Kena sanksi AS, Huawei P30 Pro diobral bral bral

Oleh: Hieronimus Patardo - Senin, 27 Mei 2019 12:10 WIB

Pasca-ditinggalkan sejumlah rekan bisnisnya, harga jual ponsel pintar merosot sangat tajam. Bahkan, harga P30 Pro turun hingga 90 persen.

Source: Erlanmart/ Tek.id

Perlahan tapi pasti, dampak nyata sanksi yang dijatuhkan pemerintah Amerika Serikat kepada Huawei mulai terasa. Sebelumnya, sejumlah rekan bisnis Huawei mulai menarik diri. Dari Google, Intel, Qualcomm, ARM dan pemasok lainnya menyatakan sudah putus hubungan dengan brand ponsel asal China itu.

Hilangnya dukungan dari para pemasok itu berujung pada jatuhnya harga pasaran Huawei. Setidaknya penurunan harga itu terlihat dalam program trade in di salah satu situs trade in terkenal asal Inggris, MusicMagpie.

Untuk diketahui, harga jual kembali yang tinggi menjadi salah satu pertimbangan orang untuk memilih sebuah ponsel. Jika, sewaktu-waktu pengguna ingin menjual ponselnya kembali, minimal mereka dapat menerima harga yang layak. Sayangnya, hal itu tidak terjadi pada perangkat Huawei.

Forbes (27/5) melaporkan, terjadi perbedaan harga yang sangat signifikan antara Huawei P30 Pro ketika pertama kali diluncurkan dengan harga jual kembali yang ditawarkan di situs MusicMagpie. Perbedaan itu dilaporkan mencapai 90 persen.

Untuk diketahui, Huawei P30 Pro diluncurkan secara resmi di Paris, Prancis pada Maret lalu. Saat itu, Huawei P30 Pro dengan konfigurasi RAM paling tinggi dibanderol sekitar US1,150. Namun pasca-pencekalan yang diberikan pemerintah Amerika Serikat, harga jual Huawei P30 Pro di situs MusicMagpie hanya USD130. Dengan kata lain, pemilik Huawei P30 Pro yang hendak menjual kembali ponselnya hanya mendapatkan harga sekitar 10 persen dari harga asli ketika dia membeli smartphone tersebut.