×
Kanal
    • partner tek.id realme
    • partner tek.id samsung
    • partner tek.id acer
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd

Amankah Bluetooth HP Dibiarkan Menyala Terus? Ini Risiko yang Perlu Diketahui

Oleh: Tek ID - Minggu, 06 September 2026 20:30

Amankah Bluetooth HP dibiarkan menyala terus? Kenali risiko keamanan, potensi penyadapan, dan langkah sederhana untuk melindungi perangkat.

Amankah Bluetooth HP Dibiarkan Menyala Terus? Ilustrasi bluetooth. dok, Magnific

Bluetooth sudah menjadi bagian yang hampir tidak terpisahkan dari penggunaan smartphone. 

Teknologi ini digunakan untuk menghubungkan ponsel dengan earphone nirkabel, smartwatch, sistem hiburan mobil, hingga berbagai perangkat pintar lainnya.

Kemudahan tersebut membuat banyak pengguna membiarkan Bluetooth aktif sepanjang hari. Lantas, apakah Bluetooth aman dibiarkan menyala terus-menerus?

Secara umum, Bluetooth membutuhkan persetujuan pengguna ketika melakukan proses pairing dengan perangkat baru. 

Namun, bukan berarti teknologi tersebut sepenuhnya terbebas dari risiko keamanan.

Dikutip dari Engadget, sejumlah penelitian keamanan menemukan kerentanan pada perangkat tertentu yang memanfaatkan Bluetooth. 

Celah keamanan semacam itu dalam kondisi tertentu dapat dimanfaatkan untuk mengakses informasi, melacak lokasi, atau bahkan menguping komunikasi pengguna.

Karena itu, mematikan Bluetooth ketika tidak digunakan dapat menjadi salah satu langkah sederhana untuk mengurangi permukaan serangan perangkat.

Risiko Bluetooth perlu ditempatkan secara proporsional. Membiarkan fitur tersebut aktif tidak serta-merta membuat smartphone dapat langsung diretas.

Serangan umumnya bergantung pada sejumlah faktor, seperti adanya kerentanan pada perangkat atau implementasi Bluetooth, jarak penyerang dengan target, konfigurasi perangkat, serta apakah pembaruan keamanan telah tersedia dan dipasang.

Namun, Bluetooth yang terus aktif membuat antarmuka tersebut tersedia lebih lama. 

Karena itu, mematikannya ketika tidak diperlukan dapat memperkecil periode ketika perangkat berpotensi berinteraksi dengan koneksi Bluetooth yang tidak diinginkan.

Beberapa jenis serangan Bluetooth dikenal dengan istilah bluebugging dan bluesnarfing. 

Teknik tersebut pada dasarnya berusaha mengeksploitasi koneksi atau kelemahan Bluetooth untuk mendapatkan akses tanpa izin terhadap perangkat maupun informasi di dalamnya.

Pengguna juga dapat mengatur perangkat agar tidak terus berada dalam mode discoverable ketika tidak diperlukan. 

Dengan demikian, perangkat tidak mudah ditemukan oleh perangkat Bluetooth lain di sekitarnya.

Risiko Bluetooth kembali mendapat perhatian setelah peneliti keamanan menemukan celah pada perangkat keras berbasis chip Airoha.

Menurut penelitian, kerentanan tersebut dalam kondisi tertentu dapat memungkinkan penyerang yang berada dalam jangkauan Bluetooth untuk melakukan sejumlah tindakan, termasuk menguping percakapan dan mengambil informasi pribadi.

Informasi yang berpotensi terekspos antara lain nomor telepon, daftar kontak, dan riwayat panggilan.

Temuan tersebut memperlihatkan bahwa risiko keamanan Bluetooth tidak selalu berasal dari smartphone secara langsung. 

Earphone, headphone, wearable, dan perangkat lain yang terhubung juga dapat menjadi bagian dari permukaan serangan.

Karena itu, pembaruan firmware aksesori Bluetooth tidak kalah penting dibandingkan pembaruan sistem operasi smartphone.

Waspada Saat Hubungkan HP ke Mobil

Pengguna juga perlu lebih berhati-hati ketika menghubungkan smartphone dengan sistem hiburan kendaraan, terutama mobil sewaan atau kendaraan yang akan digunakan orang lain.

Ketika ponsel dipasangkan dengan mobil, sejumlah informasi dapat tersimpan di sistem kendaraan, tergantung pada jenis perangkat dan izin yang diberikan.

Sebelum mengembalikan mobil sewaan, pengguna sebaiknya menghapus perangkat dari daftar koneksi dan membersihkan data pribadi yang tersimpan di sistem kendaraan.

Langkah serupa perlu dilakukan ketika menjual mobil yang sebelumnya sering dihubungkan dengan smartphone.

Pengguna Android Auto secara nirkabel juga perlu mengetahui bahwa sistem tersebut dapat memanfaatkan Bluetooth sekaligus Wi-Fi. 

Pengguna yang tidak ingin koneksi berlangsung otomatis dapat menonaktifkan pengaturan untuk menjalankan Android Auto secara otomatis.

Pengguna iPhone juga dapat memeriksa fitur Live Listen apabila tidak sedang menggunakannya.

Fitur tersebut memungkinkan suara yang ditangkap mikrofon iPhone diteruskan ke AirPods, perangkat bantu dengar, atau headphone yang kompatibel.

Karena memanfaatkan konektivitas nirkabel, pengguna yang tidak membutuhkan Live Listen dapat memastikan fitur tersebut dalam keadaan tidak aktif melalui pengaturan aksesibilitas perangkat.

Namun, keberadaan Live Listen sendiri bukan berarti fitur tersebut merupakan malware atau secara otomatis menyebabkan penyadapan. 

Risiko tetap bergantung pada keberadaan dan keberhasilan eksploitasi kerentanan keamanan tertentu.

Kerentanan Bluetooth juga dapat muncul pada perangkat audio tertentu.

Peneliti KU Leuven University di Belgia menemukan kelemahan pada 17 perangkat audio yang menggunakan Google Fast Pair.

Menurut penelitian tersebut, celah yang ditemukan berpotensi dimanfaatkan untuk melacak lokasi dan menguping pengguna dalam kondisi tertentu. 

Para peneliti kemudian menyediakan WhisperPair sebagai alat untuk membantu pengguna memeriksa apakah perangkat mereka termasuk yang terdampak.

Temuan seperti ini menunjukkan pentingnya mengetahui informasi keamanan perangkat Bluetooth yang digunakan, bukan hanya memperhatikan smartphone.

Pembaruan sistem operasi, firmware earphone atau wearable, serta perbaikan keamanan dari produsen perlu dipasang ketika tersedia.

Jadi, Perlukah Bluetooth Selalu Dimatikan?

Tidak ada keharusan bahwa Bluetooth harus selalu dimatikan agar smartphone aman. 

Bagi pengguna yang setiap hari memakai smartwatch, earphone nirkabel, atau sistem kendaraan, menyalakan Bluetooth sepanjang waktu menawarkan kenyamanan yang sulit dihindari.

Namun, ketika Bluetooth tidak diperlukan dalam waktu lama, mematikannya dapat menjadi langkah pencegahan tambahan yang sederhana.

Pengguna juga sebaiknya tidak menerima permintaan pairing dari perangkat yang tidak dikenal, menghindari mode discoverable ketika tidak dibutuhkan, menghapus koneksi lama yang tidak lagi digunakan, dan selalu memperbarui perangkat beserta aksesori Bluetooth.

×
back to top