Ponsel Lipat Makin Diminati, Seberapa Besar Potensi Pertumbuhannya?
Persaingan di pasar ponsel lipat juga semakin menarik setelah Apple memasuki kategori tersebut melalui iPhone Duo.
Ilustrasi ponsel lipat. dok. Magnific
Pasar ponsel lipat diproyeksikan mengalami pertumbuhan pesat pada 2027. Counterpoint Research memperkirakan pengiriman ponsel lipat global akan tumbuh 37% pada tahun tersebut, menjadi pertumbuhan tahunan tertinggi sejak 2022.
Pertumbuhan ini diperkirakan didorong oleh persaingan produsen, termasuk seri Galaxy Z Fold8 dan masuknya Apple ke pasar ponsel lipat.
Meski pertumbuhannya cukup menjanjikan, ponsel lipat saat ini masih menjadi segmen khusus di pasar smartphone. Lantas, seberapa besar potensi perangkat foldable dan siapa saja yang akan menjadi pemain maupun peminat utamanya?
Pengiriman smartphone lipat global meningkat 18% secara tahunan (YoY) pada 2025 menjadi 19,6 juta unit.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh ekspansi produsen smartphone atau original equipment manufacturer (OEM) serta meningkatnya kesadaran konsumen terhadap perangkat foldable.
Namun, angka tersebut masih tergolong kecil jika dibandingkan dengan keseluruhan pasar smartphone.
Counterpoint Research (6/5/2026) mencatat ponsel lipat hanya menyumbang 1,6% dari total pengiriman smartphone global pada 2025.
Kondisi tersebut menunjukkan ponsel lipat masih memiliki ruang untuk berkembang. Produsen juga terus berupaya menyempurnakan faktor bentuk perangkat, terutama dengan membuatnya lebih tipis, mengurangi tampilan lipatan pada layar, serta meningkatkan komponen seperti baterai dan kamera.
Selain itu, pasar juga mulai menunjukkan pergeseran ke perangkat foldable dengan desain tipe buku atau book type.
Counterpoint Research (11/2/2026) memperkirakan pangsa perangkat tipe buku akan mencapai 65% dari keseluruhan pengiriman ponsel lipat pada 2026, naik dari 52% pada 2025.
Pergeseran tersebut sejalan dengan meningkatnya preferensi pengguna terhadap perangkat yang dapat mendukung kebutuhan produktivitas.
Persaingan di pasar ponsel lipat juga semakin menarik setelah Apple memasuki kategori tersebut melalui iPhone Duo.
Counterpoint Research memperkirakan Apple dapat mengirimkan hingga 6 juta unit ponsel lipat pada 2026.
Dengan proyeksi tersebut, Apple diperkirakan dapat menguasai 25% pangsa pasar ponsel lipat global pada 2026 dan menempati posisi kedua.
Samsung masih diproyeksikan menjadi pemimpin pasar dengan pangsa 38%, sementara Huawei berada di posisi ketiga dengan 22%.
Masuknya Apple menjadi perkembangan penting bagi pasar foldable karena persaingan tidak lagi hanya melibatkan produsen yang telah lama bermain di kategori tersebut.
Kehadiran Apple juga berpotensi mendorong produsen lain untuk terus mengembangkan teknologi layar, engsel, desain, hingga pengalaman penggunaan perangkat lipat.
Meski semakin banyak produsen yang masuk ke pasar ini, harga ponsel lipat masih menjadi salah satu faktor yang membatasi jangkauan konsumennya.
Dalam laporan Reuters (10/9/2026), sejumlah analis menilai iPhone Duo berpotensi lebih dahulu menarik perhatian early adopters dan penggemar teknologi dengan daya beli tinggi.
Hal tersebut tidak terlepas dari harga iPhone Duo yang dimulai dari 1.999 dolar AS sekitar Rp35 juta.
Kondisi ini menunjukkan ponsel lipat masih kuat berada di segmen premium.
Dengan harga yang relatif tinggi, perangkat foldable lebih berpotensi menarik konsumen yang memang mencari teknologi baru atau membutuhkan kemampuan tambahan dari layar berukuran besar.
Salah satu keunggulan utama ponsel lipat adalah kemampuannya menghadirkan layar berukuran besar dalam perangkat yang tetap dapat dilipat.
Layar tersebut tidak hanya memberikan pengalaman yang lebih luas ketika menonton video, membaca, dan menjelajahi web, tetapi juga semakin relevan untuk kebutuhan produktivitas.
Counterpoint Research menyebut layar besar menjadi semakin penting seiring berkembangnya kemampuan AI pada smartphone.
Ketika AI mulai bergerak dari sekadar memberikan jawaban menuju kemampuan menjalankan tugas dan alur kerja berbasis AI Agent, pengguna membutuhkan ruang layar lebih luas untuk memeriksa informasi, membandingkan hasil, memantau berbagai instruksi, serta berpindah antar aplikasi.
Layar yang lebih besar juga memungkinkan pengguna meninjau hasil AI, memantau tugas yang sedang berjalan, dan berpindah antara aplikasi seperti email, kalender, serta layanan perpesanan tanpa kehilangan konteks.
Namun, teknologi foldable masih memiliki sejumlah tantangan. Salah satunya adalah tampilan lipatan pada layar dan mekanisme engsel.
Berdasarkan laporan Counterpoint Research, pengguna ponsel lipat di China menempatkan upaya meminimalkan lipatan layar dan meningkatkan kualitas engsel sebagai area yang paling membutuhkan perbaikan.
Hal tersebut disebut oleh 47% pengguna perangkat Fold dan 41% pengguna perangkat Flip.
Lipatan layar juga disebut sebagai salah satu faktor yang dapat memengaruhi pengalaman penggunaan, terutama ketika pengguna menikmati konten media maupun mengambil gambar saat perangkat dalam kondisi tidak dilipat.
Meski masih menghadapi berbagai tantangan, pasar ponsel lipat diproyeksikan terus bertumbuh dalam beberapa tahun mendatang.
Counterpoint Research memperkirakan pengiriman smartphone lipat global meningkat dari 19,6 juta unit pada 2025 menjadi sekitar 38,6 juta unit pada 2029.
Proyeksi tersebut setara dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 18,4%.
Masuknya Apple ke pasar ponsel lipat pada paruh kedua 2026 juga diperkirakan menjadi salah satu katalis utama yang dapat mempercepat adopsi perangkat foldable.
Di sisi lain, perangkat dengan desain tipe buku diperkirakan semakin memperkuat posisinya di pasar seiring meningkatnya penggunaan untuk produktivitas dan semakin matangnya pengembangan perangkat keras.
Dengan demikian, perkembangan ponsel lipat ke depan tidak hanya bergantung pada semakin banyaknya produsen yang masuk ke pasar, tetapi juga kemampuan mereka mengatasi berbagai tantangan yang masih dirasakan pengguna.
Perangkat yang lebih nyaman digunakan, semakin andal, serta mampu menawarkan manfaat nyata dalam produktivitas akan menjadi faktor penting dalam mendorong foldable keluar dari segmen khusus menuju pasar yang lebih luas.









