan bisa menghasilkan detail yang sebenarnya tidak ada dalam video sumber. Dalam kondisi tertentu, hal ini dapat menimbulkan tampilan atau pola yang aneh pada gambar.
 
Karena itu, kualitas video awal menjadi bagian penting dalam proses upscaling. Semakin bagus sumber videonya, semakin besar peluang mendapatkan hasil yang baik. 

Hal ini berbeda dengan proses restorasi film lama. Dalam kasus tertentu, studio masih memiliki sumber asli berkualitas tinggi yang menyimpan detail jauh lebih banyak daripada versi video yang dulu ditayangkan.

Engadget mencontohkan restorasi Star Trek: The Next Generation. Untuk mengerjakan restorasi tersebut, CBS menggunakan negatif film 35mm asli dari serial tersebut. 

Sumber tersebut memiliki jauh lebih banyak detail dibandingkan versi siaran televisinya. Selain resolusi, tingkat kompresi video juga berpengaruh. 

File dengan bitrate rendah dapat memiliki berbagai gangguan visual akibat kompresi, dan mengubah resolusinya menjadi 4K tidak otomatis menghilangkan masalah tersebut.

Untuk pengguna rumahan, proses upscaling biasanya dapat dilakukan menggunakan software yang memakai metode biasa maupun AI. 

Namun, hasil akhirnya tetap bergantung pada kualitas video sumber dan seberapa jauh resolusinya harus ditingkatkan. 

Video 1440p, misalnya, lebih mudah dinaikkan ke 4K dibandingkan video 1080p. Apalagi jika sumber asli hanya 480p, akan sulit menaikkan resolusinya. 

Jadi, video 1080p memang bisa diubah ke resolusi 4K, tetapi bukan berarti kualitasnya otomatis menjadi setara dengan video yang sejak awal direkam dalam 4K. 

Upscaling hanya menambahkan piksel berdasarkan perkiraan dari gambar yang sudah ada. 

×
back to top