Riset : Makin Banyak Pekerja Profesional Gunakan AI untuk Akurasi Keputusan Dibanding Kecepatan
Profesional top kini gunakan AI untuk validasi keputusan, bukan kecepatan, demi menghindari kesalahan mahal dalam bisnis.
Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) di kalangan profesional kini mengalami pergeseran signifikan.
Jika sebelumnya teknologi ini identik dengan percepatan kerja dan peningkatan produktivitas, tren terbaru justru menunjukkan sebaliknya: para profesional berpenghasilan tinggi memilih menggunakan AI untuk memperlambat proses pengambilan keputusan demi meningkatkan akurasi.
Dikutip dari TechRadar, temuan ini terungkap dalam survei yang dilakukan oleh Use.AI, yang menunjukkan 62 persen profesional di kelompok pendapatan tertinggi menggunakan AI bukan untuk menghasilkan ide atau mempercepat pekerjaan, melainkan untuk memvalidasi keputusan dan mencegah kesalahan.
Pendekatan ini kontras dengan profesional tingkat menengah, di mana hanya 38 persen yang memanfaatkan AI sebagai alat verifikasi.
Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh tingkat tanggung jawab. Semakin tinggi posisi seseorang, semakin besar konsekuensi dari kesalahan yang diambil—baik secara finansial, reputasi, maupun operasional.